
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ya ampun, Mah, segininya sama aku," keluh ArXy saat mengunci tubuh istrinya dalam pelukan.
"Lepas, aku mau mandiin Chio!"
"Nanti Chio mandi sama aku, sekarang maafin aku dulu Karna udah maksa kamu ke kantor. Ok, aku sadar salah dan sangat sangat salah memintamu ke sana padahal aku sudah tahu jika kamu tak pernah ingin lagi menginjak kan kaki mu di kantor, aku---,"
"Kalau tahu kenapa masih memaksaku?" potong Starla dengan cepat.
"Ku pikir tak akan selama ini, Sayang," ucap ArXy tak percaya dengan sikap istrinya yang ternyata masih saja terluka akan drama pengkhianatan yang ia lakukan dengan Sekertarisnya dulu.
"Selama apapun itu akan terus membekas, Pah. Aku tak dendam pada siapa pun aku hanya tak ingin mengingat dan bertemu dengan orang yang sudah sangat mengecewakanku, melihatnya saja itu seperti kamu menyeret ku kepada luka lama saat aku harus kehilangan semuanya dalam satu waktu yang berbarengan," jelas Starla dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Iya, aku minta maaf, ini tak akan terjadi lagi.".
" Aku tak masalah ia terus bersamamu sampai detik ini jika kalian bisa se profesional mungkin dalam bekerja, tapi ku mohon jangan pertemukan kami.l lagi, apa itu sulit?" tantang Starla setelah ia bicara panjang lebar.
__ADS_1
Andai ArXy tahu, seluas apa rasa ikhlas istrinya selama ini membiarkan pria yang di cintainya itu tetap dalam satu atap bersama perempuan yang sudah merendah dan melukai hatinya sebegitu dalam, ia sering cemburu dan merasa tak adil tapi semua itu kadang di patahkan lagi dengan segala bentuk perhatian dan ungkapan Cinta yang tak henti.
"Aku tetap cinta dan percaya kamu setia tapi bukan berarti aku sudah sembuh dari luka dan rasa trauma."
.
.
.
Satu minggu berlalu, bukan wanita namanya jika tak terus mengungkit masa lalu jika hatinya masih saja terdapat rasa jengkel yang belum tertuntaskan. Itu jugalah yang kadang membuat ArXy dan mungkin kaum laki-laki lainnya Frustasi jika menghadapi rajukan wanita halal mereka.
Seperti yang sekarang dirasakan ArXy, jika biasanya Chio sering bersama dengan mamanya kini justru berbanding terbalik. Anak itu tak mau lepas dari papanya bahkan mandi saja keukeh ingin dengan pria itu. Alhasil pasangan suami istri tersebut harus bertukar tugas. Chia tentu sudah maunya jika harus bersama sang Mama.
"Chio-- , sini ganteng. Sama Papa yuk pakai dulu celananya nanti di gigit Jajah," ujar ArXy meminta anak laki-laki tampannya mendekat.
Tapi, buka Chio namanya jika ia langsung menurut, karna akan ada banyak drama berguling yang di lakukan bocah tersebut sebelum ia bosan menghindar dan kabur kuburan seperti sekarang ini.
__ADS_1
"Eeeeh, kok gitu, Chio!" ArXy yang kaget dan khawatir langsung menangkap anaknya tapi jagoan Rahardian tersebut berhasil berguling kembali dan melalukan hal yang sama hingga berulang kali sampai ArXy gemas dan ingin mengigit pipinya yang semakin bulat jika sedang tertawa namun otaknya malah terus berputar seolah mengingat ingat sesuatu yang mungkin saja terlewatkan.
"Mah, sini deh sebentar," panggil ArXy pada istrinya.
"Apa?"
"Liat tuh kelakukan Chio," kata pria itu sambil menunjuk kearah putra mereka.
"Memang kenapa?" tanya Starla.
.
.
.
Dari tadi begitu terus, perasaan kita gak pake gaya itu ya pas bikin Chio?
__ADS_1