Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Tante galak.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Udah cantik, jangan nakal disana ya nanti," pesan ArXy setelah menguncir rambut Chia seperti biasa.


Rencananya hari ini gadis kecil itu akan pergi bersama Amihnya ke sebuah panti asuhan, ia memang sering kesana karna Chia juga butuh banyak teman dan selalu di biasakan berbaur dengan siapapun tanpa pilih-pilih selagi baik dan sopan. Sudah dari dulu keluarga Rahardian terus memupuk kasih pada sesama tanpa membedakan, karna penilaian manusia di lihat Tuhan dari kebaikannya bukan dari harta dunianya.


"Iya, Papa, tapi nanti Chia boleh lali-lali kan? main kejal kejal," pintanya pada Sang papa, bosan rasanya hanya duduk bermain boneka karna di rumah ia sudah setiap hari begitu tanpa teman kecuali Papa, Amih dan Apihnya sebab anak dari Aunty XyRa hanya sesekali datang.


Kini, Chia akan bebas mengekspresikan dirinya, bermain dan melakukan banyak hal dengan teman seusianya sambil mengajarkannya juga untuk berbagi.


ArXy menciumi seluruh wajah putri kecilnya sebelum ia juga berangkat ke kantor, dan niatnya nanti adalah ia akan menjemput Chia bersama dengan Clarissa untuk mendekatkan mereka berdua, karna ArXy akhirnya menerima tawaran Asisten pribadinya itu untuk menikah jika saja Chia setuju dan cocok dalam berbagai hal, sebab yang butuh Mama hanya anak itu sedang ArXy masih tak butuh sosok istri.


Chia yang di gandeng tangannya kini menuruni anak tangga satu persatu sambil terus berceloteh, ia yang senang dan tak sabar justru sudah banyak menyusun rencana ingin bermain apa saja nanti di panti asuhan, ia gadis yang mudah akrab jika di hampiri lebih dulu, tapi sedikit pemalu jika belum ada yang berani bertegur sapa.

__ADS_1


"Duh, Little princess Amih, udah cantik banget nih," puji wanita paruh baya itu pada cucu perempuannya.


Dalam mengurus anak, ArXy memang tak diragukan lagi keahliannya termasuk mendandani gadis kecil itu dengan berbagai kunciran dan kepangan. Ia yang sejak awal sudah memutus kan untuk berpisah dengan istrinya harus siap dan belajar bagaimana baiknya mengurus sang buah hati seseorang diri karna ia juga harus bisa menjadi sosok ibu bagi Chia.


"Nanti disana lama-lama ya, Amih," pinta Chia yang sudah duduk di sisi nenek satu-satunya.


"Nanti Papa dan tante Clarissa yang jemput Chia ya, Sayang," sambung ArXy yang sontak membuat anak gadisnya itu menoleh.


"Sama tante galak?" tanya Chia memastikan.


"Tapi, memang galak, Papa!"


ArXy dan ke-dua orang tuanya hanya bisa saling pandang, yang di katakan KhayXyLa NauRahardian Wijaya memang benar sebab tak jarang ArXy juga mendengar serta melihat sendiri wanita itu mengomel dan memarahi orang-orang yang berbuat salah padanya di dalam dan di luar kantor. Sudah sering di peringati tapi nyatanya hal serupa selalu terjadi lagi.

__ADS_1


"Tapi kalau ada Tante galak harus tetap panggil Tante Clarissa ya," pesan amihnya yang mau tak mau di iyakan oleh bocah kecil itu padahal Chia masih ingin melayangkan protes.


Sarapan selesai, kini saatnya ArXy pamit untuk pergi ke kantor karna ada meeting penting sebelum makan siang dan itu pasti akan memakan waktu lama.


"Papa berangkat sekarang ya," ucap ArXy saat kini Chia sudah ada di gendongannya.


"Iya, Papa hati-hati ya," balas Chia sambil mencium pipi kanan ArXy, keduanya pun terkekeh bersama. Tapi, ada rasa lain yang ArXy rasakan saat ia melihat putri kecilnya tersebut.


.


.


.

__ADS_1


Kenapa? apa yang akan terjadi padamu, Chia?


__ADS_2