Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Masa lalu


__ADS_3

Setelah mengantar kan suaminya ke kamar, mama Sekar terlihat keluar dan berjalan menuju ruang keluarga. Di sana mama Sekar melihat Nabila tengah duduk seorang diri sambil termenung, "Rehan mana nak? Kok kamu sendirian?" Tanya mama Sekar heran.


"Eh, iya ma," Nabila tersadar dari lamunan nya, "bang Rehan tengah bersiap," jawab nya kemudian.


"Kalian mau keluar?" Selidik mama Sekar.


"Tidak ma,, tapi itu,, bang Rehan,"


"Rey harus berangkat ke Bali sekarang ma, ada sedikit masalah yang harus segera dituntaskan," Rehan yang baru saja turun dari tangga menjawab pertanyaan sang mama, dan menghampiri keduanya.


"Masalah apa Rey,, jangan buat mama khawatir nak?" Nampak jelas kekhawatiran di wajah sang mama.


"Jangan khawatir mama sayang,,, do'akan semua agar baik-baik saja," pinta Rehan, seraya mengecup kening mama nya. "Nitip Nabila ya ma,, Rey pamit," kemudian mencium punggung tangan wanita yang telah melahirkannya.


"Sayang,,, abang pamit ya, do'ain urusan di sana cepat beres," sambil mengulurkan tangan menyalami Nabila.


Nabila pun menyambut uluran tangan kekasihnya itu, "hati-hati di jalan bang," ucapnya lembut seraya menatap hangat manik kebiruan milik Rehan.


Rehan membalas tatapan hangat gadis pujaan hatinya, hingga beberapa saat lamanya.


"Kalau terasa berat ninggalin, kenapa nak Billa gak diajak sekalian?" Suara sang mama mengejutkan keduanya.


Dan dengan bersamaan mereka melepaskan jabat tangannya dan tersenyum malu, "mama apaan sih,, ngagetin aja," gerutu Rehan.


"Sudah sana berangkat, nanti kemalaman," titah sang mama pada putra kesayangannya, dan mendorongnya pelan.


Dan Rehan pun bergegas melangkah meninggalkan keduanya seraya melambaikan tangan.


Kini mama Sekar hanya berdua dengan Nabila, mereka duduk berdekatan sambil nonton televisi. "Nak Billa, apa Rehan mengatakan sesuatu sebelum pergi?" Tanya mama Sekar yang masih penasaran dengan kepergian putranya yang mendadak.


"Enggak ada sih ma, tadi memang bang Alex sempat telfon dan meminta bang Rehan untuk ke Bali malam ini juga," Nabila menjelaskan sejauh yang dia tahu.


Nampak mama Sekar mengernyitkan kening nya, "biasanya Alex bisa mengatasi semua nya,, tapi kenapa sekarang Rehan harus turun tangan?" Gumamnya lirih.

__ADS_1


"Maaf ma,,," ucap Nabila ragu.


"Ada apa nak Billa?" Tanya mama Sekar.


"Kalau,,," sejenak Nabila menghentikan ucapannya, terlihat jelas keraguan di wajah manisnya.


"Katakanlah nak,, apa yang ingin kamu tahu?" Ucap mama Sekar bijak, karena menangkap dari sorot mata Nabila, ada sesuatu yang ingin ditanyakan oleh gadis yang duduk di samping nya itu.


"Sebelum nya Billa minta maaf, jika pertanyaan Billa nanti tidak berkenan di hati mama," ucap Nabila sungkan, "apa Billa boleh tahu tentang Jessica?" Lanjutnya dengan tak enak hati.


Mama Sekar nampak tersenyum, "kenapa harus sungkan gitu nak, tidak salah kok kalau kamu menanyakan sesuatu yang mengganjal di hatimu dan mama bisa memakluminya," jawab mama Sekar bijak, "tapi kalau boleh mama tahu, darimana kamu tahu nama Jessica? Apa pernah ada yang menyebut namanya?" Selidik mama Sekar.


Sejenak Nabila terdiam, "iya ma,, tadi sebelum berangkat Billa sempat denger kak Fatima dan bang Rehan membicarakan tentang Jessica," ucapnya hati-hati.


Terlihat mama Sekar menarik nafas panjang dan menghembusnya perlahan, "papa Jessica adalah relasi bisnis papa dan perusahaannya maju pesat tak kalah dibanding perusahaan papa, tapi karena kelalaiannya perusahaannya terus merugi hingga akhirnya bangkrut."


Nabila nampak khusyuk mendengarkan cerita mama Sekar,,,


"Saat itu Jessica baru masuk bangku SMP, karena bangkrut papanya menjadi drop dan mulai sakit-sakitan, sedang kan ibunya kena serangan jantung dan meninggal dunia." Suara mama Sekar bergetar, nampak mama Sekar menyusut bulir bening yang jatuh disudut matanya.


Mama Sekar menggelengkan kepala, dan tersenyum hangat pada gadis berhijab di samping nya, "mama akan lanjutkan," ucapnya lirih.


"Papa yang kemudian membiayai kehidupan Jessica dan papanya, dan menyekolahkan Jessica di tempat yang sama dengan Rehan." Sejenak mama Sekar menghentikan cerita nya, seakan mengingat-ingat kembali masa itu. "Karena seringnya mereka bersama-sama, hingga terjalinlah hubungan kasih diantara mereka berdua. Awalnya papa dan mama hanya menganggap itu sebatas cinta monyet ala anak remaja, tapi nyatanya hubungan mereka tetap berlanjut hingga mereka lulus SMA."


