KANA (The Series)

KANA (The Series)
Part 20


__ADS_3

Part 20


Kantin. Tempat wajib yang harus di datangi setiap jam istirahat. Namun kalimat itu tak berlaku bagi Kaila Zeline Qirani. Gadis pendiam yang bisa berubah menjadi macan betina itu akhirnya menginjakkan kakinya di kantin untuk pertama kalinya. Itu pun paksaan Elsa yang tak henti mengajaknya.


"Kaila!" teriak Ajeng, teman sekelasnya yang sudah berada di kantin lebih dulu.


Kaila tersenyum dan menghampiri Ajeng bersama dengan Elsa.


"Akhirnya nih anak ke kantin juga," ucap Ajeng membuat Kaila terkekeh.


"Lo gak tahu Jeng gimana perjuangan gue maksa dia buat kesini," ujar Elsa membuat Kaila dan juga Ajeng tertawa.


"Sini Kai, El." Ajeng menggeser tempat duduknya untuk Kaila dan Elsa.


"Eh, btw, itu Kaila 'kan? Yang tadi berangkat bareng Kana?" ucap beberapa gadis yang duduk tak jauh dari Kaila.


"Seriusan? Kana berangkat bareng cewek lain selain Adinda?!" pekik gadis di sebelahnya membuat beberapa orang menoleh.


Kaila yang mendengarnya hanya mampu tersenyum tipis.


"Kai, gak usah di dengerin. Tutup telinga aja," lirih Ajeng dan langsung di angguki oleh Kaila.


"Kaila!" seru gadis yang tengah membicarakannya tadi.


Kaila menoleh dan tersenyum. "Ada apa?"


"Lo ada hubungan apa sama Kana?" tanyanya.


Kaila menggeleng. "Gue gak ada hubungan apa-apa sama Kana."


Gadis itu menaikkan bibirnya. "Halah!"


"Gue memang gak ada hubungan apa-apa kok sama dia."


"Terus kalau lo gak ada hubungan apa-apa, kenapa kalian bisa berangkat bareng?"


Kaila menghela napas. Ia ingin sekali memaki gadis itu.


"Kai, udah Kai, gak usah di tanggepin." Elsa menarik bahu Kaila untuk mendekat dengannya. "Sakit hati doang dengerin mereka. Biar-biarin aja."


Kaila mengangguk dan tersenyum.


"Oh ya, kalian berdua mau makan apa? Biar gue pesenin, mumpung gue belum pesen juga," ucap Ajeng.


"Mie ayam aja kali ya?" ucap Elsa.


Ajeng mengangguk dan beralih pada Kaila. "Lo mau apa, Kai?"


Kaila tampak berpikir. "Apa ya?"


"Halo, Zeline!" sapa Bima membuat ketiga gadis itu menoleh pada Bima yang baru saja datang.


"Lo ngapain sih Bim kesini?" tanya Ajeng yang merupakan teman masa SMPnya.


Bima memutar kedua bola matanya. "Memangnya gue kesini nyamperin lo? Pede amat lo." Bima beralih dan tersenyum pada Kaila. "Kai, udah makan belum? Gue bawain bekal nih untuk lo," ucapnya seraya menyerahkan kotak makan pada Kaila.


Kaila menatap kotak makan di hadapannya dan terdiam beberapa saat. "Astaga, gue lupa!" ucapnya yang refleks berdiri. "Gue lupa bikin makanan untuk Kana," ucapnya dalam hati.


"Kenapa?" tanya Elsa.


Kaila menggigit bibir bawahnya. Ia menoleh pada Bima. "Bim, ini lo ngasih gue 'kan?" tanyanya.


Bima mengangguk. "Iya, sayang."


"Oke, makasih." Kaila tersenyum dan membawa kotak makan itu pergi.


Bima menatap Kaila yang berlari dan menatap dua gadis di hadapannya. "Zeline kenapa?"


Elsa dan Ajeng menggeleng tak tahu.


Bima berdecak. "Yaudahlah, pesenin gue makanan yang sama kaya kalian."


-o0o-


Kaila berlari dengan kotak makan di tangannya. Ia lupa dengan perjanjian hukuman yang Kana buat.


"Astaga Kaila, lo kenapa bisa lupa sih?" Ia menatap kotak makan yang ia pegang. "Maafin gue ya Bim. Makanan dari lo gue pinjem dulu." Kaila berlari dan menghampiri kelas Kana.

__ADS_1


Namun— ia lupa sesuatu.


"Gue 'kan lagi kesel sama dia." Kaila menghela napas dan berbalik badan untuk kembali ke kantin.


"Eh-em!"


Kaila melebarkan mata saat tangannya di tangan seseorang dari belakang. Kaila menghela napas dan berbalik.


"Aji?" Kaila menaikkan kedua alisnya saat mengetahui jika yang menahannya Aji, bukan Kana.


"Mau ngasih bekal buat Kana ya?" tanyanya.


Kaila menggeleng. "Enggak, kok."


"Terus itu?" Aji menunjuk kotak makan di tangan Kaila.


Kaila mengangguk akhirnya. "Kana ada di dalem?" tanyanya.


Aji menggeleng. "Dia nemenin Adinda di UKS."


"Adinda?"


Aji mengangguk. "Adinda tiba-tiba pingsan. Jadi Kana nemenin dia di sana."


"Kamu gak papa?" tanya Kaila yang tahu akan perasaan Aji pada Adinda.


