Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Pria Simpanan Istri Mafia #08


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂


Zevanya yang tak ingin menunggu lama akhirnya hari itu juga kursus memasak di tempat Nyonya Starla. Terlebih Irwan pun ada urusan mendadak yang harus ia selesaikan dengan Tuan Max. Jadilah Zevanya di tinggalkan di tempat tersebut dan akan di jemput oleh supir dua jam mendatang.


"Berapa usiamu, Zevanya?" tanya Starla.


"Dua puluh tahun, panggil saya Zeva saja, Nyonya," pinta gadis itu.


"Baiklah, Zeva. Apa kamu bercita cita ingin menjadi koki? atau berniat ingin membuka usaha Resto?" tanya Starla lagi.


Karna yang ia tahu dari Irwan jika Zevanya itu adalah kerabatnya, pernikahan gadis tersebut dengan Tuan Max memang selalu di sembunyikan, yang orang lain tahu selama ini pria tersebut masih menyandang status Duda, padahal nyatanya ia menikahi Zevanya di depan dan atas permintaan istri sahnya sebelum menghembuskan napas terakhir 5 tahun lalu.


"Tidak, Nyonya. Aku hanya ingin melakukan sesuatu untuk diriku sendiri saja. Selama ini aku anggap waktu yang ku lewati tak berguna, hidup dalam rasa sepi tak punya arah tujuan," jawab Zevanya dengan tatapan kosong.


Melihat hal tersebut, Starla seolah melihat dirinya puluhan tahun silam dimana ia pun kini sebatang kara jika tak ada suami dan kedua anaknya.


"Zeva, tak ada yang tak berguna selagi kamu ada di tengah orang-orang yang menghargaimu, Cantik," ucap Starla memberi semangat.


.


.

__ADS_1


.


Di rasa sudah cukup berbincang di ruang tunggu bahkan tak sengaja justru malah sedikit mencurahkan isi hati, keduanya pun bergegas kearah dapur, disana sudah ada beberapa koki handal yang siap mengajari para pemula seperti Zevanya.


"Kamu bisa disini dulu, tak langsung belajar memasak melainkan mengenal semua jenis sayur dan peralatan serta kegunaaanya," ucap Starla pada Zevanya.


Ia adalah salah satu Owner yang sangat baik sebab sering turun tangan langsung ke dapur untuk mengecek semuanya sendiri.


"Baik Nyonya," jawab Zevanya yang sepertinya tak sabar.


"Saya tinggal ya, disini kamu tak hanya mendapat ilmu dan pengalaman tapi juga teman baru. Semoga menyenangkan," pamit Nyonya Rahardian tersebut.


Sedangkan Starla yang keluar dari area dapur langsung menuju ruangannya di lantai tiga. Ia masuk kedalam sana lalu menjatuhkan boKOngNya di salah satu sofa depan meja kerjanya.


Dengan ponsel yang ada tangannya kini ia berusaha menghubungi anak laki-lakinya yang saat ia tinggal dari rumah masih betah bermimpi..


Drrrt... drrrt... drrrt...


Mama Starla yang kesal karna hanya mendengar suara nada tunggu ingin sekali membanting ponsel mahalnya, karna bisa di hitung dengan jari kapan anak itu langsung mengangkat saat di hubungi.


"Ayo dong, Chio. Mimpi terus sih!" gerutu wanita itu kesal bukan main dengan kelakuan sang putra pewaris Rahardian tersebut.

__ADS_1


Sekali lagi, Mama Starla yang masih punya stok sabar mencoba menghubungkan AleXio yang kali ini ia bisa bernapas lega karna panggilannya di jawab meski dengan suara serak.


"Chio, udah bangun, Sayang?"


"Di bangunin Mama," jawabnya jujur, karna jika bukan ponselnya yang terus bergetar ia tak mungkin mau membuka kedua matanya tersebut.


"Ya memang kamu harus bangun, Chio Meski kuliahmu libur tapi bukan berarti kamu habiskan waktumu di ranjang terus menerus," ucap Mama Starla yang jika saja bukan ibunya pasti sudah akan bosan sekali menasehati hal yang sama pada putranya itu.


"Kalau gak tidur mau ngapain?" tanya Chio.


"Main lah, minimal pacaran gitu," jawab Mama Starla dengan nada menyindir.


"Gak punya, Mah."


.


.


.


Mama kasih, mau gak?

__ADS_1


__ADS_2