Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Anak Laki-laki.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Wanita di depan Starla itu tersenyum meremehkan lagi, tak perlu berurusah payah nyatanya Starla sudah mengatakan siapa dirinya itu.


Tentu, Starla lebih memilih mengakuinya sendiri di banding harus mendengar dari orang lain karna itu rasanya jauh lebih sakit luar biasa. Padahal, apa yang salah dari dirinya yang hanya seorang Janda bahkan panutan semua hamba Tuhan saja jatuh cinta dan menjadikannya istri pertama dan satu-satunya kala itu tak perduli dengan status bahkan usia yang jauh lebih dewasa.


Hinakah seorang Janda?


Tentu tidak, semua mahkluk yang akan di lahirkan selalu di beri gambaran seperti apa hidupnya kelak di dunia nanti, termasuk semua masalah yang akan di hadapi, jika sanggup akan di lanjutkan dan jika tidak pasti akan menyerah sebelum di lahirkan. Dan adanya Starla sampai detik ini tentu karna ia hebat dan kuat, ia akan Terima semua baik buruk jalan hidupnya sampai kelak bertemu dengan sang Pencipta lagi.


"Jangan menggantungkan hidup dan masalah mu itu terus menerus pada Arlan, biarkan hidupnya tenang tanpa harus memikirkanmu. Tak malukah kamu selama ini menjadi Benalu?"


"Aku, Benalu?" tanya Starla yang tentu tak terima dengan semua tuduhan yang di tujukan padanya barusan.


"Iya, itu pantas untukmu. Di buang oleh suami dan tak di izinkan mengurus anak, entah dimana bagusnya dirimu itu. Dan satu lagi, kamu anak tukang copet dan jambret kan? sekarang yatim piatu dan hidup sebatang kara. Sudah sekian banyak masalah hidupmu itu, Waktunya kamu buka mata untuk tak lagi menggoda Arlan!"


Braaak!!


Starla bangun dan menggebrak meja sampai beberapa orang di sekitarnya menoleh, kini jandanya Tuan Muda ArXy Rahardian Wijaya itu menjadi pusat perhatian orang-orang sekelilingnya.

__ADS_1


"Anda bisa hina saya tapi tidak orang tua saya! meski bapak seorang pencopet tapi itu demi makan dan sekolah saya juga, setidaknya itu jauh lebih baik di banding Anda yang hanya bisanya menghamburkan uang suami dan putra Anda, permisi Nyonya."


Starla pergi dengan perasaan sakit hati, ia menangis keluar dari Resto yang bahkan makanannya saja belum ia sentuh sama sekali. Mimpi apa ia semalam sampai harus bertemu dengan wanita itu. Arlan bahkan tak menceritakan ini padanya, entah lupa atau memang sengaja karna pria itu pun tahu jika perasaannya terus di tentang habis habisan. Arlan yang anak tunggal seorang pengusaha tentu menjadi satu-satunya harapan orangtuanya, memang tak salah jika mereka ingin yang terbaik termasuk dalam urusan pasangan putra itu kelak, tapi bukan berarti Starla yang terus di salahkan karna ia juga tak minta di cintai oleh Arlan sebegini hebatnya.


Sudah berkali-kali keduanya membahas masalah ini semenjak pertemuan yang pertama dua tahun lalu. Starla ikut ke kota tempat dimana orangtuanya tinggal karna memang Arlan berasal dari daerah yang jauh dari ibu kota. Kesan pertama sudah terasa tak adanya restu sebab sebelumnya keluarga Arlan sudah tahu jika Starla adalah janda anak satu yang tak membawa anak, berulang kali di jelaskan ibunya tetap kekeh jika Starla bukan wanita baik-baik yang pantas menjadi menantu keluarga Hutama. Tapi Arlan tetap meyakinkan Starla hingga semua kembali normal seakan tak ada yang harus di perdebatkan lagi sampai dua tahun kemudian mereka pun bertemu dengan cara tak di sengaja.


.


.


.


Rumah satu lantai, mobil dan semua biaya kuliah murni uang dari yang ArXy berikan saat ia di cerai 4 tahun lalu, jika urusan makan memang Arlan yang sering membawakannya tapi Starla tak pernah minta yang aneh aneh karna seringnya mereka makan dirumah bersama.


Tak ada lagi rasa lapar karna ia sudah cukup kenyang menangis, Starla yang tak punya tempat untuk mengadu tentu hanya bisa melakukan hal itu. Ia tak punya pundak untuk bersandar, tak punya tubuh untuk di peluk dan pastinya keluarga untuk mengadu. Hidup sebatang kara memang sangat menguji mentalnya bagaimana harus tetap kuat di tengah hinaan orang-orang terhadapnya.


Cek lek


Tak perlu menoleh, Starla tahu siapa yang datang dan masuk kedalam kamarnya yang temaram karna hanya lampu tidur yang ia nyalakan di jam 9 malam ini. Sudah cukup larut untuk ia yang sebenarnya tak bisa tidur lewat tengah malam.

__ADS_1


"Dia bilang apa padamu, hem?" tanya Arlan yang duduk di lantai samping ranjang.


Posisi Starla yang tidur meringkuk di balik selimut hanya terlihat wajahnya saja membuat Arlan sangat khawatir, ia usap kepala wanita yang begitu sangat ingin ia halalkan itu dengan lembut. Starla tak menjawab apa yang di tanyakan oleh Arlan karna tak mau memperkeruh hubungan anak dan ibu.


"La, atas nama Mami aku minta maaf ya," ucap Arlan penuh sesal kenapa ini bisa terjadi.


"Mami mu tak salah, kami tak sengaja bertemu dan mengobrol sebentar," jawab Starla dengan suara parau dan serak khas orang habis menangis.


"Dia pasti bicara macam-macam padamu, iya kan?"


"Tidak, aku yang mengakui sendiri siapa diriku."


"Aku mencintaimu, ku mohon jangan ambil hati semua yang di ucapkan Mami padamu ya, yang terpenting itu aku yang tulus menghargaimu, aku tak pernah perduli dengan semua masa lalu dan statusmu sekarang," tegas Arlan, ia takut dengan kejadian ini malah membuat Starla menjauh darinya dan masalahnya kini ada anak dan mantan suami wanita itu yang kian semakin dekat.


"Aku tak marah, hanya sedikit kecewa pada diriku sendiri," sahut Starla yang sebenarnya hatinya sudah sedikit membaik.


"Marah lah padaku jika begitu, aku akan tetap memilihmu, aku berjanji."


.

__ADS_1


.


Jangan, aku tak mau mengambil seorang anak dari ibunya.. Karna sampai kapanpun anak laki-laki tetap milik keluarganya...


__ADS_2