
ππππππππ
"Kalau Chia beli mainan, aku beli bungkus mainan ajalah," goda ArXy dengan mengedipkan satu matanya.
Starla yang paham hanya mencibir kearah suami mesumnya itu, ia memang bagai anak kecil yang baru punya mainan dan baju baru, maunya itu saja dan betah melakukan hal yang sama berulang kali. Starla sebenarnya tak masalah karna di umur ArXy yang dewasa dan matang hasRat nya memang mudah terpancing apalagi ia juga baru kembali menemukan partner ranjang idamannya. Cantik, mulus, putih, berisi namun tetap langsing.
Siapa pun pasti betah bersuamikan Starla, jadi tak salah jika satu tahun kemarin ia gencar untuk meraih kembali berlian yang pernah ia abaikan.
Starla hanya duduk di sofa bersama Chia dengan dua gelas jus diatas meja, sedangkan ArXy sibuk memilih dan memilah beberapa kain tipis berbagai model, warna dan bentuk. Starla sampai berkali-kali membuang napas kasar saat melihat suaminya senyum senyum sendiri bahkan cekikikan tak jelas, ia yakin otak pria tampan itu pasti sedang melanglang buana memikirkan kebun jagung di lahan apem sobek dekat dua bikin yang membuat betah tak ingin beranjak.
Plaaak...
"Bisa pulang gak otaknya?"
"Haha, tau aja aku lagi berkhayal indah dan jauuuuuh," kekeh ArXy yang kini tertawa kecil.
"Taulah, makanya ku ajak pulang," cetus Starla.
"Ngapain, mau mewujudkan apa yang ada di otakku, iya?" goda ArXy lagi.
"Istri terbaik memang kamu tuh, kan.. kan. kan.. mulai kedut kedut," sambungnya lagi dan langsung dengan cepat di tinggalkan oleh Starla.
Bahaya jika Si jagung sudah berdekatan dengan Si apem di tempat seperti ini.
Selesai melakukan pembayaran, mereka akhirnya pulang setelah mengisi perut dan membeli beberapa makanan juga untuk orang rumah termasuk Amih dan Apih.
.
__ADS_1
.
.
Sampai di rumah, Starla langsung mengurus Chia, ia bersihkan tubuh mungil anak gadisnya itu dan mengganti semua pakaiannya dengan piyama tidur seperti biasa. Ia yang sudah sangat mengantuk langsung membawa mamanya ke ranjang, melihat hal itu ArXy hanya bisa mengusap dadanya sambil geleng geleng kepala.
"Sabar, orang sabar masuk culuganya Lilin," gumam ArXy berkali-kali.
Sedangkan Chia yang sudah berbaring di balik selimut bukannya cepat memejamkan mata, ia malah bangun dan duduk lagi.
"Pah," panggil Chia cukup keras.
"Hem, apa?" sahut ArXy yang duduk di sofa dengan ponsel di tangannya.
"Papa bobo situ kan?" tanya Chia dengan mata ke arah Sofa.
"Makasih papa ya," balasnya sambil terkekeh.
Starla hanya tersenyum kecil, harta dan takhta yang di berikan ArXy tak akan sebanding dengan manisnya sikap mereka berdua jika sedang berdebat, pilihan Starla pun rasanya sangat tepat untuk resign dari perusahaan dan memilih jadi ibu rumah tangga biasa.
Dua puluh menit berlalu, Chia yang sepertinya sudah melayang ke alam mimpi tentu menjadi kesempatan bagi ArXy untuk mendekati mamanya.
ArXy naik ke ranjang perlahan lalu memeluk Starla yang pura-pura tidur karena jika tak begitu Chia tak akan mau memejamkan matanya.
Kini posisi wanita cantik dengan tubuh harum itu berada di tengah, ArXy dengan sangat leluasa mencium dan menyesaAP leher istrinya yang sekarang bagai candu yang mampu membawanyw terbang menuju puncak Nirwana setelah pelepasan.
"Sayang--," bisik. ArXy.
__ADS_1
"Hem, iya."
"Terimakasih untuk hari dan maaf," ucap ArXy lagi.
"Maaf, maaf untuk apa?" tanya Starla yang masih trauma dengan dua kalimat itu jika di katakan bersamaan.
.
.
.
Jika kamu menuntut kesempurnaan aku tak punya, tapi kalau kamu mau yang besar, panjang, kuat dan tahan lama, aku ada, mau? ...
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Udah ah cape π
Haturnuhun buat like komen poin dan vote nya sampe season 2 ini ya π..
Sehat sehat Kalian semua biar bisa nemenin teteh seru-seruan terus setiap hari..
Bye...
Ketemu besok pagi yaππ
Tapi, masih ada Andra, heaven dan Lilin yang masih up sampe malamπ₯±
__ADS_1