Aji tertawa mendengar pertanyaan Kaila. "Gak kebalik?"


Kaila tersenyum dan menunduk.


"Kai."


Kaila menatap Aji dan menaikkan kedua alisnya.


"Aku minta maaf ya?" ucap Aji.


"Untuk?"


"Kejadian kemarin. Aku gak tahu kalau akhirnya kamu bakal di culik."


Kaila mengangguk dengan senyuman. "Gak papa kok."


"Kaila!"


Kaila dan Aji menoleh saat Kana berteriak menghampiri.


"Ikut gue." Kana menarik tangan Kaila dan meninggalkan Aji sendiri menatap punggung keduanya yang mulai menjauh.


"Lo ngapain sih deket-deket sama Aji?" tanya Kana saat keduanya sudah berada di taman sekolah.


Kaila mengerutkan dahinya. "Kenapa lo marah-marah? Memangnya kenapa kalau gue deket-deket sama Aji?"


Kana menghela napas. "Gue gak suka, Kaila!"


"Terus lo pikir gue suka lo foto-foto bareng cewek-cewek?" tanya Kaila membahas kejadian pagi tadi.


Kana menghela napas. "'Kan gue udah jelasin ke elo. Kalau gue itu berusaha untuk jadi pribadi yang gak sombong. Sesuai permintaan lo."


"Dan bukan berarti nuruti kemauan cewek-cewek itu 'kan?"


"Jadi lo cemburu?"


"Enggak!"


"Cemburu 'kan?


"Enggak!"


"Cemburu?"


Kaila menghela napas. "Enggak!"


Kana tertawa melihat Kaila kesal. Ia menoleh pada bekal di tangan Kaila. "Itu bekal buat gue 'kan?"


Kaila menggeleng. "Ini bekal dari Bima buat gue."


"BIMA?"

__ADS_1


-o0o-


Bima memegang perutnya setelah menghambiskan Dua mangkuk mie ayam dan Dua gelas es jeruk.


"Gila! Kenyang banget," ucap Bima pada Dua gadis di hadapannya.


Elsa mengangguk. Ia menghabiskan minuman di depannya dan ikut memegang perut. "Thanks ya Bim atas traktirannya."


"Iya, Bim. Thanks banget," ucap Ajeng.


Bima mengangguk. "Gak usah sok-sok makasih lah. Lo berdua 'kan udah kenal gue dari SMP. Pasti dah tahulah gue tajirnya kaya apa."


Elsa terkekeh. "Pokoknya sering-sering ya traktir kita makan kaya gini."


Bima mengacungkan jempolnya. "Asal sering-sering aja temuin gue sama Kaila."


"Siap!" ucap Elsa. "Kalau gak keduluan sama Kana," lanjutnya.


Ajeng tertawa mendengar ucapan Elsa.


"Eh, ngomong-ngomong kok Kaila gak balik-balik ya?" ucap Elsa.


"Jangan-jangan dia ngasih bekal yang dari Bima tadi ke Kana?" celetuk Ajeng membuat kedua temannya menoleh.


Bima melebarkan mata. "Iya juga ya?"


'Brakk!'


"Bima! Lo gila?!" pekik Elsa yang melihat Bima mengebrak meja.


Bima menghela napas dan bangkit. "Gue harus cari Kana."


"Bima! Tapi makannya belum lo bayar!" teriak Ajeng.


"Kapan-kapan aja gue traktir lagi!" ucap Bima dan berlalu pergi.


-o0o-


Lo beneran gak mau kasih gue?" tanya Kana yang sejak tadi menatap Kaila memakan bekal dari Bima.


Kaila tak menjawab. Ia terus menyantap makanan tersebut tanpa mempedulikan Kana di sebelahnya.


"Kai, lo tega biarin gue kelaparan kaya gini?"


Kaila tak menjawab.


"Kaila."


Kaila tak menjawab. Ia terus makan dan terus makan.


"KANA!" teriak Bima membuat Kana menoleh.


"Apa? Mau nuduh gue makan bekal dari lo? Iya?" tanya Kana sarkatis.


Bima diam dan menoleh pada gadis di hadapannya yang tengah menyantap makanan darinya.


Bima menggeleng dengan senyuman. "Enggak kok Kan. Gue cuma pengen neriakin lo aja," ucapnya lalu beralih pada Kaila. "Makasih ya Kai, udah makan makanan dari gue."


Kaila mengangguk dan kembali mengunyah. "Enak banget masakan lo."


Bima terkekeh. "Itu masakan Mama gue kok. Gue sengaja minta dia masakin makanan spesial untuk orang yang spesial seperti lo."


Kaila terbatuk dan kembali menyantap.


"Seneng deh liat lo lahap kaya gini." Bima tersenyum memandang Kaila.


Kana melirik dua orang di sampingnya dengan tatapan kesal.


"Besok gue masakin lagi ya?"


Kana menggeleng. "Gak! Gak ada masak-masakan! Kaila besok mau masakin gue. Jadi lo gak usah masakin buat dia."


"Loh? Memang kenapa? 'Kan dia cuma masakin buat lo. Jadi bebas dong kalau dia makan masakan yang gue kasih," balas Bima.


"Tapi gue gak suka!"


"Terus gue peduli?"

__ADS_1


Kaila menghela napas mendengar perdebatan dua laki-laki di hadapannya. "Terserah kalian, gue udah kenyang dan mau balik ke kelas."


-o0o-


__ADS_2