
🍂🍂🍂🍂🍂
Hari yang di tunggu pun tiba, Starla yang sudah bersiap untuk pergi ke ibu kota kini tinggal menunggu Arlan untuk mengantarnya ke Bandara. Rindunya yang sudah sangat menumpuk membuat wanita cantik itu tak lepas mengembangkan senyum sambil membayangkan wajah cantik Chia. Mereka kini semakin terbiasa bersama, setiap pagi ia selalu mendapat telepon dari gadis kecilnya tersebut begitu pun jika malam. Namun untuk siang, jarang sekali meski kadang rasanya Starla ingin menghubungi Chia lewat nomer Amih.
Semua celoteh anak itu bagai candu untuk Starla yang tinggal sendiri, apa saja Chia ceritakan dan ingin ia dengarkan jika sedang bergantian.
Arlan pun datang, ia tak turun lagi dari mobilnya karna mereka sudah berencana untuk langsung ke bandara sebab waktu yang lumayan mepert dari jadwal keberangkatan.
45 menit di jalan, akhirnya mereka sampai juga. Starla langsung bergegas ke ruang tunggu setelah berpamitan pada Arlan yang akan kembali menjemputnya dua hari mendatang. Ya, Starla hanya dua hari di ibu kota karna pekan depan ia sudah mulai bekerja dengan Arlan.
Mau tak mau wanita itu mengalah juga dan menuruti keinginan teman baiknya. Entah harus menganggap apa pada Arlan yang sudah 5 tahun bersama dalam semua keadaan, mulai dari istri orang hingga kini menjadi janda muda kaya raya.
__ADS_1
.
.
.
Perjalanan udara yang di lalui Starla ia habiskan untuk melamun dan mempersiapkan diri bertemu dengan Chia serta papanya juga pasti. Ini adalah pertemuan kedua mereka dan Starla harap semua masih sama dan biasa yaitu sewajarnya saja. Dulu, hatinya berdebar tak karuan dan itu rasanya cukup normal mengingat mereka pernah ada hubungan dan sudah tak bertemu selama 4 tahun, selebihnya Starla hanya fokus pada Chia. Karna bukan debaran hati yang ia rasa lama kelamaan tapi justru rasa jantung yang malah ingin copot karna seringnya pria itu bicara tanpa basa basi dan malah terkesan secara tiba-tiba di dekatnya.
Turun dari pesawat, Starla terus berjalan bersama para penumpang yang lainnya dengan koper kecil di tangan yang ia tarik di bagian sisi kanan tubuhnya. Langkah pasti wanita cantik itu sedikit menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitar hingga ia langsung menoleh saat terdengar suara anak kecil perempuan yang pastinya sudah sangat ia hafal.
Starla yang melihatnya pun segera menghampiri dah memeluk Chia yang juga berlari kearahnya. Pertemuan setelah beberapa hari berpisah membuat ArXy sedikit terharu.
__ADS_1
Puas berpelukan dan menciumi seluruh wajah Chia kini Starla menggandeng anak itu menuju papanya. Tak ada sapaan apapun yang mereka lontarkan malah ekspresi keduanya seakan saling menunggu siapa yang akan buka suara lebih dulu.
"Napa, diem-diem?" tanya Chia bingung.
ArXy yang baru sadar pun menggandeng tangan putrinya yang satu lagi, jadilah Chia kini di apit oleh kedua orang tuanya sesuai dengan apa yang selama ini ia inginkan karna tanpa sepengetahuan Sang Papa, ia sering menganggap dirinya tak sama sebab hanya satu tangan yang menggenggam tangannya.
Seperti biasa, Starla duduk di depan dengan Chia dia atas pangkuannya. Ia mulai bercerita selama lebih dari satu jam menunggu.
"Kan sudah mama bilang, mama sampai sore, Sayang. Jamnya pun kan sudah mama beritahu," ujar Starla.
.
__ADS_1
.
Iya, Chia tau. Tapi papanya ayo ayo telus tuh..