
Part 11
'Tok! Tok! Tok!'
Kana segera meletakkan handuknya dan berjalan menuju pintu.
Laki-laki itu baru selesai mandi dan berganti baju, namun rambutnya masih sedikit basah karena belum tuntas ia keringkan.
Laki-laki berjalan keluar dan memutar knop pintu.
"Hai!"
Kana tersenyum lebar dan langsung menarik gadis di hadapannya itu ke dalam pelukannya.
"Kangen."
Kaila tersenyum dan memejamkan matanya. Membiarkan kehangatan menyelimuti dirinya.
Kana melepas pelukannya dan menatap wajah kekasihnya. "Kamu sendiri kesini?"
Kaila menggeleng.
"Lah, terus?"
"Tuh!" ucap Kaila seraya menunjuk Dua orang yang muncul dari balik pintu.
"Halo, Kana!" seru Kevin dan Wilka seraya memamerkan deretan giginya.
Kana memutar bola matanya. "Ah, gak kuliah, gak libur, ketemu lo orang mulu!" gerutu Kana kesal dan berjalan masuk.
Wilka dan Kevin tertawa. Begitupun dengan Kaila.
"Mau minum apa?" tanya Kana yang sepertinya tengah berbaik hati.
"Gak usah, Kan!" seru Wilka.
"La, kenapa?" Kana menaikkan kedua alisnya.
"Kita pengen ajak kamu keluar," ucap Kaila mewakili ketiganya.
Kana tersenyum dan mengangguk. "Ayo!"
Wilka memutar bola matanya. "Keringin dulu kali tuh rambut."
Kevin tertawa. "Tau tuh, semangat bener."
Kana menyengir kuda. "Oke, tunggu bentar," ucapnya dan berlari menuju kamar untuk menyiapkan dirinya.
Tak berselang lama, Kana kembali keluar dengan kaos dan kemeja yang ia kancingkan.
Kaila cukup terpesona dengan ketampanan kekasihnya tersebut.
"Udah, jangan diliatin mulu," goda Wilka membuat Kaila tersenyum malu.
"Yaudah yuk, mobilku dah kepanasan tuh di depan."
"Tumben lo bawa mobil, biasanya naik angkot," celetuk Kana dengan nada bercanda.
Kevin menoleh pada Kana dengan tatapan tak terima. "Belum tahu aja, dia," ucap Kevin membuat Wilka tertawa.
"Udah, udah, ayo. Keburu siang," ujar Wilka.
__ADS_1
Mereka pun mengangguk dan berjalan keluar menuju mobil.
Kana terlihat membuka pintu belakang agar bisa duduk dengan Kaila. Sedangkan Wilka, gadis itu memilih duduk di depan bersama dengan Kevin.
"Kamu jalan sama, pacarmu gak papa?" tanya Kana pada Wilka.
Wilka tertawa. "Ya gak papa kali. Dia mah orangnya pengertian banget. Gak pernah cemburuan. Memang sepupunya Kevin itu the best!"
Kaila melebarkan mata. "Kak Flero sepupunya Kevin?"
Wilka mengangguk. "Makanya itu aku bisa kenal Flero jalur Kevin."
Kana tertawa. "Di kira pendaftaran kali ya, lewat jalur segala."
Kevin hanya tersenyum. Laki-laki itu tak merespon Wilka membahas sepupunya tersebut.
"Eh, bye the way, kita mau kemana? 'Kan kita belum nentuin pilihan mau kemana," ucap Kevin.
Kana melebarkan mata. "Jadi kalian jauh-jauh nemuin aku belum tahu mau kemana?"
Kaila menggeleng. Begitupun yang lainnya.
Kana menggelengkan kepala. "Bisa-bisanya."
"Aku punya ide. Gimana kalau kita ke acara musik aja? Kayanya seru tuh. Aku denger juga, hari ini ada konser loh di taman kota. Ya, konser kecil-kecilan gitu. Tapi lumayanlah kita bisa seru-seruan sambil teriak-teriak. Gimana?" tanya Wilka.
"Boleh, tuh!" ucap Kevin.
Wilka tersenyum lalu menoleh ke belakang. "Gimana Kan? Kai?"
"Ikut aja, yang penting ada Kaila," jawab Kana membuat kedua temannya memutar bola mata.
"Yaudah deh, terserah Kana. Asal ada Kaila, dia pasti bahagia," ujar Wilka dan kembali menghadap depan.
