
Part 29
Hari bahagia telah tiba.
Hari ini semua orang terlihat tengah mempersiapkan diri.
Termasuk dua pasang pengantin yang akan melangsungkan pernikahan hari ini.
Kaila dan Keiza, kakak beradik itu terlihat tengah berada di meja rias setelah mendapatkan riasan dari Anggi, tante mereka.
Anggi sendiri adalah seorang MUA terkenal di kotanya di Medan. Oleh karena itu ia sengaja ingin ikut andil dalam kebahagiaan kedua keponakannya yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.
"Gimana? Suka gak sama make up-nya?"
Kaila dan Keiza mengangguk dan kembali menatap cermin.
Anggi tersenyum lega. "Gak nyangka akhirnya kedua ponakan Tante akhirnya nikah juga."
Kaila tersenyum. "Makasih ya, Tante."
"Kita yakin, kalau gak ada tante kita gak bakal secantik ini," ucap Keiza membuat Anggi tersenyum malu.
"Bisaan aja Kirana," ucap Anggi yang masih memanggil Keiza dengan nama Kirana.
"Mbak Anggi, dipanggil Mas Angga," ucap Naila yang baru saja masuk ke ruangan tempat mereka berada.
Anggi menaikkan kedua alisnya. "Mas Angga dimana, Nai?" tanyanya.
Naila menujuk ke arah luar. "Itu diluar."
Anggi mengangguk dan meletakkan alat make upnya. "Tante temuin Papa kalian dulu ya?" ucap Anggi dan berjalan pergi.
"Ada apa, Tan?" tanya Keiza penasaran.
"Itu, Papa kalian pengen minta temenin adiknya dipelaminan nanti. 'Kan kasian juga kalau Papa kalian duduk sendiri di atas sana," ujar Naila.
Kaila dan Keiza mengangguk. "Iya sih."
Naila mengangguk dengan senyuman.
"Tapi Tan," ucap Kaila membuat Naila menoleh dan menatapnya. "Setting dipelaminan nanti gimana ya? 'Kan ada dua pasang pengantin."
Naila tertawa. "Jujur, Tante juga tadinya bingung. Ini gimana settingnya. Ternyata gini, 'kan sebelah kiri orangtua Aji tuh, terus pengantin Aji sama Keiza. Nah, terus samping mereka Papa kalian sama Tante Anggi, terus sampingnya pengantin Kana sama Kaila, nah nah yang sebelah sisi kanan orangtua Kana."
Kaila mengangguk mengerti. "Oh iya, iya."
Naila mengangguk membenarkan. Ia tersenyum dan menatap kedua ponakannya. Meraih tangan mereka dan menggenggamnya. "Tante gak sabar. Sebentar lagi kalian berdua bakal resmi jadi istri orang."
Keiza terkekeh, namun menitihkan air mata.
"Eh, jangan nangis. Nanti make upnya rusak," ucap Naila yang semakin membuat Keiza tak bisa menahan diri lagi.
Keiza mengangguk, mendongak ke atas menahannya supaya air matanya tidak jatuh.
'Tok! Tok! Tok!'
"Masuk!" teriak Naila.
'Ceklek!'
"Assalamualaikum," ucap beberapa orang yang masuk ke dalam.
Kaila menoleh. "Wilka? Elsa?"
"Clara?" timpa Keiza.
Ketiga orang itu tersenyum dan menghampiri sahabatnya masing-masing. Kaila dan Elsa menghampiri Kaila, serta Clara yang menghampiri Keiza.
__ADS_1
"Kalian kok bisa bareng?" tanya Kaila pada kedua sahabatnya.
Wilka mengangguk. "Tadi kita ketemu di depan, ternyata sama-sama mau nyamperin kamu. Terus ada Kakak ini juga," ucap Wilka menunjuk Clara. "Yaudah deh, bareng sekalian."
Kaila terkekeh dan menatap kedua sahabatnya.
