
Part 47
Kana menatap rumah di hadapannya dan terdiam.
"Meow! Meow!"
Kana menoleh ke bawah saat seekor kucing berada di kakinya. Kana tersenyum dan berjongkok. "Kamu laper ya?"
"Memang kucing bisa ngomong ya?"
'Deg!'
Kana melebarkan mata, lalu menoleh ke belakang.
"Hai!"
Senyum Kana yang awalnya merekah pun memudar. Raut wajah kesal perlahan muncul didiri Kana. Ia benar\-benar tak suka dengan gadis di hadapannya itu.
"Tadi waktu gue jemput nyokap di Bandara, gak sengaja liat lo naik ke taksi. Jadi, gue pikir gak ada salahnya kalau gue ikutin lo," ucap Gisele senyuman di wajahnya.
Kana menghela napas.
Gisele mengangangguk dan mengangkat kedua tangannya. "Oke! Oke! Gue paham, lo pasti gak suka. Tapi— it's my feel. Please harga perasaan gue. Gue sadar kok lo punya pacar, gue sadar ada perasaan yang harus lo jaga, dan gue juga sadar lo gak ada perasaan ke gue. Tapi— apa salahnya gue mencoba?"
"Sinting!"
Gisele melebarkan matanya. "Tapi Kan—"
"Gue gak ada urusan sama lo. Jadi lo bisa pergi."
"No! Gue gak mau pergi. Gue jauh\-jauh ngikutin taksi lo, dan lo suruh gue pergi gitu aja?"
Kana kembali menghela napasnya. "Oke, kalau lo gak mau pergi, gue yang pergi. Gue mau cari Kaila, bukan lo!" ucap Kana dan berlalu pergi.
Gisele menggelengkan kepala menatap punggung Kana yang melangkah pergi. "Memang lo yakin, Kaila akhir dari cerita lo?" ucap Gisele membuat Kana menghentikan langkahnya.
Gisele menyunggingkan senyum miringnya. "Apa lo yang lo miliki sekarang, belum tentu bisa lo miliki seterusnya. Begitupun cinta. Saat lo disini mikirin Kaila, belum tentu Kaila disana mikirin lo. Coba lo pikir, kalau Kaila memang mikirin lo, dia gak mungkin menghilang gak ada kabar kaya gini."
Kana menoleh ke belakang. "Tau apa lo?"
__ADS_1
Gisele mengedikkan bahu. "Apa yang gue gak tahu, Kan. Semua gue cari tahu. Karena apa? Karena gue gak main\-main suka sama lo. Lo tahu? Gue rela kehilangan sahabat\-sahabat gue, demi apa? Demi dapetin lo!" Gisele mengangguk. "Bener, mereka bilang apa yang gue lakuin ini salah. Tapi— apa lo bisa mikirin perasaan gue? Cinta gue tumbuh gitu aja, Kan. Gue juga gak pengen. Tapi ini hati, perasaan, gue sendiri gak bisa kontrol perasaan gue."
Gisele menghela napas dan menunduk.
"Gue jatuh cinta sama lo."
Kana menunduk. Ia benar\-benar tak ingin mendengar hal ini dari mulut Gisele.
Kana berdecak. "Tapi gue—"
"Gue gak pantes buat lo," ucap Gisele melanjutkan ucapan Kana.
Kana menggeleng. "Bukan itu." Kana menghela napas dan berjalan mendekat. "Bukan itu maksud gue, Sel. Sel, lo itu cantik. Dan gue juga tahu lo orang yang baik. Tapi please lo sadar, gue gak bisa lo miliki."
Gisele menggeleng, mendekat ke arah Kana dan memeluk lelaki itu.
"Kasih gue kesempatan buat meluk lo, Kan," lirih Gisele membuat Kana diam.
Gisele memenjamkan mata. Tanpa sadar, air mata keluar dari kelopak matanya.
Kana mengangguk. Ia merasakan gadis itu tengah menangis.
Gisele tersenyum tipis dan menarik tangan Kana, lalu ia dekatkan ke dadanya. "Lo denger? Jantung gue berdegub kencang. Bahkan saat gue sadar kalau Cuma gue yang punya perasaan disini."
Kana mengangguk. Laki\-laki itu terlihat seperti orang bodoh kali ini.