...-o0o-...
Mobil berwarna abu-abu itu menghentikan lajunya dan menurunkan Empat orang yang keluar dari dalamnya.
"Wah! Rame banget woy!" seru Kevin yang melihat pemandangan di depannya.
"Ayo, semua tangannya di atas! Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja... Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya... Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja! Huoooooo..."
Kana tersenyum dan menoleh pada Kaila. "Inget gak yang aku nyanyiin lagu ini malem-malem, terus malah ditinggal tidur?" tanya Kana pada gadis di sebelahnya.
Kaila tersenyum malu. "Aku ketiduran. Lagian 'kan kamu bilang, kamu sengaja nyanyi biar aku tidur. Jadi gak salah dong!" seru Kaila seraya menjulurkan lidahnya.
Kana tertawa dan mengacak rambut kekasihnya dengan gemas.
Kevin yang berada di belakang sepasang kekasih itu pun hanya tersenyum. Lalu menoleh pada gadis di sebelahnya. "Gue terlambat," lirihnya.
"Ayo dong maju kesana!" seru Kaila pada Wilka dan Kevin.
Kevin mengangguk. Begitupun dengan Wilka, gadis itu berlari mengimbangi langkah Kaila dan menyenderkan lengannya di pundak Kaila.
"Kalian maju ke sana aja dulu, kita berdua mau cari minum buat nonton," ucap Kana membuat gadis itu menoleh.
"Gak papa?" tanya Kaila.
Kana mengangguk, lalu melambaikan tangannya pada kekasihnya tersebut.
Wilka terkekeh dan beralih pada Kaila. "Kana beda banget ya kalau sama kamu."
__ADS_1
Kaila mengangguk. "Aku juga kadang heran. Dia kalau sama cewek yang gak disuka, memang bener-bener dingin sedingin-dinginnya. Sampai dibilang, aku mau-mauan pacaran sama es berjalan. Padahal mah, aslinya dia gak gitu."
Wilka mengangguk. "Bener. Bahkan pas pertama kali aku liat Kana sama kamu, aku kaget aja tahu dia pacarmu. Tatapannya itu loh, dingin abis."
Kaila tertawa. "Itulah yang bikin aku bisa jatuh hati sama dia. Dia spesial."
Wilka tersenyum dan kembali merangkul pundak Kaila. "Semoga kamu langgeng ya sama Kana. Sampai nikah, sampai punya anak, sampai kakek nenek, pokoknya until jannah."
"Aamiin," jawab Kaila dengan senyuman.
"Yaudah yuk, maju ke depan."
Kaila mengangguk dan mengikuti langkah Wilka untuk ke depan.
"Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu... Meski ku tunggu hingga ujung waktuku... Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya... Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja... Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya... Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja..."
"Lagu ini lagi viral banget," ucap Wilka.
Kaila mengangguk. "Bahkan sering masuk fyp."
"Bener-bener," ucap Wilka tertawa.
"Baik, selanjutnya ada seseorang yang akan menyumbangkan lagunya untuk seseorang yang begitu dicintainya. Untuk Kana Bintang Artana, di persilahkan."
Kaila dan Wilka melebarkan mata. "Kana nyanyi?"
"Wahhh, gila! Ganteng banget!" seru beberapa gadis yang berada di dekat Kaila saat seorang Kana muncul dan berdiri di atas panggung.
"Woy, serbuk berlian itu!"
"Aduh, gila, baru kali ini gue liat cowok gantengnya minta di peluk!"
"Mas, mas, munduran dikit dong! Gantengnya kelewatan tuh!"
"Mas, makan apa sih? Ganteng amat!"
"Mas, mas, bagi username ignya dong!"
"Eh, tadi namanya siapa?"
"Kana! Kana siapa gitu. Ada bintang-bintangnya."
Dan masih banyak lagi teriak-teriak yang memenuhi isi kepala Kaila.
"Tes! Tes!" ucap Kana mendekatkan mic ke bibirnya.
"Astaga, mau dong gue jadi micnya!" teriak gadis yang berada di sebelah Kaila.
"Mas! Mas!"
Kaila mengepalkan tangannya. Ia sudah tidak tahan lagi dengan semua ini.
"Mas Kana! Follback ignya dong!".
"Mas! Mas!"
"CUKUPPPPPPPP!" teriak Kaila membuat beberapa orang menoleh ke arahnya.
Begitupun dengan Kana.
-o0o-
__ADS_1