Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Kangen Daddy


__ADS_3

Karena permintaannya untuk mengunjungi daddy nya dan makan siang bersama ditolak sama tante mommy nya, akhirnya Kevin pun merajuk dan memohon pada Nabila agar mau berkunjung ke apartemen tempat tinggalnya.


Dan disinilah Nabila sekarang, menemani Kevin yang sedang menggambar di ruang keluarga yang terletak di lantai dua, tepat di samping kamar bocah kecil itu.


"Kevin sedang gambar apa sih?" tanya Nabila mulai kepo melihat aksi serius Kevin yang sedari tadi asyik dengan buku gambar dan krayon miliknya, dan diapun mulai mendekati bocah itu.


"Tante mommy jangan lihat kesini dulu,,," tolak Kevin dan segera menutupi gambar nya yang belum selesai dengan telapak tangan mungilnya, "tante mommy terusin baca-baca aja sana," sambil tangan yang satunya mendorong-dorong tubuh Nabila agar menjauhinya.


Ya, sedari tadi Nabila menemani Kevin hanya dengan membaca-baca buku dan majalah yang ada di ruangan itu, pasalnya Kevin tak memberinya ijin untuk ikut membantunya membuat gambar.


"Oke,, Oke,," ucap Nabila tersenyum geli sambil menggeser duduknya agak jauh dari bocah laki-laki itu, "lagi buat gambar apa sih dia?" gumam Nabila sambil sesekali melirik kearah buku gambar di hadapan Kevin, mencoba menelisik dari tempatnya duduk namun semua itu sia-sia belaka.


Sejenak suasana menjadi hening,,,


"Selesai,,," seru Kevin dengan riang sambil menutup buku gambarnya dengan cepat.


"Oh ya, mana... tante boleh lihat kan?" tanya Nabila sambil bergeser mendekat kearah Kevin.


"Nanti aja tante mommy, kita nunggu daddy dulu," tolak Kevin sambil memeluk buku gambarnya dengan erat, seolah takut jika tiba-tiba tante mommy nya merebut gambar tersebut.


"Kok nunggu daddy sih, berarti tante gak bisa lihat dong..." Nabila pura-pura merajuk dengan mengerucutkan bibirnya. "Daddy kan pulangnya masih nanti sore, sedangkan tante harus segera pulang sekarang," lanjutnya memberi penjelasan pada bocah kecil itu. Namun Kevin tetap kekeh tidak mau menunjukkan hasil gambarnya kepada Nabila, dan keduanya masih terlibat perdebatan seru.


Waktu terus berlalu, Kevin terlihat masih mempertahankan buku gambar dalam dekapannya dan Nabila terus berpura-pura merajuk ingin merebut buku gambar itu dari pelukan Kevin dengan menggelitik tubuh anak kecil itu. Suara tawa pun pecah dari bibir mungil Kevin yang kegelian karena ulah Nabila, dan keduanya pun tertawa bersama.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata memperhatikan adegan tersebut sedari tadi dengan senyum bahagia. "Ya Allah, ijinkan aku membahagiakan Kevin dengan menjadikan Nabila sebagai mommy nya," do'a nya sungguh-sungguh dalam hati sambil melangkah perlahan mendekat kearah Kevin dan Nabila.

__ADS_1


"Ehm,,," Rehan berdeham untuk memberikan kode pada keduanya tentang kehadirannya di sana.


Sontak Nabila dan Kevin menoleh secara bersamaan kearah sumber suara yang mengagetkan mereka berdua, "daddy,,," teriak Kevin dan segera menghambur kearah Rehan, "daddy sudah pulang?" tanya Kevin dengan tertawa senang.


Sedangkan Nabila bergegas merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan akibat candaannya dengan bocah kecil itu barusan, kemudian segera berdiri dan tersenyum kepada Rehan.


"Bill,,," sapa Rehan dan tersenyum hangat pada Nabila, "duduk dulu yuk," ajak Rehan sambil berjalan menuju sofa di sudut ruang keluarga.


Setelah beberapa saat mereka duduk bersama di sofa, "iya nak,, daddy pulang karena ada yang telepon, katanya sih kangen sama daddy," jawab Rehan dengan menoel hidung mancung Kevin dan melirik kearah Nabila dengan tatapan menggoda. "Kan udah ada tante mommy yang menemani Kevin bermain,,, kenapa tadi daddy disuruh pulang juga?" tanya Rehan balik kepada putranya yang menggemaskan itu.


