
Rehan baru saja tiba di bandara Ngurah Rai Bali, setelah sekitar dua jam melakukan penerbangan dari Singapura menggunakan jet pribadi milik abang iparnya Yusuf.
Alex nampak sudah menjemput atasannya itu di pintu kedatangan, dan segera menuntun Rehan menuju mobil. "Lu mau istirahat dulu atau langsung menemui Vincent?" Tanya Alex tanpa basa basi setelah menghidupkan mesin mobilnya.
Rehan melirik jam tangannya yang mahal, "langsung saja, tadi di perjalanan gue udah menyempatkan waktu untuk tidur sebentar," jawab Rehan datar.
Tanpa banyak bicara lagi, Alex segera melajukan mobilnya menyusuri jalanan kota yang ramai dengan lalu lalang kendaraan." Mereka menunggu kita di Bar XX," ucap Alex memberitahu kepada Rehan kemana dia akan membawa Bos nya itu.
"Mereka?" Tanya Rehan seraya mengerutkan kening nya.
"Ya, seperti yang gue katakan tadi sewaktu di telfon,,, ada Jessica di belakang Vincent," jawab Alex mengulang informasinya.
"Huh,,," Rehan mendesah kasar, "apa maunya dia!" Seru Rehan dengan raut wajah yang merah padam.
"Tahan emosi lu Rey,,, sabar,,, lu akan dengan mudah masuk ke dalam jebakan mereka jika lu tidak bisa menahan diri," ucap Alex mencoba menyadarkan Rehan, "tetap lah berfikir jernih dan gunakan akal sehat, dan gue yakin mereka tak kan bisa berkutik," lanjut Alex mengingatkan atasan yang sekaligus sahabat baiknya itu. "Dan satu lagi, ingat ada Nabila yang selalu menunggu lu untuk pulang," seraya tersenyum menggoda melirik kearah Bos nya.
"Oh iya, gue sampai lupa belum kasih kabar ke Nabila kalau gue sudah sampai," ucap Rehan panik dan buru-buru mengambil ponsel nya.
"Cie,,, yang lagi kasmaran, baru juga berpisah sebentar udah nggak sabar aja," cibir Alex
Rehan nampak tak peduli, dia terlihat mulai mengetikkan sesuatu dilayar ponsel nya seraya bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman. Tak lama kemudian Rehan mengirimkan pesan tersebut kepada sebuah kontak yang diberi nama 'Bidadari Syurgaku'.
Cukup lama Rehan berbalas pesan dengan kekasihnya itu, dan netra nya terus fokus ke layar ponsel sedang kan bibirnya senantiasa menyunggingkan senyuman kebahagiaan.
Alex hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Rehan yang senyum-senyum sedari tadi,,, "Woi, ada orang disini," seru Alex menyadarkan Rehan dari fokus nya ke ponsel.
Rehan mencebik,,, "sentimen lu, makanya cari satu aja tapi yang serius,,, jangan semuanya lu cobain, begitu gak cocok langsung deh lu lepeh!" ucap Rehan menggurui.
Ya, Alex memang sering gonta ganti pasangan dan terkesan tidak pernah serius menjalin hubungan dengan seorang wanita. Dia hanya bermain-main sebentar, dan akan segera meninggalkan nya jika telah menemukan mainan baru. Pun demikian Alex adalah sosok pekerja keras dan setia, dia telah bersumpah untuk mendedikasikan seluruh hidup nya kepada keluarga Alamsyah.
"Gue bukan lu Rey,,, yang hanya mentok dengan satu wanita dan akan nangis darah jika ditinggalkan," cibir Alex mengolok-olok sahabatnya. "Kecuali,,, sejenak Alex menghentikan ucapannya, "jika gue sudah menemukan seseorang seperti gadis pujaan lu itu," ucap Alex pelan seraya melirik Rehan.
"Jangan bilang lu naksir kekasih gue!" Ucap Rehan ketus seraya melotot kearah Asisten nya.
__ADS_1
Alex terkekeh,,, "gue cukup tahu diri Rey, dan gue bukan tipe laki-laki tukang tikung!" Jawab Alex tegas, "tapi awas saja kalau sampai nanti lu lemah menghadapi Jessica,,, gue pastikan akan rebut Nabila dari lu!" Ancam Alex serius.
Rehan menyipitkan mata, menatap Asisten nya dengan tatapan tajam, "tidak akan Lex, Nabila segala nya buat gue sekarang," ucap Rehan mantab.
"Buktikan Rey,,, gue juga gak bakalan tega merebut kebahagiaan lu, gue hanya menggertak agar lu sadar posisi lu sekarang," gumam Alex dalam hati, seraya pandangannya fokus ke jalan raya.
Beberapa menit kemudian mereka tiba di Bar XX, yang terletak di pusat kota Denpasar.
*****
Sementara di kediaman Fatima,,, Nabila sedang menemani Kevin, Zaki Dan Fira untuk tidur, mereka minta dibacain buku dongeng.
Cukup lama Nabila men dongeng, hingga ketiga bocah itu terlelap dalam kedamaian. Setelah menyelimuti ketiga tubuh mungil itu, Nabila segera beranjak dari tempat tidur dan buru-buru keluar dari kamar anak-anak.
