
Rehan dan keluarga kecil nya baru saja kembali dari apartemen sang kakak yang saat ini ditempati keluarga Nabila untuk makan malam bersama, sengaja Rehan mengajak istri dan putra kecil nya makan malam bareng keluarga sang istri untuk lebih mengeratkan hubungan dirinya dan juga Kevin dengan ayah, ibu serta kedua adik Nabila.
"Dad,,, boleh enggak sebelum Kevin bobok, Kevin ditemani dulu sama daddy dan mommy? Kevin pengin dibacain dongeng sama mommy,,, boleh?" Pinta Kevin dengan merajuk manja.
"Ehm,,, gimana ya,, boleh gak ya?" Rehan sengaja menggoda putra nya.
"Please dad,,," lirih Kevin seraya menangkup kedua tangan nya di depan dada, "nanti setelah Kevin bobok, daddy dan mommy boleh kok tinggalin Kevin,,, boleh ya??" Kevin semakin merajuk.
"Boleh sayang,,," jawab Nabila yang gak tega melihat putra nya hampir menangis. "Daddy ih,,, ngerjain anak sendiri, gak lucu tahu dad," protes Nabila dengan berbisik.
Rehan tergelak,, dan sedetik kemudian dia mengangkat tubuh kecil Kevin dan menggendong nya menuju kamar tidur putra nya itu, "sekarang kita bobok ya,,," ucap nya sambil menciumi pipi gembul Kevin dengan gemas.
Nabila mengekor di belakang suami nya, "gosok gigi dulu ya nak," ucap Nabila sesaat setelah mereka tiba di kamar Kevin, seraya menuntun bocah itu untuk ke kamar mandi.
Setelah selesai, Nabila segera mengajak Kevin menuju tempat tidur dimana sang daddy telah lebih dulu membaringkan tubuh di sana. "Daddy geser sana,," pinta Kevin sambil mendorong tubuh besar sang daddy.
Terang saja, tubuh daddy nya sama sekali tak bergeser... Rehan justru terkekeh melihat aksi putra nya yang dengan sekuat tenaga terus mendorong-dorong tubuh nya. "Mommy,,, bantuin Kevin dorong daddy mom," pinta nya pada sang mommy dan menjauh dari daddy nya.
"Ayolah dad,, biar kan Kevin segera bobok, daddy geser dikit sana," pinta Nabila pura-pura mendorong tubuh sang suami agar segera menyudahi keisengan nya menggoda sang putra.
Bukannya bergeser, Rehan justru menarik tangan Nabila hingga terjatuh kedalam pelukan nya,, "aw,,," Nabila terpekik kaget.
"Nak, tolongin daddy,,, mommy nya nakal nih, masak daddy di tindih, mommy kan berat?" Rehan pura-pura kesakitan.
"Daddy kan kuat dan badan nya juga besar... masak kalah sama mommy?" Ucap Kevin tak percaya, dan masih mematung di tempat nya.
Nabila terkekeh pelan, melihat aksi sang suami yang tidak berhasil meminta pembelaan putra nya.
Merasa kalah dan malah di tertawa kan sang istri, Rehan mempererat pelukan nya, "mommy harus dihukum karena ngetawain daddy," bisik nya lirih di telinga Nabila.
Nabila melotot,, "kok mommy yang di hukum?!" Protes Nabila lirih dengan mengerucutkan bibir tipis nya.
"Ya udah, kalau gak mau di hukum biar aja seperti ini terus,,," Rehan semakin mengeratkan pelukan nya.
"Jangan dad,,, kasihan Kevin tuh, dia sudah ngantuk?"
"Dad, mom,, kenapa malah bisik-bisik sih?" Kevin penasaran.
__ADS_1
"Enggak apa-apa nak, daddy dan mommy lagi diskusi," jawab Nabila asal. "Ayo dad,, lepasin mommy please,,," bujuk Nabila pada suami nya.
"So,, mommy setuju untuk dihukum atau kita berpelukan terus seperti ini?" Rehan memberi penawaran seraya tersenyum seringai.
"Hem,,, iya,, iya,," dengan terpaksa Nabila mengiyakan keinginan sang suami.
Rehan segera melepaskan pelukan nya pada sang istri, namun sebelum nya dia sempat mencuri kecupan singkat di bibir Nabila, "hmm,, manis yang, abang suka," bisik nya sangat lirih.
"Abang ih,, ada anak kecil juga, main nyosor aja," Nabila menggerutu seraya bangkit menghampiri Kevin dan kemudian menidurkan nya di samping sang daddy.
Sedangkan Rehan tersenyum senang,,,
"Berdo'a dulu ya nak," titah Nabila pada Kevin.
Kevin kemudian membaca do'a sebelum tidur, yang diamini oleh daddy dan mommy nya. Selesai berdo'a Kevin menuntut pada Nabila untuk membaca kan nya dongeng pengantar tidur.
Sejenak Nabila berfikir, "seperti nya kalau tidur disini bareng Kevin, aku bakal bisa istirahat total deh malam ini,,, capek juga ternyata di gempur terus siang malam sama si abang," bisik nya dalam hati, senyum kemenangan terbit di sudut bibir nya.
"Nak, coba deh Kevin geser dikit.. mommy pengin sambil rebahan, punggung nya pegel nih," ucap Nabila mulai melancarkan aksi nya sambil menggeser tubuh mungil Kevin ke tengah, dan dengan segera dia membaringkan tubuh nya di sebelah kiri Kevin.
