KANA (The Series)

KANA (The Series)
Part 16


__ADS_3

Part 16


Sesuai kesepakatan beberapa hari yang lalu, kini Kaila, Kana, Wilka beserta Kevin terlihat tengah berkumpul di depan rumah Kana sebelum berangkat ke Jakarta.


“Menurut kalian, aku ngasih tahu Kak Flero gak kalau mau ke Jakarta?” ucap Wilka membuat ketiga temannya menoleh.


“Memang kamu belum ngabarin dia?” tanya Kaila.   


Wilka menggeleng. “Tadinya pengen bilang dari kemarin-kemarin, cuma takut dia malah ikut.”


“Memang kenapa kalau dia ikut? Bukannya malah bagus, jadi tambah rame,” ucap Kevin.


Wilka menghela napasnya. “Iya sih. Cuma aku pengen quality time sama kalian.”


Mendengar jawaban Wilka, membuat Kevin tersenyum.


“Yahhh, malah senyum-senyum!” ucap Wilka seraya memukul pundak Kevin membuat laki-laki itu tertawa.


‘Tin!’


Terdengar suara klakson mobil membuat keempatnya menoleh.


“Eh itu taksi Gascarnya!” seru Wilka saat mengetahui taksi online pesanannya telah sampai.


“Yuk!” ucap Kaila seraya mengangkat tas miliknya yang cukup penuh dengan pakaiannya.


Kana tersenyum dan mengulurkan tangannya. “Sini aku aja yang bawa,” ucap Kana yang melihat kekasihnya terlihat kesusahan.


Kaila tersenyum dan menggeleng. “Aku bisa sendiri kok.”


Kana menggeleng dan meraih tas itu dari tangan Kaila. “Aku aja, okay?”


Kaila mengangguk dan mengikuti langkah Kana menuju mobil.


“Kana di depan ya. Biar aku sama Kaila di tengah,” ucap Wilka saat keempatnya hendak masuk ke mobil.


“Terus aku dimana?” ucap Kevin.


“Ya dibelakanglah. ‘Kan di belakang masih kosong,” ucap Wilka seraya menyuruh Kevin masuk terlebih dahulu.


Kevin menghela napas panjang dan masuk ke dalam mobil.


Setelah keempatnya berada di dalam, supir taksi itu pun mulai menghidupkan mesin mobilnya.


“Ini mau ke stasiun ya Mbak?” ucap supir taksi tersebut sebelum melajukan mobilnya.


“Iya, Pak,” jawab Wilka.


Supir taksi itu mengangguk dan mulai melajukan mobilnya.


“Akhirnya, aku bisa ke Jakarta!” ucap Wilka dengan senyuman lebar.


“Memangnya kamu belum pernah ke Jakarta?” ucap Kana yang mendengar pernyataan Wilka.


Wilka tertawa. “Ya pernah, cuma ini first time ke sana bareng temen-temen. Huhu gak sabar! Eh, tapi nanti disana kita tidur dimana? Kalau Kana ‘kan udah jelas, di rumahnya. Kalau aku sama Kevin gimana?”


Kaila tersenyum. “Nanti kamu di rumah Tante aku aja.”


“Oh oke! Oke!” seru Wilka lalu tersenyum lega.

__ADS_1


Kevin berdeham. “Kan, eh—em! Kan,” ucap Kevin member kode pada Kana.


Kana memutar bolanya. “Iya! Iya! Lo tidur di rumah gue!” ucap Kana membuat Kaila dan juga Wilka tertawa.


“Gitu dong! ‘Kan kita udah best friend sekarang,” ucap Kevin membuat Kana menyunggingkan senyumnya.


-o0o-


“Tadi yang booking tiket siapa?” ucap Kevin setelah keempatnya turun dari taksi dan telah sampai di stasiun.


“Kaila kayanya deh, apa Kana,” ucap Wilka.


“Kana yang booking,” ucap Kaila yang sudah berada di samping Wilka dan Kevin.


“Oh, yaudah. Kamu yang urus ya Kan,” ucap Wilka.


Kana mengangguk dan berjalan untuk mengurusi keberangkatan mereka.


“Pengen beli cemilan dulu loh buat di kereta nanti,” ucap Wilka.


“Aku udah bawa kok, Wil,” ucap Kevin membuat Wilka menoleh.


“Banyak?” Wilka menaikkan kedua alisnya.


Kevin tersenyum miring lalu menggeser resleting tasnya.


“Wah, gila! Ini mah isi tas Kevin makanan semua!” seru Wilka membuat Kaila dan Kevin tertawa.


Kaila tertawa seraya menggeleng kepala. “Niat banget sih, Vin.”


“Soalnya aku udah yakin, pasti Wilka bakal rewel mikirin makanan.”


