
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kok, bengong?" tanya Starla pada suaminya yang masih diam di tempat tak memberi tanda untuk bangun dari duduknya.
"Cari kemana?" akhirnya ArXy balik bertanya juga.
"Mana aku tahu, cepetan ih, aku laper, Pah."
"Bikin aja ya, kamu tunggu sini biar aku bangunin koki, Ok," ucap ArXy sambil mendudukan istrinya namun Starla menahan dirinya yang membuat ArXy mengernyitkan dahi.
"Kenapa?"
"Kelamaan, mending beli aja aku tinggal bikin, Pah," tolak nya lagi yang kali sembari merengek manja, terlihat menggemaskan namun juga menjengkelkan karna meminta Bakpao di saat yang tak tepat.
ArXy menarik napas sambil terus berpikir, kali ini ia tak bisa mengandalkan siapapun seperti saat di kehamilannya Chia yang semua ia limpahkan pada Arlan sang Asisten Pribadi yang dulu malah sibuk mengurus perngidaman istrinya hingga persalinan. Jika ingat itu rasanya menangis darah pun tak akan sebanding dengan rasa sesalnya, jadi tak salah jika kiki ArXy kini sangat menyayangi putrinya karna sempat ia abaikan kemanjaan nya sejak dalam kandungan.
Beruntungnya, ada kesempatan kedua baginya yang tak hanya sekedar menebus kesalahan tapi juga memperbaiki diri dan Tuhan justru malah melimpahi kebahagiaan yang berlipat kali ini.
"Ya udah, aku coba cari, tapi tunggu sini ya," pesan ArXy yang di jawab lagi dengan gelengan kepala.
"Ikut."
"Nanti Chia nangis, Mah. Aku lagi tanya kena omel dia, bilang aku yang culik kamu padahal emang mamanya yang nawarin di culik."
__ADS_1
Plaaaak...
"Berisik, malu ih," ujar Starla yang memang kedua pipinya sudah merah merona.
ArXy hanya tersenyum kecil, jika cinta tak datang terlambat mungkin kebahagiaan ini sudah sejak dulu hadir dalam hidupnya. Tapi karna kesombongan yang teramat mengusai hati, ArXy seakan tak butuh istri sejak hadirnya Sang buah hati.
Keduanya naik lagi ke lantai atas menuju kamar mereka, ArXy mengambil kunci mobil sedangkan Starla mengganti baju ke yang lebih rapih dan tebal, tubuh langsing tak pernah kuat pada angin malam yang menerpa.
"Satu, dua, tiga." Hitung ArXy yang kini di tepi ranjang.
"Mamaaaaa, Mama Chia mana?" teriak Chia saat merasa tak ada yang memeluknya.
"Ada nih, Chia. Gede begini," sahut sambil menarik tangan istrinya.
"Mama mau pergi sama Papa cari Bakpao, Chia mau ikut gak?"
"Mauuuu, jangan tinggalin Chia," jawabnya yang kini sudah menjatuhkan kepalanya di ceruk leher sang Papa.
"Sudah ku duga," kekeh ArXy.
Bisa ada badai besar jika Chia menolak karna isi dunia akan bingung jika gadis itu sampai bilang tak mau atas ajakan yang di ArXy ajukan barusan.
Starla hanya tersenyum setelah ia mengusap pelan punggung putrinya di gendongan sang suami.
__ADS_1
Kini, mereka bertiga sudah siap untuk keluar rumah dengan mobil mewah yang di Kendarai oleh Tuan Muda Rahardian, sedangkan Starla pun tak tinggal diam ia juga ikut mencari lewat ponselnya berharap ada satu alamat yang bisa pasti mereka datangi di jam 3 ini.
"Gimana, ada gak??" tanya ArXy yang tak menoleh karna ia fokus pada jalan di depannya.
"Gak ada, semua tutup, bukanya besok sekitaran jam 9an, pah," jawab Starla sedih dan kecewa.
"Hadeuh, besok besok kalo mau ngidam pas Emaknya Cimol terbit aja, Baby." ArXy memohon sambil mengelus perut istrinya yang masih Rata.
"Emang kalau sekarang kenapa?"
"Susah nyarinya, Sayang. Kecuali kamu mau mie sama telor, baru ada."
"Eh, enak juga tuh Mie sama telor, Pah. Aku mau dong," pinta Starla dengan nada senang seperti baru menemukan harta karun.
"Beneran?" tanya ArXy memastikan.
.
.
.
Iya, tapi makannya di parkiran pantai ya...
__ADS_1