Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Gadis Penggoda


__ADS_3

Di Ruangan Presdir RPA Group tampak Rehan dan Alex sedang berbincang serius, "Lex tolong lu handle semua urusan yang di Bali dan Makassar, lusa gue harus berangkat ke Singapura," ucapnya pada sahabat sekaligus Asisten Pribadinya itu tanpa melihat kearah Alex, Rehan nampak masih fokus dengan berkas-berkas yang ada ditangannya.


"Siap Bos, nikmati aja bulan madu lu," ucap Alex seraya melempar senyuman jahilnya pada Rehan.


Sontak Rehan melotot kearah Asisten nya yang super jahil itu, seraya melemparkan ballpoint tepat mengenai kening Alex.


"Aw,,," seru Alex kesakitan, sambil mengusap-usap keningnya.


"Rasain," umpat Rehan tersenyum puas, "makanya kalau punya mulut tuh dikasih filter, biar gak asal aja kalau ngomong," lanjutnya menceramahi sang Asisten.


"Emang ada ya filter untuk mulut?" Tanya Alex pura-pura bodoh, seraya mengernyitkan dahinya.


Tengah asyik mereka berdebat tentang sesuatu yang tidak berfaedah, terdengar suara pintu ruangan diketuk.


Tok,, tok,, tok,,


Alex segera melangkah untuk membukakan pintu, nampak sekretaris Susan dengan seorang wanita bertubuh tinggi semampai sedang berdiri menunggu di balik pintu, "ada apa San? Oh, ada nona Sisca juga rupanya?" Tanya Asisten Alex pada sekretaris Bos RPA Group itu, sambil melirik kearah wanita di samping Susan.


"Maaf tuan Asisten, nona Fransisca ingin bertemu dengan tuan muda," ucap Susan dengan sopan.


"Oh, silahkan masuk nona Sisca," Alex mempersilahkan pada tamu yang sudah dikenalnya itu memasuki ruangan Presdir RPA Group.


"Bos, nona Fransisca ingin bertemu dengan Anda," Alex memberitahukan maksud kedatangan tamunya pada Rehan.


"Fransisca?" Rehan menautkan kedua alisnya, nampak bingung...


"Fransisca Antonius, dia adiknya Alvian Antonius, CEO PT. Bintang Kejora Bos,,," jawab Alex yang mengerti kebingungan Rehan.


"Silahkan duduk nona Sisca," dan kemudian Asisten Alex mempersilahkan pada tamunya untuk duduk di kursi yang tadi dia tempati yang berseberangan dengan tempat duduk sang Bos.


Wanita itupun mendudukkan dirinya di kursi yang telah tersedia, dengan sangat angkuh.


Nampak Rehan menghentikan aktifitas nya, sekilas melirik wanita cantik dengan pakaian yang sedikit terbuka di bagian atas, nampak memperlihatkan lekuk tubuhnya yang menggoda. "Apa kita ada janji sebelumnya?" Tanya Rehan dengan ekspresi dinginnya.


"Tidak tuan muda Alamsyah," jawab Sisca dengan suaranya yang mendayu, "saya sengaja datang kemari untuk menawarkan kerjasama khusus dengan Anda tuan muda, " lanjutnya dengan manja.


"Kerjasama?" Nampak Bos RPA Group itu menautkan kedua alisnya.


"Benar tuan muda, tapi bisakah kita bicara hanya berdua saja?" Pintanya merajuk, sambil melirik kearah Asisten Alex yang setia berdiri di samping tuan mudanya.


"Bukankah perusahaan kita sudah menjalin kerjasama nona Sisca?" Tanya Alex penuh selidik.

__ADS_1


"Benar tuan Asisten, kakakku Alvian Antonius memang sudah bertahun-tahun menjalin kerjasama dengan RPA Group," jawab Sisca nampak tidak suka, " tapi tuan muda, yang akan saya tawarkan ini bisnis di bidang lain tepatnya di perusahaan anak cabang, dan keuntungannya jauh lebih besar dari proyek kerjasama PT. Bintang Kejora dan RPA Group selama ini," lanjutnya dengan tatapan penuh arti kearah Rehan.


"Bagaimana tuan muda,,, bisakah kita bicara empat mata saja?" Rajuk Sisca seraya mengerlingkan sebelah matanya dengan genit menggoda Bos RPA Group, sengaja membusungkan dada dan menyibak rambut panjangnya memperlihatkan leher jenjangnya yang nampak putih dan mulus.


Rehan nampak tidak peduli dengan semua ucapan dan tingkah Sisca yang seperti pela*** murahan di matanya, dia tetap fokus dengan berkas-berkas ditangannya.


Alex yang mengerti bahwa atasannya tidak respect dengan sang tamu pun mulai mengeluarkan jurus berbisanya, "maaf nona Sisca, semua yang berhubungan dengan RPA Group harus melalui saya," ucapnya dengan tegas.


"Memangnya apa kedudukan anda?" Tanya Sisca meremehkan Alex.


"Saya Asisten Pribadi CEO RPA Group," jawab Alex mantab.


"Cih,,, cuma Asisten, tapi anda sudah sok sokan berkuasa!" Ucap Sisca dengan geram.


"Bukan sok sokan berkuasa nona Fransisca, tapi saya memang memiliki kekuasaan penuh atas RPA Group setelah tuan muda Alamsyah," sahut Alex ketus.


Ditengah perdebatan sengit keduanya, tiba-tiba Susan datang mengagetkan, "maaf tuan muda, saya mengantarkan nona Nabila," ucapnya sopan pada tuan muda Alamsyah.


