Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Rasa yang masih sama.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


ArXy yang berjanji akan pulang di siang hari nyatanya datang kerumah sakit usai jan makan malam karna ia harus mendadak ke luar kota, dan di saat disana itulah ia baru di beri kabar jika putri semata wayangnya itu masuk rumah sakit.


Chia tiba-tiba demam dan muntah dengan mata yang merah, siapapun akan panik karna Chia jarang sekali sakit.


Ia terus saja memaki dirinya sendiri karna tak bisa meninggalkan pekerjaan demi buah hatinya, tapi ArXy masih sedikit bersyukur karna semua cepat selesai.


Dari bandara, ia langsung menuju rumah sakit, tak peduli betapa lelahnya ia saat ini asal bisa melihat dan memeluk Chia nya pasti rasa itu akan menghilang begitu saja.


Cek lek


"Chia, papa pulang, Sayang," seru ArXy saat membuka pintu dan masuk kedalam ruang rawat inap yang bak hotel bintang 5 tersebut.


Langkah kaki pria dewasa itu berhenti saat melihat sesuatu yang tak mungkin terjadi, ada seorang wanita di ranjang putrinya yang terlelap sambil memeluk anak mereka.


"Starla," gumam ArXy.


Sebuah nama yang bisa ia hitung pakai jari berapa kali ia menyebutnya selama berumah tangga, tapi bukan berarti ada panggilan sayang lainnya, hanya saja mereka sungguh jarang berinteraksi. ArXy selalu bertanya atau membahas sesuatu secara langsung tanpa ada basa basi di awal.


ArXy mengusap wajahnya secara kasar, sepulang dari kota X, ia memang tak mencari tahu lagi tentang keberadaan mantan istrinya karna yang pria itu pikir Chia akan lupa dengan seiringnya waktu, tapi ArXy lagi lagi salah besar karna nyatanya sang Putri justru terbaring lemah di rumah sakit.


Waktu menunjukkan pukul 9 malam, tak ada siapapun di sana selain mereka bertiga. Chia dan kedua orangtuanya. ArXy yang duduk melamun langsung menoleh saat ia mendengar ada suara dari ranjang Chia.


Pandangan yang saling bertemu itu membuat Starla kaget meski ia sudah mempersiapkan dirinya. Suka tak suka malam ini mereka pasti bertemu karna mantan suaminya itu tak mungkin tak datang kerumah sakit untuk melihat keadaan anak kesayangannya.


Tak ada tegur sapa diantara keduanya, Starla turun dari ranjang dan berjalan kearah kamar mandi, kepergian Starla adalah kesempatan bagi ArXy untuk mendekat karna sejak tadi ia belum mencium Chia yang terlihat begitu nyaman dalam pelukan mamanya.


"Papa datang, Sayang. Maafin Papa ya," bisik ArXy pelan lalu mencium kening dan kedua pipi Chia dengan sangat lembut karna takut gadis kecilnya itu terbangun.


Begitu banyak sesal di dalam hati seorang ArXy, jika sudah begini ia pasti akan bingung sendiri karna kedatangan Sang mantan istri tak ada dalam rencana hidup bahagianya bersama Chia.


Ceklek

__ADS_1


Suara pintu kamar mandi yang terbuka terasa begitu menggelitik di telinga ArXy, ia tak menoleh ke sumber suara itu, hanya kembali mencium Chia lalu beranjak menuju sofa lagi.


Mereka bagai berada di 4 tahun lalu, dimana saling menganggap tak ada walau entah ada berapa tanya yang hinggap di kepala.


Starla kembali berbaring diatas ranjang, menarik tubuh mungil sang buah hati lalu bersiap mengarungi mimpi lagi.


Sama seperti dengan ArXy, ia juga merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang dengan pandangan tepat keatas langit langit, tanpa selimut dan tanpa pelukan KhayXyLa NauRahardian Wijaya.


Ia cemburu sungguh sangat sangat cemburu, karna malam ini ia harus tidur sendiri. ArXy merasa ada sesuatu yang hilang dari dalam dirinya.


.


.


.


Suara gelak tawa Chia yang menggelitik telinga ArXy tentu membuat pria itu bangun dengan cepat, awalnya ia bingung berada dimana karna rasanya sudah lama sekali ia tak tidur di sofa seperti ini setelah menyandang status duda.


"Chia--," panggil ArXy yang sudah duduk.


"Papa, Papa sini, Pah." Chia pun langsung meminta papanya untuk mendekat.


ArXy bangun dan berjalan kearah ranjang, ia mendekat setelah Starla mundur dan perlahan menjauh dari anak dan mantan suaminya.


"Maafin papa ya, Chia sampai sakit kaya gini," ucap ArXy penuh sesal setelah ia kembali menciumi wajah cantik putrinya.


"Chia pusing, Papa. Perut Chia sakit banget," adunya kemudian. Sepulang dari kota X porsi makannya memang hanya setengah dan itu pun harus di paksa, mungkin itulah alasan kenapa sampai demam.


"Lalu sekarang?" tanya ArXy sambil mencubit pipi Chia yang sedikit tirus namun tetap terlihat cantik.


"Udah nda pusing, kan udah ketemu Mama."


Deg...

__ADS_1


Jantung ArXy seakan berhenti berdetak detik itu juga, sebutan Mama pada Starla menandakan jika gadis kecilnya sudah tahu jika wanita itu yang melahirkannya 4 tahun lalu.


"Oh, sekarang ada Mama ya," ucap ArXy dengan nada berat bahkan hampir tercekat.


"Iya, Onty pelinya Chia taunya Mama, Pah."


ArXy langsung mengernyitkan kan dahi, kali ini ia langsung menoleh kearah Starla yang berdiri dengan gelas berisi air putih di tangannya.


"Yang di panti asuhan itu kamu?" tanya ArXy langsung seperti biasa tanpa basa basi.


Starla hanya mengangguk tanpa jawaban lewat suaranya. Rasanya masih sangat canggung berhadapan dengan si masa lalu yang memberinya banyak luka dan air mata. Ia yang selama ini mati-matian melupakan justru kembali di pertemukan.


"Maaf, kemarin kalian ke rumahku, tapi aku justru kemari," ucap Starla yang sudah di ceritakan semalam oleh ibu mertuanya.


"Hem, " hanya deheman pelan yang diberikan ArXy seperti biasa.


Kini, waktu ArXy yang bersama dengan Chia meski hanya sekedar mengobrol dan sedikit bercanda sebab semua sudah di urus oleh Starla.


"Sebental lagi Chia pulang, Pah. Mama ikut kan? katanya Mama udah sekolahnya."


ArXy diam dan bingung memberi jawaban, ini sungguh terlalu tiba-tiba dan belum ada waktu untuk mereka bicara berdua.


"Chia pulang dulu sama Papa ya, nanti Mama nyusul Chia," jawab Starla yang mau tak mau kembali ke ranjang untuk merayu putrinya.


"Nda, Chia mau sama Mama!" tegasnya.


ArXy membuang napas kasar sedangkan Starla menggigit bibirnya. Pasangan yang tak lagi halal itu sedang berpikir keras mencari alasan lain.


.


.


.

__ADS_1


Lain kali ya, Chia. Karna Mama harus pulang dulu sama Uncle..


__ADS_2