
Hari terus berganti, tiba saat nya Ilham harus kembali ke sekolah. Tapi karena keluarga pak Ilyas sudah memantapkan hati untuk menetap di Jakarta sesuai permintaan dari Alvian, maka Ilham berencana untuk mengurus kepindahan nya minggu besok dengan diantarkan Alex dan Nisa. Karena kebetulan Nisa juga ada urusan di kampus nya, dia harus menyelesaikan administrasi sebelum acara wisuda yang akan di gelar tiga minggu ke depan.
Kevin seharian merajuk, karena keinginan nya untuk ikut dengan om dan tante nya pulang ke kampung halaman sang mommy di larang oleh daddy nya. Akhirnya Nabila berinisiatif untuk mengajak Kevin, Ilham dan Nisa jalan-jalan ke pantai.
Tapi saat meminta ijin sang suami, daddy tampan itu malah pengin ikutan dan langsung pulang meninggalkan pekerjaan nya. "Abang bukan nya hari ini sibuk ya? Kata nya nanti malam ada dinner sama klien yang dari Jepang?" Tanya Nabila sesaat setelah Rehan berganti pakaian.
"Abang tunda hari senin," jawab Rehan singkat.
"Oh,,," ucap Nabila pendek saja.
"Cuma gitu?!" Rehan nampak tidak suka.
"Maksud abang?" Tanya Nabila tak mengerti.
"Apa kamu enggak pengin tahu kenapa abang tunda pertemuan dengan klien?" Tanya Rehan menyelidik.
"Emang nya kenapa bang?" Tanya Nabila kemudian sesaat setelah terdiam.
"Enggak jadi! Lupakan!" Ucap Rehan dengan dingin.
"Iih,,, abang ngambek ya? Malu tahu, udah tua ngambek, ,, entar wajah tampan nya berubah jadi tua loh,,," lirih Nabila di telinga sang suami sambil mengerling nakal.
Rehan melirik sang istri dari pantulan cermin, dengan tetap memasang wajah dingin nya. Dia kemudian melanjutkan aktifitas nya kembali, tanpa berbicara sepatah katapun.
Nabila yang memiliki perasaan lembut pun merasa sangat bersalah, dia menjadi salah tingkah sendiri dan merasa tidak nyaman berada dekat sang suami jika didiamkan seperti itu.
Reflek Nabila memeluk suami nya dari belakang dan menempelkan pipi nya di punggung sang suami, "abang,,, jangan marah dong? Maafin Billa ya,, kalau tadi Billa salah bicara, please?" Ucap Billa merajuk sambil mengeratkan pelukan nya.
Rehan yang sebenar nya hanya pura-pura marah, tersenyum geli. Namun dia mencoba untuk menahan tawa nya dan tetap diam tidak merespon permintaan sang istri.
Nabila mulai menulis di dada sang suami, dengan posisi yang masih sama. "Diterima enggak?" Tanya nya pada sang suami usai menulis kan sesuatu.
Rehan masih terdiam, dan sejenak kemudian dia menarik nafas panjang dan menghembusnya kuat-kuat, "memang nya apa yang kamu tulis?!" Ucap Rehan masih mencoba untuk bersikap dingin.
"Permohonan maaf,,, di terima ya? Please?" Nabila semakin merajuk.
"Kalau enggak di terima?" Tanya Rehan ingin mengetes sejauh mana penyesalan sang istri.
"Billa akan peluk abang terus seperti ini," ucap nya penuh keyakinan, bahwa sang suami pasti akan memaafkan nya.
"Hmmm,,," Rehan seolah berfikir, "kalau di terima?"
"Billa akan cium abang," ucap Nabila dengan tersipu.
"Baiklah, abang terima permintaan maaf nya." Ucap Rehan Akhirnya pura-pura mengalah. "Mana hadiah nya?" Pinta nya tak sabar.
__ADS_1
"Iya abang sayang,,, sabar dikit ngapa?" Dan Nabila langsung melepaskan pelukan nya, dan bergeser maju tepat di hadapan sang suami. "Sekarang pejamkan mata abang," titah nya pada sang suami.
"Jangan aneh-aneh sayang, kenapa harus merem segala sih? Mau ngerjain abang ya?" Tuduh Rehan pada sang istri.
"Ih,,, enggak bang, Billa cuma malu..." ucap Nabila dengan pipi yang telah merona. Namun sedetik kemudian dengan cepat dia mencium suami nya, "kalau enggak segera di cium nanti si abang ngajak debat melulu," gumam nya dalam hati.
Bukan Rehan nama nya jika tidak mengambil peluang besar yang ada di depan mata, dia langsung menyambar bibir manis bagai candu milik sang istri dan melahap nya dengan rakus.
"daddy,, mommy,, cepetan! Nanti keburu sore,," teriak Kevin dari balik pintu.
Namun Rehan tidak menghentikan aktifitas nya, "untung aja tadi pintu nya gue kunci,, maafin daddy ya nak, sabar lah sebentar karena mommy mu lagi pengin di cumbu," gumam nya dalam hati dan ingin rasa nya tertawa. Rehan terus mengeksplor bibir dan lidah sang istri sesuka hati nya, tangan nya pun mulai nakal bermain di bukit kenyal milik sang istri.
Nabila yang mendengar teriakan putra nya menjadi panik, dia berusaha untuk melepaskan diri namun tenaga nya kalah kuat dengan sang suami. Hingga saat tangan Rehan bermain di dada nya, Nabila punya keberanian untuk mencubit nya dengan keras. "Aw,,," Rehan mengaduh, sehingga Nabila terbebas dari ciuman liar sang suami.
