KANA (The Series)

KANA (The Series)
Part 7


__ADS_3

Part 7


Suasana gedung pernikahan kali ini terlihat begitu megah.


Siapa sangka, dua orang sahabat yang sama-sama berprofesi sebagai dokter disatukan dengan takdir hingga menuju ke jenjang pernikahan.


Siapa lagi jika bukan Wilka dan Kevin.


Dua orang sahabat yang awalnya tak yakin dengan perasaan masing-masing, namun berakhir mencintai satu sama lain.


"Ayo Lala," ucap Kana yang membukakan pintu mobil untuk Kaila.


Kaila tersenyum dan keluar dari mobil.


"Mau aku gandeng?" tanya Kana menawarkan tangannya.


Kaila tersenyum lalu mengaitkan lengannya pada lengan Kana.


Keduanya pun berjalan memasuki gedung itu.


Keduanya berjalan dengan beriringan membuat beberapa tamu yang berada di tempat pun menoleh ke arah yang sama.


"Cantik banget," lirih beberapa tamu.


"Aku pikir mereka pengantinnya."


"Astaga, kaya pangeran sama putri."


"Kenapa cantik banget ceweknya?"


"Cowoknya juga ganteng anjuy!"


Dan masih banyak lagi pujian-pujian yang terdengar sampai telinga keduanya.


Kana dan Kaila hanya bisa tersenyum, membuat wajah keduanya semakin terukir manis.


Jika diperhatikan, keduanya terlihat begitu serasi. Dengan Kaila menggunakan gaun panjang berwarna navy dan disandingkan dengan Kana yang menggunakan jas dengan warna yang serupa. Keduanya terlihat begitu memesona dan semakin membuat siapapun jatuh cinta kepada keduanya. Benar-benar pasangan yang serasi.


"Kana, malu diliatin," lirih Kaila.


Kana tersenyum. "Genggam tangan aku," ucap Kana yang malah membuat pipi Kaila semakin merona.


Akad nikah Wilka dan Kevin telah berlangsung tiga hari yang lalu di Yogyakarta. Akad nikah tersebut memang berlangsung secara tertutup dan hanya ada keluarga dari kedua belah pikah. Pasangan itu memang sengaja tak mengundang sahabat maupun kerabat yang lain untuk datang di akad nikah mereka, sebab, mereka ini semuanya datang di Jakarta dan memeriahkan pesta yang keduanya buat dengan begitu megah.


"Itu pengantinnya," ucap Kana saat sepasang pengantin yang mereka tunggu-tunggu berjalan memasuki gedung dengan diiringi kedua orangtua.


"Ah, Wilka! Cantik banget," ucap Kaila membuat Kana menoleh dan tersenyum. "Dia cantik banget pakai gaun pengantin, Na," lanjutnya.


Kana tersenyum. "Kamu mau pakai gaun itu juga?" tanya Kana membuat Kaila terdiam dan salah tingkah.


Kana terkekeh dan kembali menyaksikan pengantin itu.


Setelah pengantin itu sampai di pelaminan, Kaila menoleh pada Kana. "Pengen samperin mereka."


Kana tersenyum dan mengangguk. "Ayo kasih kejutan mereka!"


Kaila mengangguk. Ia sangat tak sabar ingin menunjukkan batang hidungnya ke hadapan Wilka dan Kevin. "Ayo Kana."


Kana terkekeh. "Ayo, Ayo."


Keduanya kembali berjalan beriringan dan menaiki pelaminan untuk menemui Wilka dan juga Kevin.


Senyum Kaila sudah merekah. Ia melangkah mendekat dengan rasa rindu yang begitu berat.


Wilka masih belum menyadari kehadiran Kaila, begitu pun dengan Kevin.


Kaila menoleh pada Kana dan menatap mata laki-laki itu.


Kana mengangguk dengan senyuman membuat Kaila yakin dan semakin mendekat.


"Wilka."


Sang pemilik nama itu menoleh.

__ADS_1


Keduanya saling bertatapan.


"Kaila?"


Kaila tersenyum dan memeluk sahabatnya.


"Kaila, kamu disinii?" tanya Wilka yang masih begitu terkejut. Namun ia begitu senang dengan hal ini.


Kaila mengangguk.


"Kaila," lirih Kevin yang juga senang dengan kehadiran Kaila.


"Aku senang kalian berdua akhirnya menikah," ucap Kaila.


Kevin mengangguk. "Makasih ya, La. Kamu udah dateng. Maafin kita berdua juga karena gak undang kamu."


Wilka mengangguk. "Iya, La. Maafin kita ya?"


Kaila tersenyum dan mengangguk. "Gak papa! Lagipula 'kan kalian gak tahu kalau aku udah di Indonesia."


Wilka mengangguk dan kembali memeluk Kaila. "Aku kangen banget sama kamu."


"Aku juga, La. Aku sama Wilka kangen banget!" ucap Kevin yang ikut memeluk, namun laki-laki memeluk Wilka dari belakang.


"Gue seneng banget liatnya," ucap Kana membuat ketiganya melepas pelukan itu.


Wilka terkekeh dan menoleh pada Kana. "Kapan nyusul?" ucapnya.


