
Part 12
"Wahhh, gila! Ganteng banget!" seru beberapa gadis yang berada di dekat Kaila saat seorang Kana muncul dan berdiri di atas panggung.
"Woy, serbuk berlian itu!"
"Aduh, gila, baru kali ini gue liat cowok gantengnya minta di peluk!"
"Mas, mas, munduran dikit dong! Gantengnya kelewatan tuh!"
"Mas, makan apa sih? Ganteng amat!"
"Mas, mas, bagi username ignya dong!"
"Eh, tadi namanya siapa?"
"Kana! Kana siapa gitu. Ada bintang-bintangnya."
Dan masih banyak lagi teriak-teriak yang memenuhi isi kepala Kaila.
"Tes! Tes!" ucap Kana mendekatkan mic ke bibirnya.
"Astaga, mau donng gue jadi micnya!" teriak gadis yang berada di sebelah Kaila.
"Mas! Mas!"
Kaila mengepalkan tangannya. Ia sudah tidak tahan lagi dengan semua ini.
"Mas Kana! Bagi follback dong!".
"Mas! Mas!"
"CUKUPPPPPPPP!" teriak Kaila membuat beberapa orang menoleh ke arahnya.
Kaila menghela napasnya panjang dan menatap tajam para gadis yang melihatnya dengan tatapan aneh.
Wilka menepuk dahinya. Bisa-bisanya Kaila berteriak di keramaian seperti ini.
"Tuh cewek kenapa sih?" bisik beberapa gadis yang berada tak jauh dari Kaila berada.
"Entah, aneh."
Kaila berdecak dan meletakkan kedua tangannya di dekat bibir. "SAYANG! I LOVE YOU!"
Kana mengangguk dan tersenyum. "I LOVE YOU TOO, SAYANG."
"Oh, jadi dia pacarnya."
"Cantik sih."
"Cocok juga mereka berdua."
Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang Kaila dengar.
Kaila tersenyum dan merangkul Wilka. "Dah, aman."
Wilka tertawa. "Bisa-bisanya."
"Tes! Tes!" Kana kembali mengeluarkan suaranya.
Tak lama, seseorang naik ke atas panggung dengan membawa gitar yang mengalung di tubuhnya.
Wilka melebarkan mata. "Kevin ikutan?"
Kevin berdiri menyeimbangi Kana. Kedua laki-laki itu menjadi pusat perhatian karena ketampanan keduanya yang tak dapat di ragukan lagi.
Kana tersenyum dan menarik mic untuk ia dekatkan. "Lagu ini, saya persembahkan untuk kekasih saya yang bernama Kaila. Gadis yang selalu membuat saya yakin jika dia memang seseorang yang Tuhan pilihkan unt uk saya."
Detik setelahnya, alunan musik mengalun memenuhi tempat tersebut. Kevin mulai menarik senar gitar, sehingga mengelurkan bunyi yang sangat indah.
__ADS_1
Kana kembali menyunggingkan senyumnya dan menatap Kaila yang kini tengah tersenyum juga ke arahnya.
Kana berdeham dan mulai bernyanyi. "Kulihat senyum manismu
Ada cinta yang kurasa, menyapa hati ini
Tak ingin ku menunggu
Jadikanlah aku, oh cinta, kekasih pilihan di hatimu..
Kupercaya dirimu satu cintaku
Tuhan tolong aku katakan padanya
Aku cinta dia, bukan salah jodoh
Dia untuk aku, bukan yang lainnya
Satu yang kurasa, pasti bukan salah jodoh..."
Pipi Kaila merona. Bagaimana tidak?
Laki-laki yang kini menjadi pusat perhatian seluruh umat tengah menghadap ke arahnya dan terus memandangnya.
"Sweet banget sih, Kana. Pake nyanyi lagu Bukan Salah Jodoh, lagi," ucap Wilka membuat Kaila terkekeh.
"Bila cinta t'lah bicara
Takkan ragu hati ini mendekat kepadamu
Tak ingin ku menunggu
Jadikanlah aku oh cinta, kekasih pilihan di hatimu
Kupercaya dirimu satu cintaku
Tuhan tolong aku katakan padanya
Aku cinta dia, bukan salah jodoh
Dia untuk aku, bukan yang lainnya
Kevin tersenyum. Ia kagum dengan Kana. Laki-laki itu mampu mengungkapkan perasaannya pada seseorang yang ia cintai.
Kana menghela napas dan kembali melanjutkan nyanyinya. "Cinta, janganlah cepat berlalu
Di sini temani hari-hariku
Berdua, Jalani kisah bersama
Hanya ada aku, kamu, kita.."
Kana menarik napasnya panjang dan berteriak. "KAILA! GUE SAYANG SAMA LO! TETEP JADI PACAR GUE! SEKARANG, DAN SETERUSNYA! I LOVE YOU MORE THAN YOU KNOW! NOW, AND UNTIL FOREVER!"
