
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Tawaran apapun yang di dengar Chio tak ada yang membuat ia tergiur termasuk mamanya yang ingin anak itu berpacaran agar punya kegiatan lagi selain bermimpi. Ia memang tak pernah tertarik meski kini umurnya sudah dewasa, calon penerus perusahaan Rahardian itu lebih memilih merangkai mimpi di banding keluar rumah untuk urusan yang tak jelas. hanya bisa di hitung jari orang yang kenal dengan anak itu. Untunglah dia lahir dari keluarga Singa yang tak punya teman pun tapi sepupu dan saudara sudah banyak sekali.
"Paling ribet tuh pacaran, sayangin anak orang, mending sayangin diri sendiri," ucapnya yang melempar ponselnya secara asal usai obrolannya dengan sang Mama berakhir.
Chio yang sudah bangun mau tak mau membersihkan diri, perutnya yang terasa lapar tentu membuatnya tak mau berlama-lama di kamar mandi.
Selesai dengan segala ritual di dalam kamar, ia keluar menuju ruang makan. Bangunan mewah itu tak ada siapa pun sama sekali kecuali ART.
"Bi, tolong bilang supir untuk siapin mobil saya yang merah ya," ucap Chio pada salah satu Pelayan yang sedang menyajikan makan siang untuknya seorang diri.
"Baik, Tuan."
__ADS_1
Chio makan dengan sangat lahap sambil berpikir mau kemana ia hari ini, tapi karna tak menemukan tujuan maka rumah utama lah yang jadi tujuan. Meski tak bertemu dengan para kakak sepupunya tapi setidaknya ia bisa bermain dengan keponakannya yang banyak itu.
"Duh, anak papa udah bangun?" suara seorang pria yang tepat di belakangnya pun sontak membuat Chio menoleh.
"Udah dong, udah ganteng loh, Pah," sahut Mama Starla.
Sepasang suami-istri itu duduk dengan putra mereka di ruang makan, andai tahu ada Chio yang sedang makan di rumah pastilah mereka tak akan lebih dulu mengisi perut di luar sebelum pulang.
"Ganteng sih jangan di tanya, ganteng banget malah ini," sahut pria muda itu dengan percaya dirinya sampai Mama dan Papaya mencibir lalu tertawa.
"Pah, Mama lupa cerita ya kalau hari ini ada anak baru yang kursus. Dia polos banget loh," kata Mama Strala yang saat memperhatikan Chio justru terlintas wajah Zevanya.
"Anak siapa?" tanya Papa ArXy yang di jawab gelengan kepala oleh istrinya sebab tak banyak data pribadi yang di berikan Irwan tentang gadis itu.
__ADS_1
"Jangan terlalu dekat dengan sembarangan orang, Mah. Kamu itu juga kan polos, ada yang baik sedikit langsung jadi temen deket yang ujung ujungnya jadi pendengar untuk mereka," pesan dan nasihat dari Papa ArXy untuk istri tercinta.
"Mama kenapa buka kursus masak dan bikin kue sih? kenapa gak buka layanan konseling, mama bisa tuh jadi psikolog atau mentor orang orang yang sedang bermasalah," timpal Chio yang tak mau kalah dengan papanya, karna ia memang tahu betul karakter wanita itu yang penyabar termasuk sabar saat membangunkannya setiap hari.
"Kalian ini! anak dan Papa malah samanya," jawab Mama Starla yang kesal namun malah membuat dua pria di dekatnya itu tertawa karna sudah berhasil membuat satu satunya wanita sang pemegang tahta tertinggi dalam hati merengut.
"Bisalah, kan Chio anakku, hasil usaha kerja keras si jagung bulu item," bisik Papa ArXy yang kali ini tak ingin di dengar putranya.
.
.
.
__ADS_1
Apa yang item??