
Part 10
Raisa meletakkan kantong plastik berisi tepung dan bahan kue lainnya. Pagi-pagi sekali, ia sudah sampai di ruko di temani dengan suaminya— Rahman.
"Kata Kavin, lusa Alina launching buku barunya ya?" tanya Rahman pada sang istri.
Raisa mengangguk. "Semalem juga Alina nelpon ngabarin."
Rahman tersenyum. "Meskipun anaknya udah besar, ternyata dia gak bosen nulis ya?"
Raisa mengangguk dengan senyuman. "Namanya juga hobi. Apalagi dari kecil cita-citanya memang jadi penulis."
Rahma mengangguk. "Kita harus bangga punya anak seperti Alina."
"Iya, apa lagi selama ini dia gak pernah yang namanya bikin malu orangtua atau bikin orangtuanya kecewa," ucap Raisa.
"Bener! Bahkan malah kita yang suka bikin dia kecewa."
Raisa tersenyum dan memandang foto keluarga yang terpasang di dinding toko kuenya.
'Tring!'
Lonceng berbunyi, seorang masuk ke dalam toko membuat Raisa dan Rahman menoleh.
"Loh, Kana?" ucap Rahman yang melihat cucunya datang.
Kana tersenyum dan mencium tangan Oma dan Opanya.
"Kamu tumben pagi-pagi kesini? Memang gak sekolah?" tanya Raisa pada cucunya.
"Sekolah kok." Kana menghela napas. "Ma, Kana mau ngomong penting sama Oma."
Raisa menaikkan kedua alisnya. "Ngomong apa?"
Kana menatap sekeliling. "Tante Susi ada di dalem gak?" tanyanya.
Raisa menggeleng. "Di ruko baru ada Oma sama Opa."
Kana mengangguk dan bernapas lega.
"Kenapa sih Kan?" tanya Rahman yang ikut penasaran.
"Gak papa, Pa." Kana melipat kedua lengannya dan menatap Omanya. "Oma kenapa sih pengen jodohin Kaila sama Aji?"
Raisa menyunggingkan senyum mendengar Kana menanyakan hal tersebut.
"Ih, Oma. Jawab."
Rahman menggelengkan kepala. "Kirain mah apa? Ternyata soal cewek. Yaudah, Opa mau berangkat kerja dulu," ucap Rahman pada istri dan cucunya.
Setelah Rahman pergi, Kana kembali bicara pada Raisa. "Ma, kenapa?"
Raisa hanya tersenyum dan duduk di kursi. "Memangnya kenapa kalau Oma jodohin Kaila sama Aji? Lagipula mereka sama-sama gak punya pacar 'kan?"
Kana berdecak dan duduk di hadapan Raisa. "Ya, iya sih memang mereka gak punya pacar. Tapi kenapa harus sama Aji?"
"Loh? Kamu cemburu?" tanya Raisa.
__ADS_1
Kana menggeleng.
"Terus kenapa kamu kaya gak suka gitu?" tanya Raisa membuat Kana diam. Raisa tersenyum dan memandang wajah cucunya. "Oh, kamu suka ya sama Kaila?"
"Mas Kana suka sama Kaila?"
Kana melebarkan mata dan menoleh. Ia melihat Susi tengah tersenyum ke arahnya.
"Jadi Mas Kana suka sama Kaila?" tanyanya sekali lagi.
Kana bangkit dari duduknya dan berdiri. "Enggak! Kana gak suka sama cewek itu. Lagipula dia bukan tipe Kana," ucapnya lalu mencium tangan Raisa. "Kana berangkat sekolah dulu Ma," ucapnya dan berlalu pergi.
Melihat Kana berjalan keluar, Raisa dan Susi saling memandang. Keduanya tersenyum lalu menggelengkan kepala.
-o0o-
Aji berjalan keluar dari parkiran setelah menaruh motornya di sana. Ia meraih ponsel dan men-dial nomor Adinda.
Senyumnya mengembang saat telponnya tersambung. "Halo Din?"
"Halo?" jawab Adinda di seberang sana.
"Lo dimana?" tanya Aji seraya memasukkan kunci motor ke dalam saku dan berjalan memasuki koridor.
"Ini gue disini!" jawabnya. "AJI!" teriaknya membuat Aji menoleh ke belakang.
"Adinda?" ucapnya dan menghentikan langkah menunggu gadis itu sampai di hadapannya.
"Hai!" ucap Adinda dengan senyum manisnya.
"Gue pikir lo masih di jalan," ujar Aji.
Senyum Aji memudar. Belum apa-apa, gadis itu sudah mencari Kana. Padahal Aji sejak tadi sudah menantinya.