Dilain sisi, Clara terlihat kagum memandangi Keiza.
"Dok," ucap Clara dengan senyuman lebar.
Keiza tersenyum. "Jangan panggil Dok ah, Keiza aja. Ini 'kan bukan di rumah sakit."
Clara menyengir kuda. "Iya, deh." Clara terkekeh dan berbisik ; "Kei, tahu gak sih? Di rumah sakit lagi pada heboh?"
Keiza melebarkan matanya. "Heboh kenapa?"
"Soal pernikahan Keiza sama Dokter Aji," ungkap Clara.
"Lah, memangnya mereka gak pada tahu ya?" tanya Keiza bingung.
"Pada tahu sih. Cuma 'kan ini pernikahan spektakuler. Antara dokter muda dengan dokter muda. Di tambah Dokter Aji yang berstatus cucu Ketua Direktur. 'Kan nambah heboh," ucap Clara dengan gelak tawa.
Keiza terkekeh mendengar hal tersebut.
"Nah terus, mereka tuh pada pengen minta ganti shift supaya bisa dateng ke akad kamu."
Keiza menggelengkan kepala dan terkekeh. "Kenapa harus ganti shift. 'Kan mereka bisa dateng nanti begitu shift abis."
"Ya dibilang pengen nyaksiin pernikahan spektakuler," ucap Clara terkekeh. "Kayanya banyak banget ya tamu yang dateng nanti. Sesuailah sama status kalian berempat. Kamu dokter, Aji Dokter, Kana dokter, tambah Kaila fashion designer yang kenalannya sampai luar Negeri."
Keiza tersenyum. "Aamiin deh, semoga semua orang di undang bisa dateng."
"Aamiin," ucap Clara.
"Bye the way, kamu sendiri kesini?" tanya Keiza penasaran.
Clara mengangguk. "Aku mau ajak Ratih, dia dapet shift pagi. Sebenarnya banyak sih dokter di rumah sakit yang ngajakin bareng. Cuma aku lebih seneng sendiri, siapa tahu ketemu jodoh disini."
Clara menyengir kuda.
"Oh! Jadi ini sahabat kamu yang sering kamu ceritain dulu?" tanya Wilka menyebut Elsa.
Kaila mengangguk membenarkan.
Elsa terkekeh dan mengerutkan dahinya. "Memang dulu Kaila nyeritain apa soal gue? Eh— soal aku."
Wilka tersenyum. "Katanya selama di Jakarta ketemu sahabat yang bener-bener tulus namanya Elsa."
Elsa tersenyum malu dan menoleh pada Kaila. "Ah, Kaila mah. Gue jadi terbang nih."
Kaila dan Wilka terkekeh.
"Bye the way, Wilka udah nikah ya?" tanya Elsa.
Wilka mengangguk dengan senyuman lalu memegang perutnya.
"Udah hamil?" tanya Elsa dan Kaila bersamaan.
Wilka terkekeh dan menyengir kuda. "Baru empat minggu."
"Alhamdulillah, semoga lancar ya, Wil. Doain juga aku segera nyusul," ucap Kaila.
"Aamiin."
Semua terlihat bahagia, baik pengantin maupun tamu undangan.
Tak terasa, waktu terus berjalan.
__ADS_1
Satu jam telah berlalu.
Kedua pengantin pria telah tiba.
Kana dan Aji terlihat berjalan beriringan masuk ke dalam gedung, di ikuti dengan pihak keluarga yang berada di belakang.
Jangan ditanya lagi, mereka berdua memiliki ikatan sepupu. Karena itulah keluarga yang mengiringi mereka terlihat berbaur menjadi satu.
"Kevin nelpon, katanya pengantin pria udah ada diluar," ucap Wilka dan kedua pengantin wanita.
Mendengar hal itu, Kaila dan Keiza semakin gugub. Keduanya terlihat gemetar dan tak sabar.
