
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Persiapan Chia masuk Sekolah Dasar membuat fokus Starla kini bercabang kemana-mana, belum lagi suaminya yang sudah tiga hari membawa sisa pekerjaannya ke rumah hingga harus bergadang sampai lewat tengah malam, kadang ia yang berniat berdiskusi tentang anak-anak harus di urungkan kembali saat melihat pria itu nampak lelah dengan semua yang ia kerjakan.
Semakin terasa sempurna dan bahagia perjalanan sebuah keluarga nyatanya ada saja kerikil kecil yang menghantam yang jika saja tak di bicarakan justru akan berubah menjadi badai besar yang siap memporak-porandakan semua benteng kepercayaan dan kesetiaan.
"Pah, ada yang bisa ku bantu?" tanya Starla yang kini sudah duduk di sebelah suaminya.
ArXy pun lantas menoleh, ia langsung menggeleng kan kepala pertanda jika semua bisa di urusnya tanpa bantuan sang istri.
"Kamu sudah lelah mengurus anak kita, istirahat lah sana," titah ArXy yang tak mendapat jawaban.
"Tak apa, aku bisa membantu meski tak banyak, Pah," kata Starla yang kembali menawarkan diri.
ArXy tetap tersenyum dan menggelengkan kepalanya, apa yang ia kerjakan tak akan sebanding dengan tugas Starla sebagai istri dan anak dimana itu lebih melelahkan juga memusingkan jadi tak heran jika memang bayarannya bukan kekayaan dunia, tapi SURGA.
ArXy meminta istrinya untuk tidur di atas pangkuannya, tak perlu di bantu tapi cukup di temani saja ia sudah sangat senang.
__ADS_1
"Ada cerita apa hari ini?" tanya ArXy.
"Hem, banyak. Sampai bingung mau yang mana dulu," jawab Starla sedikit terkekeh.
ArXy tetap mengusap kepala ibu dua anak itu, kadang banyak kalimat yang sengaja ia ganti agar lebih enak di dengar, contohnya barusan. Di banding ia bertanya 'Ngapain aja seharian tadi?' ia lebih suka meminta Starla untuk bercerita padanya.
Anak satu saja sudah banyak memberi warna, apalagi kini ada dua malaikat kecil yang menemani dan menambah kebahagiaan untuk mereka semua. Starla semakin di buat merasa sempurna akan hadirnya Chio, bagaimana pun ini pertama kalinya ia mengurus batita yang ternyata cukup menguras pikiran dan tenaga. Chia yang di tinggalkannya sejak umur 43 hari tentu membuat Starla tak tahu apa saja yang di lakukan putrinya tersebut sampai mereka di pertemukan lagi di 4 tahun kemudian.
.
.
.
"Ya ampun!" pekik Starla saat melihat jam yang ada di atas TV. Ia bangun dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri mumpung Chia dan Chio belum bangun.
Starla yang baru keluar dengan hanya memakai jubah handuk kembali ke arah ranjang karna melihat putranya sudah bangun dan sedang mengoceh sendiri, ia yang khawatir Chio jatuh pun langsung menggesernya ke tengah.
__ADS_1
"Kesiangan ya, baru bangun," kata Starla sambil mengeluarkan salah satu wadah gizi alami untuk putranya.
Chio yang senang langsung bertepuk tangan dan melahapnya, Starla begitu menikmati perannya yang kini benar-benar menjadi seorang ibu sungguhan, dan ia menoleh saat merasa ada yang menghampiri, siapa lagi jika bukan suaminya yang datang dengan wajah menggemaskan.
Starla yang peka dengan tatapan mata ArXy ke Chio hanya bisa mengelus pipi pria tersebut agar lebih tenang.
"Sabar," ujarnya sambil terkekeh dan itu membuat ArXy semakin merasa menjadi manusia yang paling menyedihkan.
.
.
.
Fix, saya mengIRI padamu Alexio..
__ADS_1