Aji menggeleng. "Gue gak tahu."
Adinda mengangguk mengerti. "Emm— gue ke toilet bentar ya? Lo duluan aja ke kelas, nanti gue nyusul."
"Oke!" jawab Aji dan melangkah lebih dulu.
Adinda tersesenyum dan berlari menuju toilet yang kebetulan tak jauh dari tempatnya berdiri.
Aji menghela napas dan mencoba tersenyum. "Gak papa. Mungkin memang bukan sekarang lo nyatain yang sebenarnya sama Adinda." Aji mengangguk. "Ya! Lo harus semangat Aji. Lo harus yakin kalau cinta lo selama ini gak akan sia-sia!" ucapnya mencoba menyemangati diri sendiri.
"Aji!"
Aji menghentikan langkah dan menoleh. "Kaila?"
Kaila tersenyum dan berjalan menghampirinya. "Aku boleh minta tolong?" tanyanya.
"Tolong apa?" tanya Aji.
Kaila meraih sebuah kotak dari dalam tasnya. "Ini!" Kaila menyerahkan kotak makan tersebut pada Aji. "Tolong kasihin ke Kana ya?"
"Loh kenapa gak kamu kasih langsung aja ke dia?" tanya Aji penasaran.
Kaila menggeleng. "Aku males ketemu langsung sama dia."
__ADS_1
Aji tertawa. "Memangnya kenapa?"
Kaila memutar bola matanya. "Yah, tahu sendiri 'kan dia orangnya kaya gimana. Sombong, belagu, sok dingin, nyebelin pula."
Aji tertawa mendengar ucapan Kaila. "Kaila, Kaila, ada-ada aja kamu ini."
Kaila tersenyum dan menggaruk tengkunya yang tidak terasa gatal.
"Oh ya Kai," ucap Aji.
Kaila menaikkan kedua alisnya. "Kenapa?"
"Aku minta maaf ya kalau awal perkenalan waktu itu aku sedikit galak sama kamu."
Kaila tertawa. "Enggak Aji, kamu gak galak sama sekali. Malah aku seneng bisa kenal sama kamu."
Aji tersenyum. "Aku juga seneng kok bisa kenal sama kamu. Ternyata kamu orangnya asik. Walaupun sedikit pendiam."
Kaila terkekeh. "Kamu juga asik kok. Malah sebelumnya ku pikir kamu sama kaya Kana." Kaila kembali tertawa. "Tapi tolong ya jangan bilang kalau aku jelek-jelekin dia depan kamu. Aku males banget berurusan sama dia. Pokoknya please, jangan sampai dia tahu."
"Emang kenapa kalau gue tahu?"
Kaila melebarkan mata dan menoleh ke belakang. "Oh, ada elo." Kaila membenarkan posisi tasnya dan berjalan pergi.
"Et!" Kana meraih tangan Kaila dan menahannya untuk tidak pergi.
Kaila menoleh dan menatapnya tajam.
"Lo pikir gue bakal diem aja lo ngatain gue kaya gitu?" tanya Kana.
Kaila menatap Kana tajam. "Gak usah kepedean ya jadi orang. Lagian ngapain juga gue ngatain lo. Gak penting amat!" Kaila melipat kedua lengannya di depan dada.
Kana menghela napas dan menatap Aji. "Ji, tadi ni orang ngomongin apa aja sama lo?"
Aji menaikkan kedua alisnya dan melirik Kaila.
Sedangkan Kaila sendiri menatap Aji dengan wajah menohonnya. "Please," lirihnya.
Aji tersenyum. "Kaila bilang dia suka sama lo."
Kaila melebarkan mata. Begitupun dengan Kana.
"Hah? Gue? Suka sama lo? Dih, gak penting amat!"
Kana menyunggingkan senyumnya seraya menaikkan kerah baju. "Gue tahu semua cewek disini suka sama gue."
"Ih, tapi gue gak suka sama lo!" pekik Kaila.
Kana tersenyum miring lalu beralih pada kotak makan yang di pegang Aji. "Ini punya gue ya?" tanyanya.
Aji mengangguk dan menyerahkan pada Kana.
Kana tersenyum. "Thanks makanannya," ucapnya pada Kaila dan berlalu pergi.
"KANA! GUE GAK SUKA SAMA LO!" teriaknya pada laki-laki itu.
Kana tersenyum mendengar teriak Kaila. Dalam hati, "Memang seharusnya lo suka sama gue."
__ADS_1
"IH, KANA! GAK USAH KEPEDEEAN LO! GUE GAK SUKA SAMA LO!"
-o0o-