
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
ArXy yang memang tak ke kantor ikut juga menemani Chia, kini mereka bertiga sudah ada di dalam kamar yang 4 tahun lalu Starla tinggalkan.
Tak ada yang berubah, semua tetap sama seperti saat ia masuk kedalam ruangan tersebut, hanya status yang berbeda yaitu bukan lagi pasangan halal. Tapi tak apa, itu tak ada artinya bagi Starla maupun ArXy. Resmi menjadi suami istri saja tak ada yang terjadi diantara mereka apalagi ini yang tanpa ikatan apa-apa.
"Mama ambil minum dulu, kamu tunggu sini ya," pesan Starla saat ia dan putrinya sedang menikmati kue yang di bawa XyRa barusan.
ArXy yang fokus pada layar laptop di atas pangkuannya tak terganggu sama sekali dengan kehadiran Starla, padahal mereka berdua terbilang sedikit berisik karna terus bercanda.
"Pah, nanti malam bobo sama-sama kan?" tanya Chia tiba-tiba. Dan itu sontak membuat mata kedua orang tuanya saling pandang.
"Sayang--,"
"Kaya Amih dan Apih, Chia kalau Papa belum pulang suka bobo tengah tengah loh," ucapnya lagi yang jujur membuat hati ArXy sedikit mencelos.
Starla yang sempat memotong ucapannya bingung harus meneruskan yang seperti apa lagi agar Chia paham jika mama dan papanya tak boleh satu ranjang.
__ADS_1
"Iya, Sayang. Tapi janji bobonya gak boleh rewel ya," pinta ArXy yang di iyakan oleh Chia sambil bertepuk tangan senang.
Starla membuang napas kasar saat ia membuang muka, bagaimana bisa ArXy menyetujui permintaan putri mereka dengan begitu mudahnya, padahal ia bisa memberi alasan lain.
Chia yang senang langsung ingin membuat laporan pada Tuan dan Nyonya Rahardian, kini ia meninggalkan mama papanya berdua di dalam kamar.
"Bagaimana hidupmu selama ini?" tanya ArXy saat mantan istrinya itu baru mau beranjak dari duduknya. Niat hati ingin menghubungi Arlan pun ia urungkan untuk menjawab pertanyaan ArXy.
"Baik, Kak." Starla menjawab seadanya.
"Syukurlah, Setidaknya kamu di jaga baik oleh Arlan, iya kan?" ArXy menatap lekat kearah Starla dan ini jarang sekali terjadi karena biasanya pria itu selalu berbicara jika tak sambil pergi ya sambil melakukan sesuatu jadi tak pernah ada kontak mata langsung diantara mantan suami istri tersebut.
Starla tersenyum lalu kembali bangun dan berjalan kearah balkon kamar dengan ponsel di tangan, tanpa ia sadar kalau ternyata ArXy justru sedang menggerutu kesal padanya.
Getaran si benda pipih dengan sebuah nama di layarnya membuat ujung bibir Starla membentuk sebuah senyuman. Senyum rindu yang ia rasakan untuk Arlan yang kini berbeda kota dengannya.
"Hallo Kak Arlan, aku sudah makan, aku sudah minum vitamin, tapi aku belum mandi dan aku janji gak akan tidur larut malam, laporan selesai," ucap Starla sambil tertawa, ia akan memberi tahu semuanya sebelum pria itu bertanya.
__ADS_1
"Laporan di terima," balas Arlan di seberang sana yang ikut tertawa juga. Ia senang, meski kini Starla berada di tengah-tengah keluarga mantan suaminya wanita itu tak mengabaikannya sama sekali.
"Bagaimana? ArXy baik padamu?" tanya Arlan.
"Hem, semua baik padaku," jawab Starla.
"Jangan terlalu betah, ada aku yang menunggumu di sini." Arlan tak hanya berucap tapi ia juga mengingatkan janji Starla yang hanya sampai lusa di ibu kota dan meminta untuk cepat kembali.
"Kamu merindukanku?" goda Starla sambil terkekeh geli sendiri, sebab bisanya ia yang merayu ia juga yang salah tingkah karna Arlan type pria yang serius jika di pancing seperti ini.
"Mau ku buktikan? aku datang sekarang dan membawamu pulang," tantang Arlan.
"Jangan macam macam, Kak, aku---,"
.
.
__ADS_1
.
Ehem...