Mendengar pertanyaan daddy nya yang pura-pura tak mengerti itu Kevin pun tergelak,,, "kan bukan Kevin yang kangen sama daddy," tolak nya dengan sengit sambil berdiri dan berkacak pinggang pura-pura marah.


"Terus,,, yang kangen daddy siapa dong?" tanya Rehan dengan menautkan kedua alisnya, masih berpura-pura tidak mengerti.


"Yang kangen daddy itu tante mommy,,," ucapnya lirih mendekat kearah daddy nya sambil tangannya kecilnya menunjuk kearah tante mommy nya.


Sedangkan Rehan yang mengetahui akal bulus Kevin tertawa terbahak-bahak.


"Duh, kenapa Kevin malah ngomong seperti itu sama bang Rehan... aku kan jadi malu," gumam Nabila dalam hati sambil mencuri-curi pandang ingin tahu ekspresi Rehan, "tadi bilang gitu kan niatnya agar Kevin gak merajuk lagi?" Lanjut nya masih dengan sikap salah tingkah.


***** Flashback On


Ketika masih berada di wahana permainan anak,


"Tante mommy,,, kenapa sih kita gak ke kantor daddy aja? Kan seru kalau kita bisa makan siang bareng daddy?" ucap Kevin masih dengan mode merajuk.

__ADS_1


"Sayang, daddy mungkin saat ini sedang sibuk dan gak bisa diganggu, lagian kita tiap weekend juga sudah sering bareng kan?" Nabila terus berusaha membujuk bocah kecil itu.


"Emangnya tante mommy gak kangen ya sama daddy?" Tanya Kevin dengan polosnya.


Sejenak Nabila terdiam, dia bingung harus menjawab apa? Dia terus mencoba berfikir untuk memberikan jawaban yang paling simpel, "kangen sih, tapi gak harus ketemu sekarang juga kan?" Ucap Nabila akhirnya untuk menghentikan rengekan Kevin.


Mendengar jawaban tante mommy nya Kevin pun bersorak gembira, "horre,,, tante mommy kangen sama daddy, itu artinya tante mommy sayang sama daddy... betulkan tante mommy?" Sambil menghampiri bi Ani dan membisikkan sesuatu di telinga pengasuhnya itu, "bibi telepon daddy ya, suruh pulang sekarang juga untuk makan siang bareng tante mommy."


Bi Ani menganggukkan kepala untuk menyetujui permintaan momongan nya, dan tersenyum senang. "Ada-ada saja den Kevin ini, masih kecil tapi sudah cerdik," seraya mengambil ponsel dari dalam tas selempang nya dan beranjak menjauh dari tempat itu.


***** Flashback Off


"Hei anak pintar, tadi daddy dengar ada yang mau ditunjukin sama daddy dan juga tante mommy?" Rehan bertanya kepada putranya sesaat setelah suasana kembali hening.


"Iya daddy, bentar Kevin ambil dulu," sambil beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil buku gambar miliknya yang tergeletak begitu saja di lantai, terlupakan saat mengetahui daddy nya sudah pulang tadi.


Kevin kembali duduk di samping daddy nya, "ini dad,,, lihatlah," seru Kevin sambil menunjukkan gambar yang telah dia buat.


"Ini gambar siapa?" Tanya Rehan penuh selidik sambil menautkan kedua alisnya.


"Yang ini daddy, Kevin di tengah dan ini mommy," sambil menunjuk gambar sebuah keluarga lengkap, Ayah, anak dan ibu, dan menjelaskan kepada daddy nya. "Kita bergandengan tangan, dan selalu bersama-sama," lanjutnya dengan mata berbinar yang menggambarkan perasaan riang gembira.


Nabila yang sedari tadi memperhatikan obrolan daddy dan putranya itu dari tempat duduknya dibuat terenyuh, rasa iba muncul di lubuk hatinya yang terdalam.


Sama halnya dengan Nabila, Rehan pun dibuat terpaku menatap gambar sederhana hasil karya putranya. Hatinya serasa teriris, perih namun tak berdarah, "kamu pasti merindukan sebuah keluarga yang utuh nak,,, maaf, jika detddy masih belum bisa mewujudkan impianmu," lirih nya dalam hati, tanpa dia sadari cairan bening menetes dari sudut matanya.

__ADS_1


Buru-buru Rehan mengusap kasar wajahnya, namun Nabila sudah terlanjur melihat nya. "Pasti berat berada di posisimu sekarang ini bang,,," gumam Nabila dalam hati.


__ADS_2