"Kok di cubit sih yang?" Rehan merajuk.
"Abang enggak dengar,,, putra kita sudah manggil-manggil?!" Ucap Nabila sambil cemberut. "Lipstick Billa habis nih, gara-gara abang!" Sambil mengoles kembali bibir nya dengan lipstick berwarna nude kesukaan nya.
Rehan hanya tersenyum, "tapi kamu suka kan?" Bisik Rehan di telinga sang istri.
"Biasa aja tuh!" Ucap Nabila ketus, padahal dalam hati dia menikmati apa yang barusan dilakukan oleh sang suami kepada nya. "Enak juga ternyata di cumbu dengan sedikit liar," senyuman mesum terbit di sudut bibir nya. Tapi sejenak kemudian dia tersadar, "Astaghfirullah,,, mikirin apa sih aku barusan?" Nabila menggelengkan kepala nya pelan.
Nabila kemudian bergegas melangkah keluar dan diikuti oleh sang suami, sesampainya di ruang tamu, sang putra, Alex dan Nisa sudah menunggu.
"Mommy kenapa lama?" Protes Kevin pada sang mommy.
"Ehm.." terdengar Rehan berdeham.
"Ya udah yuk, kita let's go..." ajak Nabila tak mau lagi berdebat dengan sang suami. "Om Ilham mana?" Tanya Nabila yang baru menyadari bahwa adik bungsu nya tak ada bersama putra nya.
"Dia enggak mau ikut mbak, ketika tahu kalau mas Alex juga ikut," jawab Nisa.
"Kenapa?" Nabila mengernyit, "hubungan kalian baik-baik saja kan?" Tanya Nabila menatap Alex.
"Enggak ada masalah mbak, dia cuma enggak mau jadi obat nyamuk kata nya,," sahut Nisa mewakili Alex.
Nabila menggeleng, "ada-ada aja si adik," gumam Nabila seraya tersenyum.
Mereka berlima kemudian segera berangkat menuju pantai.
*****
Hari sudah mulai senja tatkala mereka tiba di pantai, hamparan pasir yang luas dan deburan ombak di laut, mengundang langkah kecil Kevin ingin segera bermain di sana.
Setelah berganti pakaian, Kevin dengan diikuti sang daddy dan mommy nya, bertelanjang kaki menyusuri pantai. Sesekali dia berlari kecil dan tertawa riang, nampak dia sangat menikmati momen itu.
__ADS_1
Dari kejauhan Alex dan Nisa nampak berjalan bergandengan, sengaja menjaga jarak dari mereka bertiga.
Tiba-tiba Kevin menghentikan langkah nya dan nampak sedang menunggu, " kenapa berhenti nak?" Tanya Rehan pada sang putra.
"Sebentar dad, Kevin nunggu om Alex dan tante Nisa," jawab Kevin serius.
Rehan dan Nabila hanya mengernyit, tak hendak bertanya. Mereka pun ikut menunggu seperti sang putra.
Tak berapa lama, Alex dan Nisa sudah mendekat, "kenapa bro?" Tanya Alex pada Rehan.
Rehan hanya mengangkat bahu.
Kevin segera berhambur diantara Alex dan Nisa serta melepaskan pegangan tangan mereka berdua, "Daddy sama mommy jalan duluan aja, Kevin ada misi penting dari om Ilham," ucap nya dengan mimik serius dan suara lantang.
"Misi penting?!" Tanya Nabila menyelidik.
"Benar mommy,, Kevin harus jagain tante Nisa agar tidak berduaan dengan om Alex," jawab nya tegas.
"Memang nya kenapa nak?" Nabila bertanya kembali.
"Om Ilham bilang,,, kalau mereka berduaan, nanti ada setan. Dan Kevin diminta om Ilham untuk jagain tante Nisa, agar tidak di gondol setan."
Sontak Rehan dan Nabila tertawa bahagia, menertawakan Asisten nya yang tadi nampak sudah kegirangan karena bisa berduaan dengan Nisa.
Alex hanya tersenyum kecut dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Sedangkan Nisa tersipu malu,,,
"Itu misi mulia nak,,, sebagai pria sejati, jalankan lah perintah om Ilham dengan baik," titah Rehan yang menangkap peluang emas di hadapan nya. "Daddy dan mommy juga punya misi mulia, jadi daddy akan pergi ke sana," ucap Rehan sambil menunjuk motel yang berjajar di kejauhan.
Kevin mengangguk patuh, "siap daddy,, kita pria sejati pasti bisa sukses menjalankan misi mulia ini," ucap Kevin dengan mantap, "semangat dad," lanjut nya memberi semangat.
"Siap komandan," ucap Rehan menahan tawa.
"Mommy juga harus bekerja sama membantu daddy..." titah nya pada sang mommy.
Nabila hanya bisa tersenyum, dan diam-diam mencubit perut suami nya. "Aw,,," Rehan terpekik tertahan, "sakit yang,,, sudah enggak sabar ya melanjutkan yang tadi," bisik nya di telinga sang istri sambil mengerling nakal.
Sedangkan Alex dan Nisa hanya bisa pasrah, karena akan menghabiskan senja nan indah di pantai dengan menjadi baby sitter dari anak secerdas Kevin.
"Huh,," Alex mendesah kasar, "seperti nya gue harus menyiapkan banyak energi untuk menghadapi bocah ini," gumam nya dalam hati.
__ADS_1
..."Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, jangan sekali-kali ia berdua-duaan dengan wanita (ajnabiyah/ yang bukan mahram) tanpa disertai oleh mahram si wanita karena yang ketiganya adalah setan.β (HR. al-Bukhari dan Muslim)...