KANA (The Series)

KANA (The Series)
SEASON 2 (Dunia Perkuliahan)


__ADS_3

SEASON 2 (Dunia Perkuliahan)


My boy ♥ : Aku tunggu di kampus ya!


Kaila tersenyum dan membalas pesan tersebut.


Kini ia berjalan menuju cermin seraya meraih bedak dan memoleskannya ke wajahnya yang mulus. Meraih liptint, dan ia kenakan pada bibirnya.


'Mplap!'


"Sempurna!"


Senyumnya kembali merekah. Ia meraih tas dan juga kantong plastik yang sudah ia siapkan semalaman.


"Selamat pagi semua!" teriak Kaila yang keluar dari kamarnya.


Nabila yang tengah membawa piring pun segera menaruhnya ke atas meja dan memeluk anak gadisnya tersebut. "Udah cantik aja?"


"Iya dong, Ma. Ini 'kan hari pertama Kaila jadi mahasiswa. Jadi harus cantik!" jawab Kaila dengan cengiran kuda.


"Pasti bakal banyak yang suka sama kakak," ucap Kiara membuat Nabila ikut tersenyum.


Kaila terkekeh lalu mengacak rambut Kiara. "Tapi Kakak harus setia sama Kak Kana."


"Oh, iya! Kiara lupa."


Nabila terkekeh dan menggelengkan kepala. "Semangat ya kuliahnya, sayang! Oh ya, ini hari pertama pengenalan kampus 'kan?"


Kaila mengangguk. "Ini, Kaila udah siapin semuanya, Ma!" seru Kaila seraya menunjukkan kantong plastik yang ia pegang.


"Wah, banyak banget isinya."


"Kakak tingkat Kaila banyak mau. Suruh bawa ini, itu. Mana pakai kode-kodean lagi." Kaila melipat kedua lengannya di depan dada.


Nabila tersenyum. "Yang sabar ya? Semuanya pasti berlalu kok. Mama juga pernah ngerasain."


Kaila mengangguk, meraih tangan Nabila dan menciumnya.


"Loh mau berangkat sekarang? Gak sarapan dulu?"


"Kaila buru-buru, Ma. Takut kesiangan," ucapnya seraya meraih roti di atas piring dan berlari. "Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam," jawab Kiara.


"Kaila! Mama anter ya!" teriak Nabila.


"Gak usah, Ma! Kaila naik angkot!" seru Kaila yang sudah berlari.


Nabila menggelengkan kepala dan memandang putrinya yang mulai menjauh dari pandangannya. "Semoga kamu selalu diberi kebahagiaan, Nak."


-o0o-


"Angkot!" teriak Kaila saat sebuah angkot melintas di depan rumahnya.


Angkot tersebut berhenti membuat Kaila tersenyum dan langsung naik ke angkot tersebut.


Angkot tersebut cukup penuh, namun untungnya masih tersisa Dua tempat lagi. Kaila segera menduduki tempat kosong tersebut dan memegang tasnya.


"Hei."


Kaila menoleh dan memandang gadis yang memanggilnya. Kaila tersenyum memandang gadis itu.


"Mahasiswa baru ya?"


Kaila mengangguk.


"Kuliah disini juga?" tanya gadis itu seraya menunjuk logo universitas yang ia pegang.


Kaila mengangguk. "Iya. kamu juga?" tanya Kaila yang menyadari seragam yang ia kenakan sama dengan gadis tersebut.


Gadis itu tersenyum dan mengulurkan tangannya. "Wilka. Wilka Felori Anastasya."


Kaila membalas uluran tangan Wilka dan tersenyum. "Kaila. Kaila Zeline Qirani."


"Wah!" Wilka menggelengkan kepalanya. "Gak nyangka bisa ketemu orang secantik kamu. Kamu pasti mantan idol Korea ya?"

__ADS_1


"Hmm?" Kaila mengerutkan dahinya tak mengerti.


Wilka tertawa. "Udah, udah, jangan dipikirin. Aku kagum aja sama kamu. Hampir aja aku insecure," bisiknya membuat Kaila menggelengkan kepala dan terkekeh.


"Rumah kamu yang cat cokelat tadi?" tanya Wilka.


Kaila mengangguk. "Iya, itu rumah aku."


"Berarti rumah kita deketan dong?"


Kaila melebarkan mata. "Seriusan? Memang rumah kamu dimana?


Wilka mengangguk. "Yang cat abu-abu. Yang depannya ada pohon Mangga. Selisih Dua rumah sama rumah kamu."


Kaila menutup mulutnya. "Jadi kita tetanggaan?"


Wilka mengangguk kegirangan. "Ah, seneng banget tetanggaan sama kamu!"


Kaila tersenyum. "Kenapa kita baru ketemu sekarang sih?"


"Ah, iya juga ya!" ucap Wilka tertawa, lalu menoleh ke arah lain. "Eh! Pak, Pak, berhenti Pak!" serunya membuat angkot yang mereka naiki berhenti.


"Kenapa? 'Kan masih jauh kampus kita," ucap Kaila.


"Itu ada temen aku," jawabnya. "KEVIN! NAIK!" teriaknya membuat laki-laki yang mengenakan seragam yang sama dengan keduanya menoleh lalu naik ke angkot tersebut.


"Huft, hampir aja aku ketinggalan angkot," ucap laki-laki bernama Kevin tersebut.


