
"Rey, kamu sudah datang nak?" Mama Sekar menghampiri putranya, "kalau datang itu ucap salam...tuh, di sentil sama readers," ucap sang mama seraya memeluk putranya.
Rehan tersenyum malu, "Assalamu'alaikum," ucapnya kemudian memberi salam kepada semua yang ada di dalam ruang tamu setelah melerai pelukannya dengan sang mama.
"Wa'alaikumsalam,,," dan di jawab secara bersamaan oleh semua yang ada di ruangan itu.
Rehan segera menghampiri ayah Nabila dan mengulurkan tangan untuk menjabat tangannya, "perkenalkan, saya Rehan," seraya mencium punggung tangan ayah Nabila.
"Saya pak Ilyas, ayah nya Nabila," pak Ilyas pun turut memperkenalkan dirinya.
Kemudian Rehan beralih ke ibu Lin, dan melakukan hal yang sama. "Saya Rehan," ucapnya sopan.
Dan disambut dengan tatapan takjub ibu Lin, "Saya ibu Lin, ibu nya Nabila" ibu Lin memperkenalkan dirinya dengan masih menatap intens wajah blasteran nan rupawan itu.
"Apa dia putramu bang?" Tanya ibu Lin sesaat setelah melepaskan jabat tangannya dengan Rehan.
"Ya, dia putraku satu-satunya, adik dari Fatima," jawab papa Sultan dengan tersenyum.
"Tampan sekali,,, lebih tampan dari kamu bang,,," ucapnya dengan terus mengagumi wajah tampan Rehan.
Rehan hanya tersenyum simpul menanggapinya, seraya melirik Nabila.
"Ya jelaslah dia lebih tampan, gen pesona zamrud khatulistiwa nya kan sangat kental,,," ucap mama Sekar berseloroh, dan kemudian terkekeh.
Semua yang mendengar, ikut tersenyum mendengar kata-kata nyleneh mama Sekar.
Rehan kemudian mengambil posisi duduk di tengah diantara papa dan mama nya, sedang kan ibu Lin bergeser mendekati putrinya.
"Nak Rehan, tadi kamu menyebut nama Alvian...?"
"Ya bu, Alvian Antonio. Putra dari Johan Antonio," jawab Rehan.
"Apa Alvian itu masih hidup?" Tanya ibu Lin penuh selidik.
__ADS_1
"Betul bu, bang Alvian masih hidup,, belum lama ini kami bertemu, karena kebetulan perusahaan kami menjalin kerjasama," jawab Rehan dengan mengernyit. "Maaf, ibu kenal dengan Alvian dan om Johan?"
"Rey, ibu nya Nabila ini adalah putra dari sahabat opa kamu." Papa Sultan mewakili untuk menjawab kebingungan Rehan, dan kemudian papa Sultan menceritakan semua kisah tentang ibu Lin atau Bintang.
Rehan terlihat mengangguk-angguk.
"Ada apa Bintang, kenapa kamu tadi bertanya tentang Alvian?" Tanya papa Sultan.
"Alvian itu nama adikku bang, dan setahuku saat tragedy itu terjadi om Johan belum memiliki putra." jawab Bintang mulai curiga. "Apa mungkin dia benar adikku bang? Berapa kira-kira usianya Alvian itu nak Rehan?" Ibu Lin menatap Rehan meminta penjelasan.
"Sekitar 33 tahunan bu, dia senior saya waktu di kampus. Bang Alvian sudah semester akhir saat saya masuk ke Perguruan Tinggi tersebut," jawab Rehan.
"Jadi iang itu namanya Alvian? Kalau gak salah dia baru umur setahun kan waktu itu,,," Tanya mama Sekar ikut menimpali.
"Iya, betul mbak Bunga. Dan saat kejadian itu jenazahnya tidak ditemukan,,," kenang ibu Lin dengan sendu. "Kalau benar dia adikku, itu artinya aku gak sendirian lagi, aku masih punya adik bang..." lirihnya seraya melirik papa Sultan.
"Kami akan bantu kamu mengungkap semua nya Bintang, karena kita adalah keluarga," ucap papa Sultan dengan yakin.
"Nak Rehan, apa kamu bisa bantu ibu untuk bertemu dengan Alvian?" Tanya ibu Lin penuh harap.
"Boleh kan yah?" Pinta ibu Lin pada suami nya.
