
Hari berganti, minggu pun berlalu. Dan tak terasa, hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh pasangan Alex dan Nisa akan segera tiba. Hanya tinggal menghitung hari, pasangan terakhir dari empat sahabat sejati itu akan segera melangsungkan pernikahan nya menyusul ketiga sahabat nya.
Dan weekend ini, mereka semua berkumpul di hunian impian milik keluarga Antonio untuk membahas pernikahan asisten pribadi Rehan dan adik sepupu Nabila.
Devan dan Lusi juga sudah berada di sana, ikut bergabung bersama hangat nya keluarga dua bersaudara, Alvian Antonio dan Bintang Kejora.
Saat ini mereka tengah mengobrol hangat di ruang keluarga, yang berada di lantai dua rumah utama. Jika biasa nya hanya Rehan yang pamer kemesraan dengan sang istri, Devan pun terkadang juga melakukan hal yang sama. Namun kini bertambah satu lagi pria yang nampak selalu mesra dan nempel terus dengan pasangan halal nya, siapa lagi kalau bukan Alvian? Adik bungsu ibu Lin yang baru menikahi kekasih hati nya tiga minggu yang lalu itu, nampak selalu lengket sama sang istri.
Hubungan papa Johan dan bi Asih juga nampak semakin dekat dan sudah tidak canggung lagi. Keluarga ibu Lin benar-benar memperlakukan pengasuh adik nya itu dengan sangat baik, layak nya terhadap saudara sendiri. Mengingat jasa besar bibi pengasuh itu, terhadap tumbuh kembang Alvian sejak masih bayi.
Papa Johan dan bi Asih saat ini lebih memilih untuk momong Kevin dan seorang bayi mungil di sudut ruangan yang agak jauh dari keluarga nya itu, daripada harus ikut pusing memikirkan segala pernak pernik pernikahan Alex dan Nisa yang akan berlangsung seminggu lagi.
Bayi mungil yang bersama Kevin itu adalah bayi nya Sandra, adik kandung Alex yang memang baru bisa ikut bergabung. Karena dia baru beberapa bulan ini melahirkan, ada sedikit masalah dengan kehamilan nya dulu yang mengharuskan nya untuk bed rest dan saat melahirkan bayi nya harus dirawat secara intensif sebab keracunan air ketuban.
Bayi laki-laki yang berusia belum genap dua bulan itu, kini tubuh nya mulai berisi. Terlihat montok dan sangat menggemaskan, hingga Kevin tak berhenti menjahili pipi nya yang gembul.
Terdengar suara tawa Kevin yang merasa sangat senang, ketika baby Bryan menggeliat geli karena ulah nya. Papa Johan dan bi Asih semakin merasa terhibur, begitupun dengan para orang dewasa yang tengah serius dengan topik pembicaraan nya.
"Jadi sesuai permintaan papa waktu itu, maka pernikahan gue akan diadakan di kediaman keluarga gue," ucap Alex sambil melirik sang adik.
"Ya, benar bang. Sandra juga sudah mulai mengosongkan ruang tamu dan ruang keluarga, yang nanti nya bisa di gunakan untuk menjamu tamu dan saudara dari jauh. Sedangkan untuk pesta nya nanti, ala-ala pesta kebun aja ya,,, karena kita memiliki halaman belakang yang luas," balas Sandra menimpali sang kakak.
"Ide bagus itu San, jarang-jarang di Jakarta ada pesta kebun. Apalagi di halaman belakang rumah kalian ada kebun strawberry dan anggur yang dulu ditanam sama mama kalian kan?" Ucap Alvian menyetujui usul Sandra.
Alex mengangguk, dan melirik sang kekasih, "gimana dik?" Tanya Alex pada calon istri nya.
"Ya, Nisa ngikut aja bang," balas Nisa seraya tersenyum manis.
"Ada kebun Anggrek juga loh,, pasti terlihat lebih cantik nanti pesta nya," imbuh Sandra.
__ADS_1
"Oh ya, aku mau dong anggrek nya,," pinta Lusi antusias.
"Kak Lusi pecinta Anggrek juga?" Tanya Sandra.
"Iya, aku udah ada beberapa koleksi sih,, tapi baru dikit," balas Lusi.
"Eh, kalau ada bunga nya nanti si Rey gimana tuh?" Seru Devan menimpali obrolan istri nya dan juga Sandra.
"Emang bang Rehan kenapa?" Tanya Sandra menengok kearah Rehan yang sedari tadi diam memperhatikan putra kecil nya dan bayi mungil putra nya Sandra. Ada sedikit rasa nyeri di hati Rehan melihat keakraban kedua bocah tersebut, mengingatkan nya pada persahabatan Sandra dan juga Keyla.
"Eh iya,, kenapa.. apa nya? Tanya Rehan gelagapan.
" Yaelah,, yang lain lagi sibuk bahas pesta kebun nya si Alex, si bos malah bengong," gerutu Devan.
"Bang Rehan udah enggak mual lagi kok kalau nyium aroma bunga," jawab Nabila mewakili sang suami yang masih bingung.