Kevin menyunggingkan senyumnya. “Dari dulu, Wil.”


Tak berselang lama, Kana pun kembali dan menghampiri ketiganya. “Ayo!”


Kaila, Wilka dan juga Kevin mengangguk dan mengikuti langkah Kana.


“Ini kita duduknya depan-depanan ‘kan?” ucap Wilka saat mereka tengah berjalan di antara kursi untuk menuju kursi mereka.


“Nih!” ucap Kana menunjuk sepasang kursi panjang yang saling berhadapan.


“Yeay!” Wilka tersenyum girang dan langsung menduduki kursi tersebut diikuti oleh yang lainnya.


Kini mereka berempat duduk seraya berpasangan. Kana bersama Kaila, serta Kevin bersama Wilka.


“Tahu gak! Liat kita duduk gini, aku langsung keinget film lama yang tentang persahabatan itu. Yang daki gunung itu loh!” ucap Wilka.


“Ohh, Lima meter?” ucap Kevin.


Kana tertawa. “Lima sentimeter, Kevin!”


“Oh iya itu!” ucap Kevin lalu tertawa.


“Sekalian aja Vin Lima kilometer,” ucap Wilka lalu meraih snack yang berada di depannya.


“Kita berapa lama sih perjalanannya?” ucap Kevin.


“Tujuh jam kalau gak salah,” ucap Kana.

__ADS_1


Kevin menghela napas. “Lumayan lama juga ya.”


Kaila mengangguk. “Tapi gak kerasa kok. Apalagi kita bareng-bareng.”


“Nah, bener-bener!” ucap Wilka yang tengah mengunyah makanannya.


“Makan dulu, baru ngomong!” ucap Kevin membuat Wilka menatapnya kesal.


“Kalau pulangnya naik pesawat aja, kalian mau gak?” ucap Kana membuat ketiganya menoleh.


Wilka menggigit bibir bawahnya. “Ya, mau aja sih. Cuma—”


“Ya kalian tahulah, kantong mahasiswa kaya mana,” ucap Kevin menambahi.


Kana mengangguk mengerti. “Iya, gue ngerti. Maksud gue, kalau kalian mau, bokap gue mau bayarin.”


“HAH! SERIUS?” Kevin melebarkan mata.


Kana tertawa melihat ekspresi Kevin. “Iya, serius. Mau ‘kan?”


“Ya, kalau itu mah, gak bisa nolak Kan. Ya ‘kan, Wil?” ucap Kevin pada Wilka.


Wilka memamerkan deretan giginya. “Ya gitu, hehe.”


“Oke, kalau gitu kita terbang minggu malem aja ya? Biar paginya kita bisa kuliah,” ucap Kana.


“Setuju! Setuju!” ucap Wilka dengan cengiran kuda lalu menoleh pada Kaila dengan senyuman malu.


Kaila tersenyum. Melihat kedua sahabat barunya senang seperti ini, membuat Kaila sangat senang.


“Makasih ya, kalian semua mau bantuin aku buat cari keluargaku.” Kaila tersenyum tulus pada Wilka dan Kevin.


“Iya, Kaila. Gak papa loh. Kita malah seneng bisa bantu kamu,” ucap Wilka.


“Iya, Kai. Beneran!” ucap Kevin.


Kaila mengangguk, lalu menoleh pada Kana. “Makasih juga ya, kamu selalu ada.”


Kana mengangguk, lalu menyenderkan kepalanya di pundak Kaila.   


“Ahhh, kalian mah! Malah mesra-mesraan depan jomblo! Kasian dia,” ucap Wilka menyebut Kevin.   


Merasa dirinya disebut, Kevin hanya memutar bola matanya lalu mengusap wajah Wilka membuat gadis itu menjerit pelan.


“Kevin ih, nyebelin! Gak suka, gelay!” ucap Wilka membuat Kaila dan Kana tertawa.


“Gelay! Gak suka! Gelay!” ucap Kevin mengikuti nada bicara Wilka.


“Kevin, ih! Nyebelin loh!” ucap Wilka lalu mengerucutkan bibirnya.


“Ah, foto ah, kirim ke Flero,” goda Kevin seraya mensejajarkan kameranya untuk memotret Wilka.


“Kevin! Jangan gitu loh! Nanti Flero tahu,” ucap Wilka kesal.   


“Oh iya, lupa. Hahahaha.” Kevin tertawa lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku.


“Emang, Kevin ini manusia ter-menyebalkan yang pernah ada di bumi. Entah, Mamanya ngidam apa sampe punya anak kek gini,” ucap Wilka membuat Kevin melebarkan mata, dan membuat sepasang kekasih di depannya tertawa akibat kelucuan yang keduanya tampilkan.


-o0o-

__ADS_1


__ADS_2