"Tentu bu, ayah juga akan menemani ibu," jawab pak Ilyas mendukung keinginan istri nya.
"Pak Ilyas dan Bintang bisa ikut bersama kami pulang ke Jakarta nanti, tapi setelah urusan keluarga kami disini selesai," papa Sultan menimpali.
"Oh ya, mohon maaf pak Sultan,,, saya sampai lupa menanyakan, ada keperluan apa pak Sultan hingga menyempatkan waktunya datang ke rumah kami ini?" Tanya pak Ilyas dengan tak enak hati.
"Iya pak Ilyas,,, ini ada kaitannya dengan Nabila, seperti yang tadi saya utarakan. Dan ada hubungan nya dengan jodoh yang tadi sempat pak Ilyas singgung... nah, kerena tokoh utamanya sudah datang, jadi biar dia sendiri yang menyampaikan niat baik nya datang bersilaturrahim ke rumah pak Ilyas dan keluarga," ucap papa Sultan seraya menunjuk putranya yang duduk disampingnya.
"Daddy,,, daddy,,, kaki Kevin berdarah," tiba-tiba Kevin berlari kecil kearah Rehan dan memeluk daddy nya itu.
"Kenapa bisa berdarah nak? Kevin jatuh? Emangnya tadi Kevin main apa diluar sama bang Zaki dan kak Fira?" Tanya Rehan beruntun kepada putra kecil nya.
__ADS_1
"Bang, itu harus di obati, bentar Billa ambilkan obat," ucap Nabila seraya beranjak untuk mengambil obat di kotak P3K.
"Sini nak, kaki Kevin di obati dulu ya sama tante mommy,,," ucap Nabila seraya menuntun Kevin untuk duduk bersama nya sesaat setelah dia membawa kotak obat di tangannya, dengan telaten Nabila mengobati luka kecil di kaki Kevin.
"Aw,,, sakit mommy,,," rajuk Kevin dengan manja.
"Sakit sedikit nak,, tahan dulu ya anak pintar, ini harus di kasih plester biar lukanya gak kena infeksi," ucap Nabila dengan lembut.
Pak Ilyas dan ibu Lin yang menyaksikan kedekatan bocah kecil itu dengan Nabila, dan mendengar bocah kecil itu memanggil Rehan dan Nabila sebagai daddy dan mommy pun menyimpan tanya besar di dalam hati nya.
"Kevin lukanya gak parah kan mbak,,," Ilham tiba-tiba muncul dan menghambur kearah Nabila dan berjongkok di depan Kevin.
"Kevin enggak apa-apa om ganteng, om ganteng santai aja,,, mommy bilang Kevin anak hebat dan kuat, benar kan mommy?" Ucapnya dengan lucu seraya meminta persetujuan Nabila.
"Iya, Kevin emang anak pintar. Nah, sudah selesai..." seru Nabila. "Eh, tadi manggil om Ilham dengan sebutan apa? Om ganteng?" Selidik Nabila seraya melirik sang adik.
"Benar mommy,, kata cewek nya om Ilham, om Ilham ganteng... " jawab Kevin dengan polos. "Tadi kan pacarnya telfon, dan dia bilang I love you mas ganteng," lanjut Kevin menirukan suara seperti yang dia dengar di telfon.
Ilham mengusap tengkuknya dan tersenyum kecut..
Pak Ilyas dan ibu Lin menatap tajam sang putra.
"Nang,, jangan ngajarin yang gak benar ah,," seru Nabila kepada adik nya.
"Dik Ilham, Zaki dan Fira mana?" Tanya Fatima.
"Masih main burung dihalaman depan kak, ditemani sama pak sopir," jawab Ilham.
"Nang, bisa tolong bawa nak Kevin bermain lagi diluar?" Titah pak Ilyas pada putranya.
"Siap ayah,," jawab Ilham dengan cepat.
"Yuk dik, kita kasih makan ikan di halaman belakang aja," bujuk Ilham pada Kevin.
__ADS_1
"Bentar om ganteng, Kevin kan belum kenalan sama ayah nya om ganteng," seraya turun dari tempat duduk nya dan kemudian menyalami pak Ilyas.
"Nama saya Kevin Kek," ucapnya memperkenalkan diri seraya mencium punggung tangan pak Ilyas. "Saya putranya daddy Rehan dan..." Kevin melirik kearah Nabila, kemudian lama terdiam.