Baru saja menutup pintu, terdengar suara seseorang mengagetkannya, "dek, belum tidur?" Fatima bertanya seraya menepuk lembut pundak Nabila.
"Eh kakak,,," ucap Nabila tersentak seraya menoleh kearah sumber suara.
"Hehe,,, maaf, kaget ya?"
"Belum begitu lama sih, maaf bang Yusuf langsung istirahat, karena tadi kakak pikir kamu sudah tidur," ucap Fatima cepat, seakan dapat membaca pikiran Nabila. "Dik Billa mau istirahat sekarang?" Tanya Fatima menyelidik.
"Iya kak, Billa sudah ngantuk," ucap Nabila pelan.
"Ya udah, selamat istirahat. Kakak mau nengok anak-anak sebentar," Fatima melemparkan senyuman hangat nya dan segera membuka pintu kamar anak-anak nya.
Nabila bergegas melangkah menuju kamar, dan setelah membersihkan dirinya sebentar di kamar mandi, dia berniat untuk mengistirahatkan tubuh nya di atas tempat tidur.
Baru saja merebahkan tubuh terdengar notifikasi pesan masuk di ponsel nya, segera diambilnya ponsel yang tergeletak di atas nakas dan kemudian membuka nya, terlihat pesan masuk dari nama 'Calon Imamku'.
Nabila pun tersenyum bahagia dan segera membuka nya ;
Rehan : "Assalamu'alaikum bidadari ku,,, sudah tidur kah? Abang cuma mau mengabarkan, kalau saat ini abang sudah di Bali dan lagi bersama Alex."
__ADS_1
Nabila : "Belum bang,,, oke, hati-hati di sana ya," sambil terus tersenyum.
Rehan : "Iya sayang, makasih. Do'a kan abang ya,,, agar semua masalah disini cepat selesai."
Nabila menghela nafas panjang, seakan ingin mengeluarkan semua gundah di hatinya, "positif Bill,,, jangan ikuti bisikan syetan, su'udzon itu tidak baik," lirih nya pada diri sendiri.
Nabila : "Pasti Billa do'a in abang,,, abang juga jangan lupa sholat nya ya?" Mencoba tetap berfikir positif.
Rehan : "Sayang,,, tolong beri abang satu saja penyemangat agar abang tidak tersesat disini dan tahu jalan untuk pulang."
Nabila mengernyit,,, dan terdiam sejenak, kemudian tersenyum tatkala memahami kemauan sang kekasih.
Nabila : "I love U abang sayang,,, Billa tunggu kehadiran abang besok di rumah, harus datang ya,,, Billa udah kangen tahu?" Sambil tersenyum.
Rehan : "Yes,,, yes,,, yes,,, akhirnya abang tahu juga isi hatimu sayang, tapi besok abang tagih agar kata-kata itu kamu ucapkan langsung di depan abang. Oke sayang,,, selamat istirahat, mimpi indah bersamaku."
Terlihat Nabila memanyunkan bibirnya, "ih,,, apaan sih bang Rehan," sejenak kemudian senyuman manis terbit di bibirnya.
Cukup lama Nabila terdiam dan mengulang-ulang membaca chat nya dengan sang pangeran tampan kekasih pujaan hatinya, "apa kata-kataku barusan gak terlalu agresif ya? Kok aku ngerasa jadi gadis yang nakal, sudah berani menggoda bang Rehan tadi? Enggak apa-apa kali ya,,, sesekali menggoda kekasih sendiri?" Nabila bermonolog seraya senyum-senyum sendiri, "ih,,, kok aku jadi ketularan bang Rehan sih," menepuk jidat dan segera tersadar dari lamunan nya.
Nabila kemudian beranjak dari tempat tidur nya, dia berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Selesai bersuci, Nabila mengenakan mukena dan segera menggelar sajadahnya menghadap kiblat. Nabila menunaikan sholat sunnah hajat dua rakaat dengan khusyuk, setelah salam Nabila mengucap istighfar untuk memohon ampunan kepada Allah dan dilanjutkan dengan dzikir untuk memuji kebesaran Sang Pencipta.
Nabila mengakhiri ritual dengan berdo'a, dan kali ini dia mengkhususkan do'anya untuk kekasih hatinya. "Ya Rohman Ya Rohiim,,, berikanlah keselamatan untuk bang Rehan. Mudahkan dan lancarkan lah segala urusannya di sana, dan tuntun langkah nya agar bisa mengambil keputusan dengan bijak. Ya Robbi, Engkau lah yang maha membolak-balikkan hati manusia, jika bang Rehan adalah jodoh yang Engkau kirim untuk hamba, mudahkan lah jalan untuk kami berdua dan kuatkan lah hati kami, aamiin."
Yuk readers,,, kita aminkan bersama π
\_\_Jangan pernah su'udzon, karena itu merupakan tipu daya syetan dan syetan menyukainya\_\_ (Nabila)
__ADS_1
\_\_Berfikir jernih dan gunakan lah akal sehat di setiap langkah/ keputusan yang kamu ambil, agar tidak menyesal nantinya\_\_ (Alex)