Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Hasutan ArXy..


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ini untuk Chia, ini untuk Mama dan ini untuk Papa," kata ArXy setelah ia kembali dari kedai Kebab Turki yang tadi di pesan Tuan putri Rahardian.


Chia yang betepuk tangan senang membuat orang tuanya terkekeh ikut bahagia. Selama bertemu lagi dengan Starla, bocah cantiknya itu kian bertambah berat badannya karna menurut Chia makan dari tangan mamanya terasa tak ada kenyangnya, ia sulit berhenti saking menikmati apa yang masuk kedalam mulutnya itu, terbukti pipinya kian bulat dan tubuh semakin berisi jadi tak salah jika anaknya itu semakin berat. Dan ArXy sama sekali tak mengizinkan Starla untuk menggendong nya apapun alasan anak itu.


"Mau coba punya Mama?" tawar Starla pada Chia yang di jawab gelengan kepala.


"Nda, ah. Pedes ya?"


"Enggak, punya Papa yang pedes nih," sahut ArXy.


Chia tetap menggelengkan kepala karna miliknya jauh lebih enak pasti. Suara gelak tawa dan obrolan membuat waktu terasa begitu cepat berlalu hingga mereka memilih untuk pulang.


"Chia menginap di rumah ku ya, Kak ArXy bisa cari hotel dekat sini," ucap Starla yang langsung membuat pria yang fokus pada jalan itu menoleh dengan cepat.


"Bukannya di rumah mu ada dua kamar?" tanya ArXy, ia tentu ingat hal itu.


"Yang satu gak ada ranjang, itu kosong karna memang gak ada yang isi selama ini," jelas Starla.


"Aku bisa tidur di ruang tamu, aku pernah tahan di tidur di sofa selama satu tahun. Jadi, untuk satu malam saja rasanya tak apa," jawab ArXy menolak secara halus.


Starla tersenyum lalu menggelengkan kepalanya, ia tak berniat mengizinkan ayah dari putrinya untuk tidur di rumah miliknya. Apapun alasannya ia tetap meminta mantan suaminya tidur di hotel atau apapun itu terserah padanya.


"Tak baik, rumahku kecil, tak seperti rumahmu yang banyak jarak. Bagaimana pun ada rasa antara aku padamu," Toloknya lagi halus.

__ADS_1


"Aku tak akan melakukan apapun padamu," Balas ArXy yang paham dengan apa yang di katakan oleh Starla barusan.


"Tetap saja, jangan hanya karna Chia kita menghalalkan banyak cara. Jika masih bisa di batasi tolong batasi," mohon nya lagi.


ArXy diam, jika saja ia tak bertekad untuk berubah mungkin saat ini ia sudah melayangkan banyak protes sambil memaki Starla seperti dulu, dan ia pun tak akan lupa menyeret nama Arlan dalam adu argumennya itu. Tapi, ia masih ingat tujuannya datang tak lain untuk membuat Starla tetap nyaman dengannya. Namun, itu tentu bukan kepura-puraan semata selagi ia terus berusaha dan hasil akhirnya biar Tuhan dan Starla yang menentukan.


"Hem, baiklah aku akan menginap di hotel tapi buka kan pintu saat aku datang pagi nanti, Ok."


Starla mengangguk setuju, entah pagi jam berapa yang di maksud pria itu karna ia pun harus bersiap ke kantor juga mengingat baru dua hari ia kembali aktif menjadi sekertaris CEO lagi.


Mobil tetap tak di masukkan ke garasi, Starla turun dari kendaraan mewah itu bersama dengan ArXy yang menggendong putri mereka menuju kamarnya, ArXy merebahkan tubuh Chia di tengah ranjang sedangkan Starla membuka sepatu dan kuncirannya, kadang ia suka kesal sendiri melakukan hal tersebut karena ArXy terlalu detail menguncir dan menghias rambut Putri mereka.


"Dia kursus kah? kalau bikin iketan rambut rumit banget," gumam Starla, yang ia tahu Chia memang tetap di urus oleh pria setiap selesai mandi.


"Ini beneran tidur apa cuma modus mau nginep sih?!" cetus Starla kesal sendiri padahal mereka sudah bicara panjang lebar saat di mobil tadi d


tapi ujung-ujungnya pria itu benar-benar tergeletak di sofa.


Starla langsung mengunci pintu dan jendela serta memastikan mobil ArXy aman meski di pinggir jalan. Setelah dirasa semua beres, ia pun kembali masuk kedalam kamar bersiap untuk tenggelam di alam mimpi sambil memeluk tubuh mungil putri semata wayangnya yang semakin terlihat cantik saat terlelap.


.


.


Cek lek...

__ADS_1


Arlan masuk kedalam rumah Starla seperti biasa, ia tak menaruh curiga apapun karna mobil yang terparkir di depan tak ia kenali pemiliknya, tapi rasa keterkejutan itu justru ia rasakan saat melihat ArXy masih mendengkur halus di ruang tengah sedangkan Starla duduk sendiri di meja makan dengan segelas kopi juga Laptop di depannya.


"La, maksudnya apa ini?" tanya Arlan meminta kejelasan tentang hadirnya si mantan bosnya itu dirumah wanita yang begitu ia inginkan untuk di halalkan.


"Yang mana?" tanya Starla masih mode tenang dan pura-pura tak paham.


"ArXy menginap di rumahmu? kapan dia kesini dan jangan katakan jika kamu akan ikut kembali ke ibu kota dengan alasan Chia!" sentak Arlan yang begitu terlihat ketakutan dan panik sendiri.


"Kamu mempermasalahkan itu? kenapa dengan Chia? dia putriku, Kak!" Starla tak kalah menaikan nada bicaranya.


"Aku tahu, dan tak perlu kamu beri tahu hal itu, jangan campur adukkan masalah pribadi dan pekerjaan dengan terus beralasan dengan demi Chia," ujar Arlan yang akhir akhir ini si buat kesal dan cemburu pada gadis kecil yang padahal sejak dalam perut selalu ia perhatikan.


Rasanya wajar bukan jika seorang ibu yang baru bertemu putrinya hanya memfokuskan semua perhatian pada sang buah hati, dunia Starla kini mamang hanya tertuju pada Chia, semua perhatian berpusat pada gadis kecil itu bahkan setiap ada waktu senggang ia memilih menelepon Chia berjam-jam dibanding keluar atau mengobrol dengan Arlan seperti dulu, perubahan drastis itu ternyata membuat Arlan merasa di sisihkan.


"Kamu mengungkitnya? bukankah aku sudah minta izin, kalau kamu merasa di rugikan silahkan potong gajiku bulan ini, aku tak masalah karna waktu bersama putriku jauh lebih berharga," jawab Starla yang sedikit kecewa, ia akui ini memang salahnya tapi jika saat itu ia tak sadarkan diri mungkin esoknya akan langsung pulang kembali, kesehatannya itulah yang membuat ArXy terutama mertuanya mencegah ia untuk pulang dan Arlan memang tak hal itu, yang pria tahu Starla hanya bersenang-senang dengan anak dan mantan suaminya.


"Maksudku bukan begitu, La. dengerin aku dulu, aku--, "


.


.


.


Pecat aja pecat, sekertaris kaya gitu memang meresahkan, cari lagi gih yang baru yang lama biar suruh pulang kampung...

__ADS_1


__ADS_2