Sontak Rehan mendongak melihat kearah sumber suara, "sayang, kamu sudah datang?" Tanya Rehan pada kekasihnya, dan segera beranjak dari tempat duduknya menghampiri Nabila yang berdiri di sebelah Susan. Dan kemudian menuntun gadis berhijab itu untuk duduk di sofa yang berada di sudut ruangan miliknya.


Nabila hanya pasrah, mengikuti langkah Rehan.


Sedangkan Sisca nampak terkejut dan tidak suka melihat sikap lembut Rehan yang ditunjukkan untuk Nabila. "Siapa sih gadis ini? Kenapa Rehan memperlakukannya dengan istimewa? Apa mungkin mereka pacaran? Tapi,,, tidak, tidak mungkin selera Rehan serendah itu!" Gumam Sisca bermonolog pada dirinya sendiri.


"Bagaimana nona Sisca? Apakah penawaran kerja sama yang hendak Anda ajukan masih mau dilanjutkan?" Tanya Alex dengan senyum seringai.


Sisca mendengus kesal, sambil melemparkan map yang dibawanya keatas meja.


Rehan yang melihat dari tempatnya duduk nampak terkejut, "Lex, bawa kesini map nya," titah Rehan pada sang Asisten.


Nampak Alex memutar bola matanya malas, dan berjalan dengan gontai menyerahkan map berwarna biru muda kepada atasannya.


Setelah menerima map tersebut, Rehan menyerahkannya pada Nabila, "sayang, coba deh ini kamu baca," pintanya pada sang kekasih.


Nabila mengernyit, "kok Billa sih bang?"


"Udah, buka aja... abang tahu kemampuanmu, dan apapun keputusan kamu abang pasti setuju," ucapnya penuh keyakinan.


"Mari nona Sisca, biar lebih enak ngobrolnya kita duduk di sofa," ucap Alex seraya menuntun sang tamu dan bergabung duduk di sofa bersama Rehan dan Nabila.


Sisca hanya menurut dan mengekor di belakang Alex, jelas terlihat raut wajahnya yang tidak suka dengan respon Bos RPA Group dalam menanggapi tawaran kerja samanya. "Brengsek, gadis itu kelihatan tidak berkelas sama sekali, tapi kenapa justru Rehan malah terlihat suka sama dia? Gue aja bertahun-tahun coba ngedeketin, tapi sulit sekali untuk bisa menaklukkan gunung es ini!" Sisca bergumam dalam hati dengan sangat dongkol.

__ADS_1


"Bang,, coba deh lihat poin ini," ucap Nabila memecah keheningan yang sejenak tercipta, seraya memberikan proposal yang sudah dia tandai dengan coretan ballpoint kepada Rehan.


Nampak Rehan menautkan kedua alisnya,,,


"Jika diteliti secara detail, akan terlihat bahwa keuntungannya dibagi dengan tidak adil," ucap Nabila dengan serius, "benar bukan?" Lanjutnya meminta persetujuan.


"Smart girl,,," ucap Rehan dengan senyumnya yang mengembang, seraya mengacak lembut pucuk kepala Nabila yang tertutup hijab.


"Lex,,," panggil Rehan kepada Asistennya, seraya melemparkan map tersebut kearah Alex. "Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan," titahnya dengan tatapan tajam.


Dengan sigap Alex menangkap map tersebut, sekilas membacanya dan tersenyum licik, "nona Fransisca Antonius," ucapnya melirik kearah Sisca yang menekuk wajahnya sedari tadi, "bukankah Alvian Antonius kakak kandung Anda? Lantas kenapa Anda justru ingin menikung nya?" Cecar Alex dengan penuh selidik.


"Bukan urusan kamu," ucap Sisca sengit, seraya merebut kembali proposal nya dari tangan Alex. "Jika dengan cara baik-baik gue tidak bisa mendekati Bos lu, gue bisa pakai cara yang lain," lanjutnya dengan ketus, dan segera berlalu dari ruangan Presdir RPA Group.


Alex hanya bisa menggelengkan kepala nya, "buruan nikah deh Rey, sebar undangan ke semua relasi agar gadis-gadis penggoda seperti Sisca tidak ngejar-ngejar lu terus,,, gue capek ngadepin tingkah mereka yang agresif," ucapnya malas.


"Gue sih ayo - ayo aja, terserah nih sama yang di sebelah," jawab Rehan santai sambil melirik nakal kearah sang pujaan hati.


Nabila nampak tersipu, "bang, kita jadi makan siang enggak?" Tanya Nabila mengalihkan pembicaraan. "Kalau enggak jadi, Billa bawa pulang lagi aja ya bekalnya," seraya beranjak dari tempatnya duduk.


"Eh,, jangan dong," sambil menarik kembali tangan Nabila, "kan abang udah nungguin dari tadi," ucap Rehan lembut.


"Bang Alex, yuk makan siang bareng... Billa bawa banyak kok," ajak Nabila pada Asisten Pribadi Rehan.


"Tidak boleh," tukas Rehan cepat, sambil menatap tajam sang Asisten.


"Loh, kenapa bang?" Tanya Nabila tak mengerti.


"Dia sudah ada janji sama Susan," jawab Rehan asal, seraya memberi kode pada Alex untuk segera meninggalkan ruangannya.


Alex yang selalu mengerti dengan kode dari sang Bos hanya bisa mencibir, dan dengan langkah malas meninggalkan mereka berdua.




"Tidak akan pernah ada pelakor diantara kita," janji Rehan pada Nabila.



So sweet,,, πŸ˜πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2