Kana tertawa. "Nanti kalau Kaila udah siap."


Kevin melebarkan mata. "Emang Kaila belum siap?"


Kaila menggeleng. "Enggak, siapa yang bilang?"


"Siap dong?" ucap Wilka membuat sepasang kekasih itu semakin malu.


Kana berdeham, lalu melirik Kaila.


"Apa? Mau ganti topik? Iya?" goda Wilka membuat Kaila semakin malu dan salah tingkah.


"Eumm— kita ke bawah dulu ya, mau ambil minum," ucap Kaila lalu berjalan lebih dulu.


Wilka tertawa, begitupun dengan Kevin.


"Salah tingkah dia, Kan. Kejar gih," ucap Wilka.


Kana mengangguk. "Gue samperin dia dulu ya?"


Wilka dan Kevin mengangguk.


Kana berjalan turun dari pelaminan dan menghampiri Kaila yang tengah mengambil minuman.


Kana tersenyum. Wanita di depannya benar-benar tak berubah. Masih saja menjadi wanita pemalu yang selalu membuatnya gemas.


"La."


"Hmm?"


"Nengok sini ngapa, masa minumnya ke arah sana."


Kaila tersenyum dan menoleh ke belakang menatap Kana. "Udah 'kan?"


Kana terkekeh dan merangkul pundak wanita itu.


"Kamu mau minum juga?" tanya Kaila.


Kana mengangguk.


Kaila tersenyum dan meraih gelas berisi minuman berwarna merah dan ia serahkan pada Kana.


"Makasih sayang," ucap Kana dengan gemas membuat Kaila terkekeh.


"Jangan sok imut."

__ADS_1


Kana tertawa dan menyentuh rambut Kaila.


Kaila langsung menghindar dan berjalan menjauh.


"Kenapa?" tanya Kana tak mengerti.


"Kebiasan. Pasti mau ngacak-ngacak rambut."


Kana tertawa. "Enggaklah! Ya kali aku rusak setelah dandan berjam-jam."


Kaila tersenyum malu dan kembali mendekat dan berdiri di samping laki-laki itu.


"Kaila?" ucap seseorang membuat Kaila dan Kana menoleh.


"Bener 'kan Kaila?" ucap orang itu.


Kaila menaikkan kedua alisnya. "Iya? Siapa ya?"


"Justin! Aku Justin! Hair Stylist model di acara peragaan busana kamu waktu di Jerman!" ucap orang itu membuat Kana menoleh dan menaikkan kedua alisnya.


Kaila melebarkan mata. "Kak Justin!" serunya yang membuat Kana mengerutkan dahi dan melirik Justin dari atas hingga ke bawah.


"Kamu udah di Indonesia?" ucap laki-laki bernama Justin tersebut.


Kana memutar bola matanya. "Ya udahlah! Kalau belum, yang lo liat siapa kalau bukan dia!" umpat Kana dalam hati.


Kaila mengangguk dan tersenyum. "Iya, Kak."


"Gimana? Projek kamu? Udah jalan?" tanya Justin.


Kaila tersenyum dan mengangguk. "Lagi proses, Kak. Tapi aku bakal mulai dari awal disini."


Justin melebarkan mata. "Kamu pindah kesini untuk seterusnya?"


Kaila mengangguk. "Bakal seterusnya."


"Asik! Bisa nih kita collab lagi!" ucapnya membuat Kaila tertawa.


Kana menghela napas dan berdeham. Namun sayangnya tak ada yang meresponnya. Bahkan Kaila sekali pun.


Kana berdecak, memasukan kedua tangannya ke dalam saku dan berjalan pergi.


Kini tinggalah Kaila bersama dengan laki-laki bernama Justin itu.


"Bye the way, model yang waktu itu pakai dress maroon kamu, ada di Indonesia loh!" ucap Justin.


Kaila tampak mengingat. "Catelin?"


Justin mengangguk. "Aku berhasil bawa dia kesini," ucap Justin dengan senyuman.


"Maksudnya, Kak?" tanya Kaila tak mengerti. Namun wanita itu tetap tersenyum.


"Dia memutuskan untuk jadi model di Indonesia. Kayanya bagus deh kalau aku saranin dia jadi model kamu?"


Kaila tertawa kecil. "Waduh, nanti aja kayanya deh. Soalnya aku juga belum nemuin gallery yang cocok buat usaha aku memulai ini di sini."


Justin mengangguk. "Oke, oke, nanti kabarin aja ya kalau semuanya udah berjalan?"


Kaila mengangguk. "Siap, Kak!"


"Yaudah, aku mau nemuin pengantin dulu ya? Bye!" ucap Justin dan berjalan pergi meninggalkan Kaila.


Kaila tersenyum menatap punggung Justin yang mulai menjauh. "Dia itu yang bantuin aku waktu di Jerman, Na," ucap Kaila.


Tak ada respon.


Kaila menoleh ke samping. "Loh? Kana kemana?"


-o0o-


"Tau deh, gue ngambek," ucap Kana cemberut seraya memakan roti yang berada di depannya.


-o0o-

__ADS_1


__ADS_2