Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Season 2 # 41


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ruang Presiden Direktur yang bagi orang lain cukup menyeramkan itu tentu tidak bagi para DiRut yang tak lain para sepupunya juga, dimana mereka akan satu server dan tujuan jika membahas soal ranjangan, jika dulu ArXy cukup menjadi team nyimak dan bahan ledekan dari yang lain kini justru ia yang paling heboh sendiri, jika di lihat dari tingkahnya ArXy mirip seperti bocah kecil yang baru dapat mainan baru jadi tak salah jika ia sedang senang-senangnya dan terlalu bersemangat untuk melakukan hal menyenangkan tersebut.


Tapi topik kali ini berubah, mereka tak sedang membahas proses pembuatan bayi dimana Sang belut masuk rawa, Pistol air tembak menembak di area perang, atau juga nikmatnya nyeh uwa uwa dan tentang Jagung ArXy di belahan Apem sobek.


Justru tema siang menjelang sore sebelum pulang itu adalah bagaimana sulitnya mereka menuruti keinginan ngidam para istri yang kadang ingin membuat Si suami suami itu tenggelam atau pindah ke planet lain, tapi jika ingat betapa nikmatnya saat berproses tentu mereka semangat untuk mencari apapun yang di inginkan Sang calon buah hati mereka.


Apalagi itu adalah keturunan Gajah, jika tak di ikuti bersiaplah di beri bom besar di atas ranjang oleh Si yang punya cerita.


"Nikmatin aja, ManDud. Itu hasil muntahan Si jagung bulu item kebanggaan lo yang sempet hampir karatan itu, kan?" ledek Skala sambil tertawa.


"Ampun, tuh mulut si Mpet, pengen gue suruh Si MariMar cium lo dah," balas ArXy yang jagungnya selalu menjadi bahan ledekan karna beberapa waktu lalu memang tak berfungsi seperti pada umumnya.


"MariMar aja ya, gak boleh Madu, ntar kena Rabies dia," timpal Rain yang kemejanya sudah tak berbentuk akibat di aniaya oleh ketiga sepupunya itu.

__ADS_1


"Enak aja, Si panjang, kuat, besar dan---,"


"STOP! otak gue Travelling, mohon jangan dilanjut," potong Mak Othor dari kolong meja.


"Nah, suhunya bersuara, jadi jangan salahkan kita, Pemirsah kalau mesum terus ya, " sahut ArXy yang akhirnya mengundang gelak tawa dari yang lain.


Mereka memang sengaja berkumpul karna para pawang juga sedang melakukan hal yang sama, dimana kini ada 4 menantu Rahardian sedang duduk di meja makan rumah utama.


.


.


"Enggak, sih, sekarang mau kok, buktinya itu mau temenin aku makan mie di parkiran pantai tepat di bawah pohon kelapa," sahut Starla yang kini sudah bisa berbangga diri karna bisa merasakan bagaimana indahnya di Ratukan seperti ketiga wanita yang sedang bersamanya kini.


"Syukur kalau gitu, ikut seneng ya. Tapi emang seru sih acara perngidaman, tapi Si Daddy gak. mau nambah anak," keluh Qia yang sedikit kecewa dengan keputusan Skala yang tetap ingin istrinya menjadi yang paling cantik baginya dan dua putra mereka.

__ADS_1


"Mungkin dia gak mau cari ketan sama kepala ayam malem malem lagi," timpal Starla sambil tertawa begitu pun dengan yang lainnya. Obrolan sederhana yang membuat mereka semakin dekat dan akrab tanpa harus ada rasa iri dan dengki karna selama ini para wanita itu sudah cukup lelah mengurusi suami suami bucin mereka tersebut.


"Kamu gak mau nambah anak lagi, Rin?" tanya Qia.


"Enggak, ah. Ini sudah lebih dari cukup," jawab Rindu sambil tersenyum.


"Loh, kenapa?" tanya yang lain berbarengan.


.


.


.


Pusing sama Si bayi besar yang uring uringan kalo anaknya lagi Nyeh uwa uwa..

__ADS_1


__ADS_2