Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Urusan Orang Dewasa


__ADS_3

Nabila yang baru saja keluar dari kamar mandi untuk bersuci di buat terpesona, melihat suami tampannya sudah siap dengan memakai baju koko lengan panjang lengkap dengan peci hitam di kepala nya.


"Kenapa lihatin abang seperti itu sayang? Abang tampan ya?" Ucap Rehan menggoda dan memuji diri nya sendiri.


Nabila tersenyum malu dan kemudian menggeleng kan kepala nya. "Abang sudah siap? Tunggu Billa bentar ya..." ucap nya mengalihkan pembicaraan.


Nabila kemudian mengenakan mukena dan menempatkan diri di belakang sang suami yang menjadi imam nya, dengan khusyuk mereka berdua menjalankan ibadah sholat maghrib dengan berjama'ah.


Setelah beberapa lama mereka mengakhiri ritual ibadah dengan do'a. Rehan memanjatkan puji-pujian kepada Sang Pencipta atas segala nikmat yang dikaruniakan kepada nya, dan memohon agar keluarga yang baru saja dibinanya di berikan kebahagiaan dan keberkahan.


Nabila mengaminkan setiap do'a yang dipanjatkan sang suami, seraya terselip rasa syukur atas semua nikmat Nya.


Selesai berdo'a Nabila mencium punggung tangan suaminya dengan takdzim, dan Rehan mencium kening sang istri dengan lembut. Rehan kemudian merengkuh tubuh sang istri ke dalam pelukannya yang hangat, hingga beberapa saat kedua nya saling merasa kan debaran jantung masing- masing.


Tok,, tok,, tok,, terdengar suara pintu di ketuk.


Nabila buru-buru melerai pelukannya dan segera bangkit untuk membuka pintu, nampak tubuh mungil Kevin sudah berdiri di sana. "Mommy,, apa Kevin boleh masuk?" Tanya bocah kecil itu dengan mata berbinar.


"Tentu sayang," jawab Nabila segera menggandeng tangan kecil Kevin untuk masuk ke dalam kamar.


"Hai, putra daddy sudah sholat kah?" Tanya Rehan dengan berjongkok di depan putra nya.


"Sudah dad, tadi di ajak om ganteng sholat di Masjid," jawab Kevin dengan nada lucu.


Kevin dan daddy nya masih asyik ngobrol, Nabila sengaja memberi ruang pada ayah dan anak itu. Sedangkan diri nya segera membereskan mukena dan sajadah yang tadi dipakai untuk sholat berjama'ah. Setelah selesai berbenah, Nabila kemudian mengenakan hijab simpel dan bersiap untuk keluar dari kamar.


"Sayang nya mommy, yuk kita keluar," ajak Nabila pada kedua nya.


"Ayo mommy, Kevin sudah lapar," seru nya segera berlari menuju pintu.


"Nak, tunggu," cegah Rehan pada putra nya.


Kevin berbalik, "ada apa dad?"


"Kevin boleh keluar dulu ya,, tunggu daddy dan mommy di ruang makan, oke boy," ucap sang daddy seraya memberi kode.

__ADS_1


Bocah kecil itu mengerti dan kemudian mengangguk, "kalau urusan daddy dan mommy sudah selesai segera susul Kevin ya?" Pintanya dengan polos.


"Siap bos," jawab Rehan dengan senyum kemenangan.


Nabila mengernyit, "urusan?"


"Ya, urusan orang dewasa," jawab Rehan dengan senyum menggoda.


"Ih,, abang jangan ngajarin yang aneh-aneh ya sama anak kecil."


"Abang enggak ngajarin aneh-aneh sayang, Kevin tahu kalau orang dewasa punya urusan itu dari mama dan kak Fatima..." jawab Rehan enteng.


Nabila menarik nafas panjang dan menghembusnya perlahan, "ada-ada saja mama sama kak Fatima," gumam nya dalam hati, senyuman terbit di sudut bibirnya.


"Kenapa senyum-senyum sendiri sayang?" Tanya Rehan mulai jahil, "pasti mikirin yang iya iya..." Rehan semakin menggoda. Rehan kemudian melepas baju koko nya,,,


"Abang,, abang mau ngapain?" Tanya Nabila dengan terkesima, menyaksikan pemandangan menakjubkan mahakarya dari Sang Pencipta. Kulit Rehan yang putih bersih dan atletis terpampang nyata di depan mata, buru-buru Nabila menundukkan pandangannya karena malu.