Mama Sekar nampak mengamati wajah gadis yang duduk di samping nya, " kamu gak apa-apa nak dengar kisah ini?" Tanya mama Sekar hati-hati karena khawatir akan melukai perasaan Nabila.


Nabila tersenyum manis, "enggak apa-apa ma, lagipula itu kan masa lalu dan setiap orang pasti memiliki kisah nya masing-masing bukan? Begitupun dengan Billa,," sejenak terdiam, "biarlah itu semua menjadi pelajaran berharga untuk Billa, yang terpenting saat ini Billa harus tetap fokus melangkah ke depan dan terus belajar agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi," lanjutnya mantap.


"Mama senang mendengar nya nak, kamu adalah gadis yang baik dan memiliki prinsip kuat dalam hidup," ucap mama Sekar dengan tersenyum hangat. "Mama lanjutkan cerita boleh?" Tanya mama Sekar menatap netra hitam milik Nabila.


Nabila mengangguk setuju.


"Awalnya Jessica adalah gadis yang baik, dan karena itu papa dan mama tidak pernah mempermasalahkan jika Rehan menjalin hubungan dekat dengannya,,, hingga kemudian Jessica memilih untuk melanjutkan sekolah model di Paris dan meniti karirnya menjadi model internasional, dan sejak saat itu semuanya jadi berubah," ucap mama Sekar sendu.

__ADS_1


Sejenak suasana kembali hening,,,


"Jessica menjalani pergaulan yang bebas di sana, hingga dia tega mengkhianati Rehan,,, dan bodohnya anak mama, dengan mudahnya Rehan bisa memaafkan wanita itu dan bersedia menerima Jessica kembali dengan alasan demi menjaga kesehatan om Surya, papanya Jessica," mama Sekar nampak mendesah kasar.


Kembali mama Jessica meneliti wajah Nabila, "tapi kamu enggak perlu khawatir nak Billa," ucap mama Sekar seraya tersenyum hangat, "sejak kehadiran Kevin, putra mama sudah bertekad untuk melupakan Jessica,,, papa dan mama sangat senang mendengar kabar itu, meski Rehan tak pernah menceritakan kepada kami apa alasannya? Dan putra mama benar-benar membuktikan ucapannya, mereka tidak pernah lagi saling berkomunikasi apalagi bertemu," lanjut mama Sekar dengan perasaan lega.


Nampak Nabila mengerutkan kening nya, seperti ada yang dia pikirkan. "Apa benar yang dikatakan mama,,, tapi kenapa sekarang bang Rehan menemuinya?" Gumam Nabila dalam hati.


"Nak Billa,,," panggil mama Sekar seraya menatap intens wajah gadis manis dengan hijab sporti nya. "Boleh mama tanya sesuatu?"


"Eh, iya ma,,," jawab Nabila tergagap, "ada apa ma?"


"Apa nak Billa sudah yakin dengan perasaan kamu terhadap Rehan?" Tanya mama Sekar penuh selidik.


Nampak Nabila terdiam,,,


"Mama sudah dengar semua cerita Rehan bagaimana awalnya kalian bertemu, hingga hubungan kalian sejauh ini," ucap mama Sekar lirih. "Tapi mama juga pengin dengar dari kamu langsung nak Billa, apa alasan nak Billa menerima putra mama?" Tanya mama Sekar.


Nabila menoleh kearah mama Sekar, "bang Rehan cerita semua ke mama?" Tanya Nabila malu-malu, dan kemudian membetulkan posisi duduk nya menghadap mama Sekar. "Awalnya memang Billa menganggap bang Rehan sebagai teman, karena saat itu hati Billa masih sedikit trauma dengan kenyataan pahit yang terjadi pada Billa," ucap Nabila sendu. "Tapi lambat laun Billa mulai bisa membuka hati untuk bang Rehan," sejenak menghentikan ucapannya, "entah karena apa dan kapan mulainya,,, Billa juga gak tahu ma," seraya menatap mama Sekar dengan tatapan yang sulit diartikan, "bukankah cinta enggak butuh alasan ma?" Tanya Nabila meminta persetujuan.


"Ya, kamu benar nak,,, cinta gak butuh alasan, karena dia datang dari sebuah ketulusan," jawab mama Sekar dengan tersenyum hangat. "Terimakasih sudah menerima putra mama dan mencintainya tanpa syarat,,, terimakasih sudah menyayangi Kevin dengan tulus," suara mama Sekar bergetar, dan matanya mulai berembun.


Nabila merengkuh tubuh mama Sekar dan segera memeluknya erat, "Billa juga berterima kasih, karena mama dan keluarga menerima Billa dengan hangat disini," ucap Nabila lirih seraya mengusap lembut punggung mama Sekar. "Aku gak boleh curiga Dan harus tetap berfikir positif," ucap Nabila dalam hati menyemangati diri nya sendiri.




\_\_Cinta sejati itu tidak butuh alasan, karena dia datang dari sebuah ketulusan\_\_ (Mama Sekar)



\_\_Setiap orang memiliki kisah masa lalunya sendiri, jadikanlah itu sebagai pelajaran berharga agar tetap berdiri tegak dan melangkah ke depan dengan lebih baik\_\_ (Nabila)

__ADS_1



\_\_BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPAT NYA\_\_ (Author) πŸ˜„πŸ˜„


__ADS_2