Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Pria Simpanan Istri Mafia # 20


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Zevanya--," panggil Mama Starla saat gadis itu keluar dari ruang kursus, sudah beberapa jam di sana dan kini saatnya ia pulang.


"Iya, Nyonya."


"Besok siang kan kamu libur? apa bisa kita makan siang sama sama?"


Zevanya yang mendengar penawaran itu langsung diam, ia tak bisa berkata kata sebab itu adalah hal yang tak mungkin terjadi.


"Maaf, Nyonya. Saya--, saya tak bisa," jawab Zevanya yang lalu menunduk kan kepala sebab ada rasa tak enak karna yang menawarinya adalah sang pemilik tempat ia kursus.


"Oh, begitu. Baiklah. Mungkin lain kali ya," ucap Mama Starla yang pastinya kecewa namun ia masih menyempatkan untuk tersenyum.


Wanita paruh baya itu hanya ingin memastikan jika Chio memang sedang ada hubungan dengan Zevanya, hati nya selalu berkata jika sang putra sedang menaruh rasa pada gadis itu.


"Iya, nanti saya usahakan jika ada waktu, Nyonya," balas Zevanya, entah waktu yang seperti apa karna nyatanya selama ini waktu yang ia punya begitu banyak hanya saja memang ia tak punya kesempatan untuk bebas.


Mama Starla hanya tersenyum sambil mengusap pipi mulus Zevanya, ia ingat putrinya yang tak kalah cantik.


"Ya sudah, pulang lah kalau begitu. Hati hati di jalan ya, sampai bertemu lusa," ucap Mama Starla.

__ADS_1


"Iya, Nyonya. Saya permisi."


Zevanya yang akhir nya pamit masih di tatap dengan intens oleh Mama Starla yang sampai tak sadar jika sang suami sudah berdiri di samping kanannya.


"Mah--, liatin apa sih?" tanya Papa ArXy yang bingung sendiri karna di depan istrinya jelas tak ada apa pun kecuali pintu dan...


"Mama liatin satpam ya?"


Wanita dengan dress berwarna putih gading itu pun langsung menoleh saat mendengar tuduhan dari si ManDud.


"Enak aja!" cetus Mama Starla yang lalu pergi ke menuju ruangannya.


**Ceklek**


"Sayang--, kamu beneran tadi--," ucap Papa ArXy yang langsung berhenti saat mendapat tatapan tajam dari istrinya.


"Aku cemburu loh kalau sampe iya!" lanjutnya sambil mendengkus kesal.


"Memang, selama ini apa yang membuat tak cemburu, hem?" tanya Mama Starla dengan kedua tangan yang sudah ada di pinggang rampinnya.


"Sama anak anak aja cemburu! nih kalau bisa sama pulpen pun kamu cemburu, Pah!" kata wanita itu lagi.

__ADS_1


"Iyalah! kamu sering pegang itu di banding pegang aku!" keluh Papa ArXy tanpa dosa yang malah di tambah dengan bibir yang sedikit mengerucut sebagai tanda ia jelas sedang merajuk.


"Terserah kamu lah, Pah! susah emang kalau masih ada sisa sisa penyesalan," sindiran Mama Starla.


Papa ArXy yang merasa pun langsung memeluk ibu dari dua anaknya. Rasa takut kehilangan lagi jauh lebih besar sekarang.


"Maaf ya, Mah," ucap Papa ArXy lirih dan penuh sesal.


"Mamah tuh tadi habis liatin Zevanya, murid Mama yang pernah di ceritain tempo hari itu. Kayabya dia ada hati dengan Chio."


"Terus kenapa? biarin aja, si pangeran tidur kan udah gede, Mah," sahut Papa ArXy yang tak pernah masalah selagi wanita yang di dekati putranya baik dan sopan.


"Mama cuma mau mastiin aja, benar atau tidaknya mereka ada hubungan, Pah."


.


.


.


Hem, Oklah.. kalau begitu saatnya kita terawang pakai baskom ajaib...

__ADS_1


__ADS_2