"Nanti ini, mau di iring apa gimana?" tanya Naila yang masih berada disini.
Elsa mengangguk. "'Kan udah ada bridesmaid, Tante," ucap Elsa seraya menunjuk gaun berwarna lilac miliknya.
Naila melebarkan mata. "Lah, iya. Tante baru nyadar baju kalian bertiga kok warnanya sama."
Kaila terkekeh. "Ada satu bridesmaid lagi tan yang belum dateng."
"Siapa?" tanya yang lainnya.
"Kiara."
-o0o-
Kiara menatap laki-laki di depannya. "Buat apa kesini?" tanya Kiara pada laki-laki di depannya.
Laki-laki bernama Aldo itu tampak bingung harus menjawab apa. "Aku— aku kesini ikut pengantin pria. Aku bener-bener gak tahu kalau Kak Aji bakal nikah sama Kakak kamu."
Kiara tersenyum miring seraya melipat kedua lengannya. "Jadi kamu saudara Kak Aji?"
Aldo mengangguk membenarkan.
"Saudara dari mana? Kok Kak Aji gak pernah cerita? Terus kok waktu kamu kesini pas ada Kak Aji, kok Kak Aji gak bilang apa-apa? Dia malah nanya kamu siapa," ucap Kiara dengan penuh pertanyaan yang bahkan satupun belum terjawab oleh Aldo.
Aldo menghela napas. "Mama Kak Aji Papaku. Jadi aku masih sepupuan sama Kak Aji. Terus soal Kak Aji yang gak pernah cerita, mungkin males cerita ke kamu. Terus soal dia nanya aku siapa, mungkin dia gak lihat, 'kan aku pakai helm jaket tebel." Aldo melipat kedua lengannya dan menatap Kiara tanpa dosa.
Kiara berdecak dan menatap Aldo sebal. "Dasar ya kamu! Udah salah, gak minta maaf. Terus seolah-olah gak terjadi apa-apa lagi!"
Aldo mengerutkan dahinya. "'Kan aku udah coba jelasin. Kamu aja yang gak mau denger. Yaudah, terus apa lagi? Mau nyalahin? 'Kan aku udah bilang, cewek yang sama aku itu sepupu Aku dari Bali. Tuh orangnya. Dia juga sepupu Kak Aji," ucap Aldo menunjuk gadis yang berada di barisan pihak keluarga pengantian pria.
Kiara menatap Aldo kesal. "Dasar, gak mau disalahin!"
"Kiara!" teriak seseorang.
"Tuh, di panggil," ucap Aldo menunjuk seseorang yang berada di ujung.
Kiara menoleh ke belakang dan melihat Naila tengah melabaikan tangannya. "Buruan!"
Kiara melebarkan mata. "Astaga, gue lupa. Gue 'kan harus iringin pengantin wanita," umpatnya dalam hati. Gadis itu menghela napas dan menatap tajam Aldo. "Awas ya, kamu!" ucapnya dan berlari pergi.
Aldo terkekeh dan menggelengkan kepala. "Nyebelin sih, tapi ngangenin." Aldo tersenyum dan menatap punggung Kiara yang mulai menjauh.
-o0o-
a/n :
Aloha man teman!
Hihihi, makasih ya udah nemenin sampai sejauh ini.
Bye the way, siapa nih yang gak sabar Aji sama Kana ucap Ijab Qabul? Hihi pasti semua gak sabar dong ya!^^
Tenang aja, setelah ini adalah part dimana kedua lelaki itu mengucapkan ijab qabul, loh!
Yuk sama-sama berdoa semoga kedua lelaki itu diberi kelancaran ya. Aamiin.
__ADS_1
Ngomong-ngomong lagi, kok kayanya masih ada benih-benih cinta ya antara Aldo dan Kiara.
Yuk tungguin terus kelanjutannya. Gomawo kalian semua. ^^