Gisele menyunggingkan senyumnya. Lalu melepaskan tangan Kana. "Sekarang lo lihat 'kan? Gimana perasaan gue ke elo." Gisele mengangguk sendiri, bahkan saat Kana tak mengatakan sepatah kata pun. "Sekarang lo boleh pergi, Kan. Tapi lo harus inget, gue akan terus berusaha buat mencintai lo. Gak peduli ada Kaila atau enggak di hati lo."
Kana tak menjawab. Laki\-laki itu melangkah pergi meninggalkannya.
Gisele tersenyum menatap punggung itu. "Seenggaknya lo udah tahu Kan, kalau gue akan terus menunggu lo."
'Krak!'
Gisele menoleh ke sekeliling. Namun tak ada siapa\-siapa disana. Ia menghela napas, menyeka air matanya dan berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.
-o0o-
__ADS_1
"Ngapain sih lo pada kesini?" ucap Erkan pada Wilko, Wilka dan juga Kevin.
Wilko menghela napas dan hendak menjelaskan maksud dan tujuannya kesini. "Gue kesini Cuma mau tanya soal—"
"Keiza?" Erkan menaikkan kedua alisnya.
Wilko mengangguk, begitupun dengan Wilka dan Kevin.
Erkan tersenyum miring. "Terus kalian pikir, karena gue pacarnya, gue tahu semuanya?" Erkan menggeleng. "Gue sendiri aja gak dikabarin sama dia. Dia kaya menghilang di telan bumi."
Wilka menggigit bibir bawahnya. "Jadi lo gak tahu apa\-apa soal dia?"
Erkan menggeleng. "Kalau gue tahu, gue juga gak akan kasih tahu kalian. Apalagi lo!" ucapnya pada Wilko.
Wilko memutar bola matanya, lalu melipat kedua lengan. "Kenapa sih, lo? Gak udah\-udah cari masalah sama gue."
Erkan bangkit berdiri. "Eh, Wilko! Harusnya lo mikir, kalau dulu gue gak rebut Keiza dari lo. Penderitaan Keiza gak udah\-udah! Lo sadar gak, dulu pacar lo menderita? Enggak 'kan? Seharusnya dulu lo peduli sama kehidupan keluarga dia. Gak cuma minta enaknya aja!"
'Bug!'
"Wilko! Udah!" teriak Wilka saat melihat pukulanWilko mendarat di wajah Erkan.
Erkan tersenyum miring seraya menyentuh wajahnya yang berdarah. "Lo emosi? Lo gak terima? Lo harusnya mikir!"
Kevin menarik Wilko dari Erkan dan membawanya pergi. "Udah Ko, disini malah makin panas. Gak ada gunanya juga kita tetep disini."
Melihat Wilko di bawa pergi Kevin, Wilko sedikit lebih lega. Ia menatap Erkan dengan tatapan heran. "Wilko itu gak tahu apa\-apa, jadi berhenti nyalahin dia atas Keiza!" ucapnya dan berjalan pergi menyusul Kevin dan juga Wilko.
-o0o-
Dilain tempat, Kana terlihat melamun. Laki-laki memikirkan ucapan Gisele tadi.
"Apa lo yang lo miliki sekarang, belum tentu bisa lo miliki seterusnya. Begitupun cinta. Saat lo disini mikirin Kaila, belum tentu Kaila disana mikirin lo. Coba lo pikir, kalau Kaila memang mikirin lo, dia gak mungkin menghilang gak ada kabar kaya gini."
Kana mengusap wajahnya. "Kenapa mulut cewek itu ada benarnya?" ucapnya tanpa sadar.
Namun seketika ia menggeleng. "Gak! Gak! Kaila gak mungkin kaya gitu. Kaila cinta sama gue, begitupun sebaliknya. Kaila gak mungkin ngelupain gue gitu aja. Dia pasti pulang dan nemuin gue."
Kana mengangguk. Ia mencoba meyakinkan diri sendiri.
"Tapi gimana kalau apa yang Gisele bilang itu bener? Apa yang gue miliki sekarang, belum tentu bisa gue miliki seterusnya."
Kana kembali mengusap wajahnya dan menutup mata. "Kaila milik gue, gue yakin gue akan berakhir dengan dia."
"Saat lo disini mikirin Kaila, belum tentu Kaila disana mikirin lo. Coba lo pikir, kalau Kaila memang mikirin lo, dia gak mungkin menghilang gak ada kabar kaya gini."
"Gisele! Menghilang lo dari pikiran gue!" teriak Kana saat ucapan Gisele terus terngiang di otak Kana.
__ADS_1
-o0o-