"Makanya bangun tuh jangan kesiangan, Kevin! Untung aku telponin kamu. Kalau enggak, abis kamu di bunuh kating."


Kevin memutar bola matanya, lalu menoleh pada gadis di sebelah sahabatnya tersebut.


Kaila dan Kevin saling memandang membuat Wilka berdeham. "Tinggal kenalan aja pakai lihat-lihatan dulu."


Kevin tersenyum dan mengulurkan tangan pada Kaila. "Kevin."


"Kaila," jawab Kaila dengan senyuman.


"Kalian berdua saling kenal?" tanya Kevin pada Wilka.


Kevin tertawa. "Dasar Wilka, semua orang di ajak kenalan."


Kaila menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan Kevin.


"Ya gak papa kali. Biar kenal. Ya 'kan Kai?" tanya Wilka.


Kaila mengangguk. "Iya, bener."


Wilka mengulurkan lidahnya membuat Kevin menatapnya kesal.


"Oh ya Kaila, kamu asli Jogja apa dari luar provinsi?" tanya Wilka mencari topik obrolan.


"Aku sendiri aslinya dari Jogja. Cuma waktu SMA kelas Tiga, aku pindah ke Jakarta. Dan karena kuliahnya di Jogja, aku pindah ke Jogja lagi."


"Tapi rumah yang kamu tempatin sekarang bukan rumah kamu dulu 'kan?" tanya Wilka.


Kaila menggeleng. "Rumah yang dulu udah di jual."


Kevin membulatkan bibirnya. "Jadi di Jakarta cuma Satu tahun?"


Kaila mengangguk membenarkan. "Kalian sendiri?"


"Asli Jogja!" jawab keduanya serempak.


Kaila terkekeh. "Bisa kompak gitu."


"Kevin yang ikut-ikutan!" ucap Wilka kesal.


Kevin menoleh dan melebarkan mata. "Ikut-ikutan gimana? Ya memang harus jawab itu."


"Alasan," ucap Wilka seraya melipat kedua lengannya di depan dada.


Kevin menghela napas dan menoleh pada Kaila. "Salah terus ya jadi cowok?"


Kaila terkekeh. "Sabar," ucap Kaila lalu memandang Wilka.

__ADS_1


'Drrrtt!'


Wilka melebarkan mata dan segera mengangkat ponselnya.


"Halo, sayang! Oh oke, oke, aku turun di sana sekarang."


Wilka mematikan sambungannya lalu menoleh pada Kaila dan Kevin. "Aku turun di depan ya? Kak Flero nunggu aku di sana."


Kevin mengangguk. "Hati-hati ya?"


"Okey!" Wilka tersenyum lalu menoleh pada Kaila. "Kai, aku duluan ya? Semoga kita bisa ketemu lagi di kampus."


"Iya, hati-hati ya," ucap Kaila.


Wilka mengangguk. "Pak, berhenti di depan ya!" serunya membuat angkot tersebut berhenti dan menurunkan gadis itu.


Setelah gadis itu tak terlihat, Kaila kembali menoleh pada Kevin. "Wilka mau ketemu siapa?"


"Pacarnya," jawab Kevin.


Kaila membulatkan bibir. Mendengar kata pacar, ia teringat Kana.


Apakah laki-laki itu sudah berada di kampus?


"Kaila."


Kaila menoleh dan menatap Kevin penuh tanya.


"Aku belum tahu kamu ambil jurusan apa," ucap Kevin dengan senyum diwajahnya.


"Aku jurusan kedokteran," jawab Kaila.


Kevin melebarkan mata. "Aku juga kedokteran!"


Kaila ikut terkejut. "Serius?"


Kevin mengangguk. "Astaga, bisa pas gini ya?" ucapnya tertawa.


Kaila mengangguk dan hanya tersenyum tipis. Ia tak tahu harus berkata apa lagi. Ia tak ingin terlalu dekat dengan laki-laki lain.


"Kalau gitu, kita bisa berangkat bareng dong!" ucap Kevin.


"Hah?" Kaila mengerutkan dahi.


"Iya, aku, kamu sama Wilka. Lagipula rumah kita bertiga gak terlalu jauh 'kan?" ucap Kevin membuat Kaila tersenyum ragu.


"Ah, iya, hehe."


Kevin terkekeh lalu meraih ponselnya.


Melihat Kevin sudah sibuk dengan ponselnya, membuat Kaila merasa lega. Ia bingung harus bicara apa lagi dengan laki-laki itu. Ia sudah kehabisa kata-kata. Lagipula, tahu sendiri 'kan jika Kaila adalah gadis pemalu yang sulit untuk membuka obrolan terlebih dahulu.


"Udah sampai, Kai."


Suara Kevin mengagetkannya. Hampir saja Kaila tertidur.


Gadis itu segera meraih tasnya dan turun dari angkot.


"Mau langsung ke Aula gak?" tanya Kevin yang masih berdiri di samping Kaila.


Kaila menoleh dan menatapnya bingung. "Gimana?"


"Mau bareng ke Aula gak?" tanya Kevin sekali lagi.


Kaila menggigit bibir bawahnya seraya mengitari pandangannya ke arah lain.


"Kaila. Ayo, bentar lagi mau di mulai."


"Emm—"


Kevin berdecak. "Udah, ayo!


Kaila melebarkan mata saat Kevin menarik tangannya.


-o0o-

__ADS_1


__ADS_2