"Ngidam nya ganti sekarang," timpal Alex, "jadi hobi ke pasar tradisional dia sekarang," lanjut nya seraya terkekeh.
"Yang benar aja Lex?! Seorang Rehan,, belanja ke pasar tradisional?" Tanya Alvian tak percaya.
Pak Ilyas dan ibu Lin yang memang sudah mengetahui keinginan putri nya setiap pagi, yang aneh-aneh itu pun tersenyum.
"Benar bang, tanya aja ma bi Surti... yang tiap bakda shubuh menemani dia ke pasar tradisional. Kemarin beli talas, dan sehari sebelum nya beli bahan untuk membuat cincau.. katanya mbak Billa pengin es cincau yang diracik sendiri ma suami tercinta," ledek Alex seraya terkekeh, menertawakan big bos nya. "Lu belum pernah minum kan bang, es cincau ala bos?" Lanjut Alex yang semakin ngeledek big bos sekaligus sahabat nya itu.
Rehan yang di ledekin hanya tersenyum simpul.
"Gila! Benar-benar ya, ponakan gue.. bisa loh ngerjain tuan muda Alamsyah," timpal Alvian ikut menggoda Rehan, "dan gue yakin, keponakan gue yang satunya juga bakal lebih ekstrim ngerjain suami nya nanti," lanjut Alvian seraya melirik Nisa dan Alex bergantian.
"Eh,, jangan dong... kok jadi senjata makan tuan sih?!" Gerutu Alex sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Dan semua nya pun tertawa menyaksikan tingkah Alex, sedangkan dari sudut ruangan terdengar si Kevin juga tengah tertawa cekikikan gara-gara ulah Ilham yang baru saja datang dari ekstra kurikuler basket di sekolah nya dan langsung gelitikin keponakan nya yang selalu menggemaskan itu.
"Udah om,, udah,, ampun,, nanti Kevin ngompol," seru Kevin masih dengan tawa riang nya.
"Nang,," panggil ibu Lin sambil menatap putra bungsu nya, "hentikan, kasihan kalau nanti malam sampai kebawa mimpi dan ngigau?!" Titah sang ibu.
"Eh bocah, nanti malam mau bobok sama siapa? Tuh, lengkap.. ada semua?" Tanya Ilham pada keponakan nya.
"Sama om Alex dan tante Nisa boleh?" Kevin bertanya balik.
"Oh, kalau sama mereka minggu depan aja yah.. malam ini mending sama daddy dan mommy, ok?!" Bujuk Ilham bermaksud jahil sama Alex dan Nisa.
"Sama om Ilham aja deh, daddy sama mommy udah janji mau buatin Kevin adik bayi seperti ini," balas Kevin sambil mencium pelan pipi gembul Bryan.
Rehan tersenyum penuh kemenangan mendengar celoteh putra nya, "enggak apa-apa gue tiap pagi ke pasar tradisional, yang penting istri gue bahagia dan sebentar lagi kebahagiaan Kevin akan lengkap karena segera memiliki adik," gumam Rehan dalam hati.
Sandra tersenyum menyaksikan kemesraan keluarga Nabila terhadap Kevin, dalam hati dia ikut bersyukur karena Rehan menikahi wanita yang dengan tulus menyayangi putra dari sahabat nya itu. Tanpa dia sadari bulir bening jatuh di sudut mata nya, teringat kembali kenangan persahabatan nya dengan mommy kandung Kevin.
Sejak masih kanak-kanak mereka bagai saudara kembar yang tak terpisah, bermain bersama dan bersekolah pun di tempat yang sama. Persahabatan itu terus berlanjut hingga mereka kuliah di luar negeri dan di universitas yang sama pula, hingga mereka berdua menjalin hubungan dengan dua pria bule yang juga bersahabat.
Keyla memutuskan untuk langsung menikah begitu selesai di wisuda, sedangkan Sandra melanjutkan pendidikan nya karena sang pacar saat itu juga merasa belum siap untuk menikahi nya. Dan dari situlah awal mula penyesalan Sandra, karena saat Keyla membutuhkan dukungan nya dia tak bisa setiap hari dan setiap saat menemani sahabat nya karena jarak yang sangat jauh.
Sandra masih berada di Inggris saat Keyla mengandung Kevin dan berpisah dengan suami nya, meskipun hampir setiap hari Sandra selalu menyempatkan waktu nya untuk video call sama sahabat nya itu namun tetap saja dia merasa menjadi sahabat yang tak berguna.
"Malah mewek," ucap Alex membuyarkan lamunan sang adik.
Buru-buru Sandra mengusap air mata nya, dan kemudian tersenyum, "enggak kok bang, siapa yang nangis?" Kilah nya.
"Kalian berdua kalau ketemu, pasti ada yang nangis.. mending kayak kemarin-kemarin aja deh, saling menghindar," timpal Devan melihat Rehan dan Sandra bergantian.
__ADS_1
"Kalau yang sekarang air mata bahagia kok bang Dev, karena Kevin juga sangat bahagia sekarang... punya mommy dan keluarga yang sangat menyayangi nya," balas Sandra, "makasih ya mbak Billa," ucap Sandra tersenyum tulus.