
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sofa kembali menjadi alas tidur bagi ArXy sama seperti saat mereka baru menikah untuk yang pertama dan nyatanya tanpa sengaja justru terulang di pernikahan yang ke dua.
Bukan tak bisa tidur seranjang bertiga hanya saja itu sama dengan cari penyakit sendiri, melihat Starla dengan lingerie merah meski memakai luaran tentu tetap membuat otaknya travelling kemana-mana, sulit untuk diam dan fokus istirahat.
Kini, jagungnya sulit sekali di nina Bobo kan sendiri seperti sudah tahu jika sekarang ia memilki pawang untuk minta di manjakan.
#Aleman!
Seperti halnya pagi ini, Starla yang sudah bangun lebih dulu di susul ArXy ke kamar mandi, niat hati untuk cuci muka dan buang air kecil lebih dulu pun urung di lakukan. Pinggangnya di tarik dan ciuman sekilas di bibir pun di lakukan mereka berdua.
"Apa sih, Pah." Starla tentu kaget dengan yang di lakukan suaminya.
Lagi dan lagi pikirannya langsung ke Chia karna takut gadis kecilnya itu bangun, bukan karna terganggu dengan kelakuan mereka berdua karna pastinya jarak ranjang dan kamar mandi cukup jauh, lagi pula pintu pun sudah di tutup bahkan di kunci oleh suaminya barusan, yang di takutkan Starla adalah Chia bangun karna merasa tak ada yang memeluknya.
"Diem, aku kangen," ucap ArXy sedih dan manja.
__ADS_1
Kepala yang sudah di jatuhkan di ceruk leher pun langsung di usap oleh Starla, kasihan memang tapi lagi dan lagi mereka harus mengalah karna sebuah keadaan. Menikah saat sudah memiliki anak ternyata harus pintar bercumbu sambil sembunyi sembunyi seperti ini bahkan di kamar mandi pun jadi asal bisa saling bersentuhan.
"Awas dulu, nanti Chia bangun terus nangis yang ada kamu gak bisa deket aku, Pah," ujar Starla, rasa takut kehilangan lagi membuat Chia sedikit posesif pada mamanya.
"Dia ikut pulang gak sama Amih?" tanya ArXy.
"Gak tahu, harusnya sih ikut, tapi kaya gak tau anak kamu aja," Sahut Starla sambil terkekeh.
"Mudah-mudahan ikut ya, Aku sampe mimpi loh, Mah. Saking pengennya."
Wajah menyedihkan ArXy langsung di tangkup oleh Starla lalu ia pun sekilas mencium bibir pria itu seperti yang di lakukannya saat masuk.
Ia yang mencoba melepaskan tangan ArXy dari pinggangnya semakin di cekal, kedua mata Starla membulat saat Si Jagung di keluarkan dari sangkarnya.
"Gak mau pegang, anget loh kalo masih pagi," tawar ArXy dengan senyum menggoda, wajah mesumnya sangat jelas terlihat membuat Starla hanya bisa membuang napas kasar.
"Gak," tolak nya sambil membuang pandangan, wanita manapun pasti akan tergoda jika melihat milik suaminya yang tegak tapi tentunya itu bukan sebuah keadilan.
__ADS_1
"Keras banget nih, Mah. Elus dong, lagi pengen di manja aaah." sengaja ArXy berkata sambil mendeSAH untuk memberi rangsanGAn pada istrinya.
"Iya, mirip kayu ya? boleh tuh buat nimpuk maling," sahut Starla yang malah tertawa.
Bukan di pegang dan elus, tangan jahilnya malah menyentil si ujung kepala yang selama ini sering berdenyut karna menahan ingin menerobos si Apem sobek.
"Sakit, Mah," keluh ArXy sambil mengusap si kepala yang bulat seperti jamur itu, Starla yang malah tertawa membuat ArXy merengut kesal.
"Lusa kita jadi kerumah sakit kan? buat cek masa subur ku. Kan mau langsung program hamil," tanya Starla dengan tangan mengusap Si jagung yang benar kata ArXy jika rasanya sedikit hangat dan begitu keras.
"Gak jadi," sahut ArXy, Starla yang mendengar itu tentu langsung mengernyit kan dahi.
"Loh, kenapa? Chia mau punya bayi loh."
.
.
__ADS_1
.
Gak ada bayi aja 2 kepala ku sakit terus, gimana ada bayi? bisa bisa aku mendadak jadi Suami JabLai.... { jarang di belai }