Rehan terkekeh, dia merasa senang melihat sikap malu-malu istri nya. Rehan justru semakin mendekat,, membuat degup jantung Nabila semakin tak beraturan.


Nabila terlonjak kaget, sedetik kemudian membuang pandangannya kearah lain. Dia merasa malu pada suaminya, karena sudah berpikir terlalu jauh.


"Mau di cium lagi yang?" Rehan masih terus menggoda, dia tertawa senang karena berhasil membuat sang istri jadi salah tingkah. "Kita makan dulu ya, persiapkan amunisi yang banyak untuk pertempuran nanti," ucap nya dengan memandang lekat wajah Nabila.


Nabila hanya terdiam, tak mampu berkata-kata... siap tidak siap, meski terlalu cepat dari awal perkenalan mereka tapi dia harus siap menjadi istri yang seutuhnya dari Rehan Putra Alamsyah lahir dan batin.


"Yuk sayang, kasihan putra kita menunggu kelamaan," Rehan menggandeng tangan Nabila untuk keluar bersama.


*****


Di ruang keluarga, acara makan malam di gelar secara lesehan seperti siang tadi. Nampak semua telah berkumpul, hanya sepasang pengantin baru yang belum menampakkan diri.


Dua keluarga besar nampak sedang ngobrol dengan santai dan terlihat mereka sangat menikmati suasana kehangatan dan kebersamaan.


"Tuh, yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga," celetuk Fatima saat melihat adik dan ipar nya berjalan mendekat.

__ADS_1


Sontak membuat yang lain langsung beralih menatap Rehan dan Nabila, "masih sore kali abang ipar," goda Alex pada sahabatnya.


Rehan hanya melotot kearah Asisten nya yang super jahil itu, dan tak berani untuk membalas kejahilannya.


Yang lain langsung merespon dengan tertawa bersama.


"Iya Rey, nanti ada waktunya saat kalian tiba di hotel," papa Sultan menimpali ucapan Asisten putranya.


Nabila menautkan kedua alisnya, "apa maksud papa ya?" Berbisik dalam hati, seraya melirik sang suami. Namun hanya ditanggapi dengan senyuman.


"Papa ih,, kayak gak pernah muda aja, dulu papa kan juga seperti itu??" Mama Sekar membela sang putra.


"Kevin sudah lapar nak?" Rehan mengalihkan pembicaraan, karena melihat istrinya yang terus tertunduk malu.


"Iya daddy, Kevin mau makan sama ayam yang itu" pintanya seraya menunjuk lauk yang diinginkan.


"Oke, mommy ambilin ya,,," dengan sigap Nabila mengambilkan makanan untuk Kevin.


"Fira juga mau kayak punya adik Kevin tante mommy,,," pinta Fira kepada Nabila.


"Baik sayang,, tante mommy ambilin, bang Zaki mau sekalian?" Dan dengan telaten Nabila melayani anak-anak kecil itu dengan penuh kasih sayang.


Suami dan kedua mertua dibuatnya semakin jatuh hati pada sosok nya yang lembut dan sederhana.


Nabila kemudian melayani suami nya, mengambilkan makanan sesuai dengan kesukaan sang suami. Meski belum lama kenal tapi Nabila sudah belajar banyak tentang apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh suami nya.


Selesai makan, Ilham langsung membawa anak-anak untuk bermain di teras.


Alex dan Nisa terlihat sibuk membantu ibu Lin membereskan semua, Nabila berniat membantu namun di cegah oleh sang ibu.


Sedangkan yang lain masih meneruskan ngobrolnya, hingga Alex dan Nisa tiba-tiba muncul dengan menyeret koper. " Bos, sopirnya dah siap," Alex menginformasikan pada atasannya.


"Oke, kami akan segera keluar," jawab Rehan singkat.


Alex dan Nisa segera keluar dengan menyeret koper milik Rehan.

__ADS_1


Nabila menatap sang suami, dengan tatapan menuntut jawab.


__ADS_2