"Whoooo!" teriak beberapa penonton lalu menoleh pada Kaila.
"Cie, cie Kaila. Beruntung banget sih kamu," ucap beberapa orang yang berada di dekat Kaila.
"Langgeng ya."
Kaila tersenyum dan mengangguk.
"Pertahanin, Kai. Jangan sampai pergi laki-laki kaya gitu," ucap Wilka.
Kaila menganguk. "Gue akan pertahanin dia," jawabnya dan kembali memandang Kana.
"Tuhan tolong aku katakan padanya
Aku cinta dia, bukan salah jodoh
__ADS_1
Dia untuk aku, bukan yang lainnya
Satu yang kurasa, bukan salah jodoh
Tuhan tolong aku katakan padanya
Aku cinta dia, bukan salah jodoh
Dia untuk aku, bukan yang lainnya
Satu yang kurasa, pasti bukan salah jodoh..." Kana kembali tersenyum setelah lagu yang ia bawakan selesai.
Seluruh penonton bertepuk tangan. Mereka semua menikmati lagu yang Kana bawakan, meskipun lagu itu Kana persembahkan hanya untuk Kaila seorang.
"Lagi! Lagi! Lagi!" teriak penonton yang bersorak agar Kana kembali bernyanyi.
Kana menggeleng dan tertawa. "Cukup ya. Makasih banyak semua atas waktunya," ucap Kana lalu turun.
"Yaelah, gue ditinggal," ucap Kevin melepas gitar dari tubuhnya dan berlari mengejar Kana.
-o0o-
"Kenapa tadi kamu gak bilang sih kalau mau nyanyi?" tanya Kaila saat kekasihnya tiba di hadapannya.
Kana terkekeh. "Itu idenya Kevin," jawabnya seraya menunjuk Kevin.
Kevin mengangguk. "Iya, gue yang punya ide, gue yang ditinggal di atas panggung," jawabnya membuat Wilka dan Kaila tertawa.
"Vin, kok aku baru tahu sih kalau kamu bisa main gitar," ucap Wilka.
Kevin memutar bola matanya. "Ini nih, katanya sahabat, tapi gak pernah sadar kalau sahabatnya punya bakat."
Wilka menyengir kuda lalu merangkul lengan Kevin. "Maaf, hehe."
Kevin mengangguk dan tersenyum tulus pada Wilka.
"Ngeliat kalian berdua, bikin gue keinget Dua sahabat gue," lirih Kana membuat Kaila menoleh pada laki-laki itu.
"Oh ya? Terus-terus mereka sekarang dimana?" tanya Wilka penasaran.
"Di Jakarta," jawab Kana. Kana menghela napas. "Emm, yaudah yuk kita ke tempat lain aja. Lagipula sekarang udah jamnya makan siang. Kalian pasti laper 'kan?"
"Laper banget, gila!" ucap Kevin dengan tatapannya.
"Yaudah, gak usah ngegas!" balas Kana membuat kedua gadis di sekeliling mereka tertawa. "Mau makan apa?" tanya Kana pada Kaila.
"Ayam," jawab Kaila.
"Kalau kalian berdua?" tanya Kana pada Dua sahabat di depannya.
"Apa aja yang penting kenyang," jawab Wilka dan Kevin membuat mereka tertawa.
-o0o-
Mobil berwarna abu-abu yang keempat orang itu naiki berhenti di depan sebuah restoran yang cukup terkenal di Jogjakarta.
Kaila yang duduk bersama Kana di belakang pun keluar terlebih dahulu. Lalu di susul dengan Wilka dan juga Kevin.
"Laper banget, udah gak tahan lagi ini perut," ucap Kevin seraya mendorong pelan tubuh Wilka agar berjalan memasuki restoran terlebih dahulu.
"Kita di meja ujung itu aja yuk," ucap Wilka seraya menunjuk meja yang berada di dekat jendela.
"Yaudah, ayo!" jawab yang lainnya dan berjalan menuju meja yang Wilka maksud.
Kaila mengitari pandangannya. Memperhatikan setiap sudut ruangan tersebut. Tempat ini cukup nyaman. Selain suasananya yang hangat, tempat ini banyak diminati oleh beberapa pasangan.
Tak heran jika isi pengunjung ini adalah sepasang kekasih.
Kaila tersenyum dan hendak duduk di kursi. Namun, pandangannya tertuju pada laki-laki yang kini tengah duduk dengan seseorang namun menghadap ke arahnya.
__ADS_1
"Erkan lagi?" ucap Kaila membuat Wilka, Kana dan juga Kevin menoleh ke arahnya, lalu mengikuti arah pandangan Kaila.
-o0o-