Rehan yang berbaring di sebelah kanan putra nya nampak mengernyit, "mom,, baca buku sambil tiduran kan gak baik?"
"No mommy, no... mommy gak boleh bobok disini." Tolak Kevin dengan tegas.
"Loh kenapa nak? Bukannya waktu itu Kevin bilang pengin bobok sama mommy ya?" Selidik Nabila merasa heran.
"Dulu kan Kevin masih kecil,,, sekarang Kevin sudah besar dan mau jadi abang, jadi Kevin harus bobok sendiri. Daddy dan mommy bobok berdua saja di kamar daddy, Kevin janji gak akan ganggu. Kevin cuma minta dibacain dongeng aja mommy,,,?"
Rehan yang mendengar ocehan putra nya tersenyum senang, sedangkan Nabila melirik sang suami dengan tatapan menuntut jawab,,, "abang ngajarin yang enggak-enggak ya?"
Bukannya menjawab, Rehan justru beranjak dari tempat nya untuk mengambil salah satu buku dongeng yang berada di atas nakas. Dan kemudian memberikan nya pada sang istri, "turuti aja mom, udah malem... kita juga butuh berduaan," ucap nya lirih di telinga Nabila seraya mengerling nakal.
Nabila menerima buku dongeng dari tangan sang suami dengan bibir mengerucut, kemudian dia bangkit dari posisi tidur nya dan duduk di samping Kevin. Nabila mulai membaca kan dongeng, sedangkan Rehan kembali merebahkan diri di tempat nya semula seraya memeluk putra nya, dan mengelus-elus kepala bocah kecil yang cepat terlelap itu.
"Sudah bobok ternyata," ucap Nabila ketika sekilas dia melirik Kevin tadi.
"Iya, kayak nya dah ngantuk berat tadi,,, makanya bobok nya cepat, padahal biasanya lama loh. Apa karena yang baca dongeng bidadari bersuara merdu ya,,," Rehan mulai menggombal.
__ADS_1
Nabila melengos untuk menyembunyikan rona merah di pipinya, entah mengapa hatinya merasa berbunga-bunga hanya dengan gombalan receh dari sang suami.
Rehan segera bangkit dan menyelimuti tubuh mungil Kevin, memadamkan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur dan kemudian menghampiri sang istri yang berdiri tak jauh dari tempat tidur Kevin. Dan hanya dengan sekali gerakan Rehan berhasil mengangkat tubuh ramping sang istri dan membopong nya menuju kamar utama.
Nabila yang sempat kaget menutup mulut nya agar tak mengeluarkan suara yang bisa saja membangunkan Kevin, "abang, ih,,, suka nya ngagetin aja," lirih nya seraya memukul pelan dada sang suami yang tengah berjalan sambil membopong tubuh nya.
Setelah tiba dikamar mereka, dengan perlahan Rehan membaringkan tubuh sang istri di atas ranjang. Bergegas Rehan mengunci pintu kamar dan mengganti lampu utama dengan lampu tidur yang redup, menciptakan suasana remang-remang yang semakin menggairahkan baginya.
Nabila beranjak dari atas pembaringan, "loh mau kemana yang?" Tanya Rehan sambil mengernyit.
"Billa mau bersih-bersih dulu bang,,, kenapa, abang mau ikut ke kamar mandi?" Nabila sengaja menggoda sang suami.
"Pasti mau lah yang, abang gak bakalan nolak!" Jawab Rehan tegas.
"Eh,, kok,, malah mau sih! Billa bercanda abang..." elak Nabila sambil berlari kecil menuju kamar mandi.
Rehan terkekeh menyaksikan tingkah istri nya yang masih saja malu-malu itu, meski kadang sedikit liar dan berani menggoda nya.
Tak berapa lama, nampak Nabila keluar dari kamar mandi dengan memakai lingerie berwarna baby pink dan berjalan menghampiri sang suami dengan tersenyum menggoda. Rehan tak berkedip menatap pemandangan indah di depan matanya, melihat tubuh sang istri yang hanya tertutup kain tipis dan tanpa memakai pakaian dalam membuat sesuatu yang berada di balik boxer nya meronta.
"Kamu sengaja menggoda abang sayang,,," ucap Rehan sambil menelan saliva nya dengan susah payah.
"Apa benar abang tergoda?" Tanya Nabila dengan menghembus pelan nafas nya di telinga sang suami.
Sekujur tubuh Rehan menjadi merinding, nampak dia sudah tak kuasa lagi menahan hasrat yang semakin bergejolak... "yang, seperti nya malam ini akan lebih panjang dari malam pengantin kita," lirih nya dengan suara menahan hasrat. Rehan segera menarik tubuh sang istri kemudian menghempas nya pelan keatas pembaringan, dan dengan gagah nya bos RPA Group itu membawa nyonya bos kembali terbang melayang.
Alhamdulillah,,, gak terasa udah sampai episode 100, makasih untuk semua readers kesayangan yang sudah setia menemani kisah cinta Nabila dan Rehan.
Kita kawal mereka hanya sampai resepsi pernikahan ya?? πππ
__ADS_1
Jangan lupa, vote, like & komen. Serta hadiah dari kalian yang slalu aku tunggu βΊβΊπ