Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Gadis Asing


__ADS_3

Waktu Ashar telah tiba, jika biasanya pak Ilyas dan anak laki-lakinya berjamaah di Masjid, tapi untuk waktu Ashar kali ini pak Ilyas memilih untuk berjamaah di rumah bersama keluarganya.


Bukan tanpa alasan pak Ilyas melakukannya, tapi karena ini adalah jamaah terakhir baginya bersama putri sulungnya yang saat ini masih menjadi tanggung jawabnya, karena sebentar lagi tanggung jawab itu akan beralih kepada suami dari putri nya saat ijab qabul telah terucap.


Selesai sholat berjamaah Nabila bergegas menuju kamarnya, tak berapa lama kemudian Fatima datang dengan seorang make up artist terkenal di kota itu, "mbak, ini calon pengantinnya," ucap Fatima pada sang MUA.


"Wah manis sekali adik ini," puji sang MUA penuh kekaguman. "Perkenalkan, saya Astutik biasanya disapa mbak Tutik," ucapnya memperkenalkan diri.


"Ah, mbak Tutik berlebihan," ucap Nabila tersipu malu. "Saya Nabila mbak, panggil saja Billa."


"Baik dik Billa, bisa kita mulai ya..." ucap mbak Tutik sambil mengeluarkan perlengkapan make up nya.


"Oke, kalau begitu kakak tinggal dulu ya adik ipar,,, mari mbak Tutik," pamit Fatima dan segera melenggang meninggalkan kamar Nabila, dan tak lupa menutup kembali pintunya.


Dengan telaten mbak Tutik mulai merias wajah manis Nabila, menggunakan produk dengan kwalitas terbaik sesuai permintaan dari tuan muda Alamsyah. Dengan sangat detail, mbak Tutik mengaplikasikan berbagai macam make up ke wajah Nabila.


Setelah cukup lama bertempur, sapuan lembut kuas dari tangan terampil mbak Tutik mengakhiri aktifitasnya merias wajah Nabila dan menghasilkan maha karya yang nyaris sempurna di wajah calon pengantin itu.


"Alhamdulillah,,, akhirnya selesai juga," ucap mbak Tutik penuh rasa syukur. Meski dia sudah sering melakukannya namun untuk pengantin kali ini sungguh berbeda, permintaan yang mendadak namun dengan dibarengi bayaran yang fantastis membuat mbak Tutik grogi melakukan pekerjaan yang sudah digelutinya bertahun-tahun itu.


Mbak Tutik kemudian membantu Nabila untuk berganti pakaian yang telah disiapkan oleh Fatima, kebaya putih modern dengan bordir cantik dipadukan dengan kain jarik motif sido asih yang memiliki simbol sebagai cinta yang agung. Warna yang dalam dilambangkan sebagai perasaan yang harus dimiliki dua orang yang akan menikah sebelum mantap melanjutkan ke sesi yang lebih serius. Mereka juga diharapkan memiliki sifat yang saling asih, asah, dan asuh.


Hijab putih dengan hiasan head piece simpel nan cantik yang terbuat dari emas putih dengan taburan batu permata, sengaja dipilih Fatima untuk melengkapi pesona sang adik ipar.


"Selesai,,, dan perfek," seru mbak Tutik sangat puas.

__ADS_1


Nabila nampak tertegun melihat pantulan dirinya di depan cermin,,,


Terdengar suara pintu dibuka, nampak ibu Lin, mama Sekar dan Fatima masuk kedalam kamar Nabila. "Subhanallah,, cantik sekali menantu mama," puji mama Sekar yang terpesona dengan kecantikan yang terpancar dari calon pengantin wanita itu.


"Mama benar, kakak sampai pangling lho dik," timpal Fatima tak kalah takjub. "Makasih ya mbak Tutik, sudah melakukan yang terbaik untuk adik ipar saya," sambil menatap sang MUA dengan tersenyum hangat.


"Sama-sama mbak Fatima, saya hanya memoles sedikit wajah dik Billa kok,,, tapi karena karakter wajahnya emang sudah manis dari sananya, jadinya ya luar biasa. Dan biasanya, pengantin - pengantin yang saya tangani aura nya akan sangat kuat memancar jika kepribadiannya baik, ya kayak dik Billa ini," ucap nya memuji inner beauty Nabila.


