Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Chia dan Si kembar.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Rumah utama.


Ramai? tentu, siapapun akan betah disana karna tempatnya semua keturunan Gajah berkumpul, begitu pun dengan Chia yang kini asik bermain dengan ke lima kakak kembarnya.


"Chia mau punya bayi dong," pamernya seperti biasa di atas pangkuan Fajar, karna hanya di Pemuda itu ia aman dari kejahilan kakaknya yang lain.


"Masa? beli mana? copeee?" ledek Lintang sambil tertawa.


"Nda laaaaah. Dari pelut Mama Chia dong."


"Perut Mama Chia tuh isinya bakso," sahut Angkasa yang tak kalah menyebalkannya dari Si bungsu dalam hal ledek meledek.


Sedangkan kembar Baratha hanya jadi penonton, Chia akan minta bala bantuan pada mereka jika Fajar sudah melambaikan tangan.


"Enak tuh makan baso, yuk," ajak Lintang, semuanya saling pandang dan mengangguk setuju.


Setelah minta izin, mereka pergi ke salah satu kedai bakso langganan tak jauh dari rumah utama


"Habis makan bakso kita jalan-jalan ya, Chia," bisik Lintang.


"Haaaaaaayuk!" Chia setuju sambil bertepuk tangan kecil, bisa bayangan kan bagaimana besarnya anak itu nanti jika sedari kecil saja sudah jadi kesayangan para pemuda tampan dan ini tentu ini belum semuanya.

__ADS_1


Kenapa?


#LierAhKebanyakan.


Sampai di tempat yang di tuju, mereka ber enam duduk di bagian paling belakang, kedai ala ala lesehan ini tentu membuat pengunjung nyaman dan bisa berlama-lama juga karna tempat yang lumayan luas dan tingkat.


"Chia mau baso apa?" tanya Sky.


"Mahu baso telul aja, Nda pakai mie," jawabnya yang sedang di peluk peluk oleh Shaka.


"Telor apa? Naga apa cicek?" tanya Angkasa.


"Telul ayam dong, iyakan?" Chia yang bingung sampai memastikannya pada Shaka juga Fajar yang duduk bersebelahan.


Bakso telur bening pun di pesan juga oleh Sky, kini mereka tinggal menunggu sambil menikmati minuman yang sudah lebih dulu di sajikan. Banyak yang mereka obrolkan bersama termasuk menggoda Chia. Anak gadis cantik bermata bulat yang baru merasakan hangatnya pelukan seorang ibu beberapa bulan belakangan ini.


Bukan Lintang namanya jika tak heboh sendiri, ia marah jika di ganggu dan akan cari gara-gara jika di acuhkan, dan Chia kadang sampai tertawa melihat kelakuan para kakaknya itu. Beruntungnya ia hidup di keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang, Chia tak perlu khawatir karna semua orang sudah melimpahinya dengan cinta.


Ajaran sang gajah memang di pakai sampai ke semua keturunanannya, tak pernah ada selisih paham apa lagi pertengkaran dalam keluarga besar tersebut.


Pesanan tiba, kini saatnya mereka menikmati seporsi bakso yang sudah di pesan sesuai keinginan masing-masing.


"Chia mau kakak suapin?" tawar Fajar.

__ADS_1


"Nda, Chia mam sendiri aja," tolak nya sambil menggelengkan Kepala.


Meski kaya raya dengan harta berlimpah tak membuat mereka harus makan di restoran mewah, karna membantu para pedagang kecil seperti ini justru lebih terkesan istimewa karna tak hanya rasa kenyang yang mereka dapatkan.


"Chia, kalau Badak main Drum, yang keliatan apanya?" tanya Lintang yang selalu saja jahil.


"Apa? liat apa badak?" ia malah balik bertanya sampai yang lain tertawa.


"Iya, apa?


"Apa ya, giginya mungkin," sahut Chia bingung.


"Salah woy!" sahut Angkasa.


"Apa dong?" Chua yang penasaran kembali bertanya karna jawabannya salah.


.


.


.


Keliatan BOHONGNYA. . .

__ADS_1


__ADS_2