Jika yang lain mengagumi aura kecantikan yang memancar dari wajah Nabila, berbeda dengan ibu Lin yang sejak awal masuk langsung menitikkan air mata. Ibu Lin memandangi wajah putri nya dengan lekat, "kamu sebentar lagi akan menjadi seorang istri, ibu sedih sekaligus bahagia... ibu akan selalu mendo'akan kebahagiaanmu sayang," bisik ibu Lin sambil menggenggam erat tangan putri nya.


Nabila berkaca-kaca,, "Billa sayang sama ibu," sambil menatap hangat netra sang ibu dan mencium penggung tangan ibu nya dengan takdzim.


Sementara di halaman rumah Nabila, tamu undangan dari tetangga sekitar sudah mulai hadir untuk ikut menyaksikan dan mendo'akan acara akad nikah mempelai berdua.


Di rumah sebelah, Rehan nampak tengah bersiap. Menggunakan beskap putih dengan detail bordir sederhana dilengkapi dengan peci warna senada sebagai ganti blangkon adat, membuat aura ketampanan wajah blasteran Rehan semakin terpancar.


Begitupun dengan Kevin, yang di dandani Fatima dengan pakaian yang senada dengan daddy nya terlihat sangat tampan dan menggemaskan.


"Sudah siap dek?" Tanya Yusuf dengan memandang takjub pada sang adik ipar.


"Insyaallah siap bang," jawab Rehan mantap.


"Ayo kita segera ke sana, keluarga dari Yogya sebentar lagi nyampai," papa Sultan dan Yusuf segera mengiringi langkah Rehan dan Kevin menuju rumah sang mempelai wanita.


Semua tamu undangan telah hadir, begitupun keluarga inti mama Sekar dari Yogya yang menggunakan dua kendaraan.

__ADS_1


Alex ditempat duduknya tetap siaga memantau keadaan sekitar.


Rehan yang didampingi sang papa dan abang ipar nya juga putra kecil nya telah menempatkan diri, begitupun dengan pak Ilyas dan pak Burhan selaku penghulu. Nampak disebelah pak Ilyas, duduk seorang laki-laki yang merupakan tokoh agama di kampung Nabila dan dimintai tolong sama pak Ilyas untuk memberikan sedikit wejangan di acara akad nikah ini sekaligus untuk menjadi saksi bersama Yusuf.


Nabila dengan dituntun oleh sang ibu dan mama Sekar berjalan menuju panggung kecil tempat akad nikah akan berlangsung, nampak Fatima dan sang MUA berjalan mengekor di belakang mereka.


Netra Rehan tak pernah lepas memandang takjub calon pengantinnya, dari sejak awal kedatangan Nabila hingga dia duduk di samping nya. Dalam hati, tak henti Rehan mensyukuri nikmat luar biasa yang telah Allah anugerah kan pada dirinya.


"Dad,,, lihatlah, mommy cantik sekali bukan?" Bisik Kevin di telinga daddy nya.


Rehan hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


"Bisakah kita mulai pak Ilyas?" Tanya pak penghulu kepada sahabatnya.


Pak Burhan selain bertugas untuk menikahkan, beliau juga dipasrahi pak Ilyas untuk memimpin keseluruhan prosesi akad nikah.


*****


Agak jauh dari lokasi nampak seorang gadis dengan pakaian sangat minim, tergopoh-gopoh berjalan menuju rumah Nabila. Ilham dan Nisa yang merasa asing dengan gadis tersebut segera memberi kode pada orang-orang kepercayaan Alex.


"Maaf, anda mau kemana nona?" Tanya Ferry salah satu dari orang kepercayaan Alex.


"Menghadiri undangan Nabila, saya sahabatnya," jawab nya dengan suara mendayu-dayu.


"Baik nona, kalau begitu ikuti kami,,, semua tamu undangan nona Nabila dan tuan muda berada di rumah sebelah," ucap Ferry dengan sangat ramah, kemudian menuntun gadis itu menuju rumah sebelah.

__ADS_1


__ADS_2