Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
EP_ Alex Ngambek


__ADS_3

Pagi-pagi sekali di apartemen milik Fatima, keluarga pak Ilyas sudah disibukkan dengan kegiatan masing-masing penghuni nya.


Ibu Lin sedang membereskan semua barang-barang milik nya dan sang suami dengan dibantu oleh Nisa. Begitu pun dengan Ilham, namun Ilham hanya membawa sebagian kecil barang nya sebab dia akan lebih banyak tinggal di apartemen hingga lulus sekolah nanti.


Sedangkan Alvian, membantu membereskan barang milik papa Johan dan milik nya sendiri yang tidak banyak.


"Om, sarapan dulu yuk,," ajak Ilham kepada Alvian dari ambang pintu kamar yang ditempati papa Johan.


"Bentar Ham,, dikit lagi beres, lu turun duluan aja," titah Alvian.


Tanpa menjawab, Ilham segera berlalu meninggalkan Alvian untuk turun menuju meja makan.


Di sana ayah dan ibu nya sudah menunggu, Nisa dan papa Johan juga sudah berada di sana. Begitupun dengan Alex yang juga sudah bergabung.


"Mana om Vian nang?" Tanya ibu Lin pada putra bungsu nya.


"Bentar lagi nyusul bu, nanggung kata nya." Jawab Ilham.


"Ya udah, kita mulai aja sarapan nya," ucap ibu Lin sambil mengambilkan makanan untuk papa Johan, dan kemudian untuk pak Ilyas.


"Mbak Billa dan bang Rehan gak ikut sarapan?" Tanya Ilham yang tak melihat kehadiran kedua nya.


"Mbak mu lagi pengin makan nasi pecel di senayan, tadi pagi-pagi sekali mereka berangkat biar bisa barengan pergi ke hunian baru kata nya," jawab ibu Lin.


Nisa mengambilkan makanan untuk calon suami nya.


"Mbak, Ilham ambilin sekalian dong,,?" Pinta nya manja.


'Iya,, iya,, sabar," jawab Nisa pelan. Setelah mengambilkan makanan untuk Ilham, barulah Nisa mengambil makanan untuk diri nya sendiri.


"Bi Asih mana? Kok gak kelihatan?" Tanya Alex yang tak melihat keberadaan bibi pengasuh Alvian.


"Bi Asih sudah duluan ke hunian baru sejak kemarin," jawab Alvian yang baru saja turun dari tangga.


"Duduk sini dik," titah ibu Lin begitu melihat adik nya datang, dan segera mengambilkan makanan untuk adik satu-satu nya yang dia miliki.


"Bi Asih nanti nya tinggal di paviliun siapa om?" Tanya Nisa.

__ADS_1


"Om pengin nya sih di paviliun Ilham, biar lebih dekat sama papa," jawab Alvian dengan tersenyum sambil melirik papa nya, seperti nya Alvian berencana menjodohkan papa Johan dengan bibi pengasuh nya itu.


"uhuk,, uhuk,," papa Johan tersedak.


"Opa, pelan-pelan makan nya," ucap Nisa lembut sambil menyodorkan segelas air putih kepada opa nya.


"Kamu ini lho dik, pagi-pagi udah bikin shock papa aja." Ucap ibu Lin, "tapi aku setuju sih, kalau papa sama bi Asih.. bi Asih kan orang nya lembut dan ramah," lanjut ibu Lin yang mendukung rencana adik nya.


"Habiskan makanan kalian, baru ngobrol," titah papa Johan dengan setenang mungkin.


Akhir nya mereka semua melanjutkan acara sarapan pagi dengan tenang, hanya denting sendok dan garpu yang beradu memecah keheningan.


Usai sarapan, mereka bersiap untuk segera berangkat menuju hunian baru.


*****


Di hunian impian milik Alvian, semua pegawai nya telah memulai kesibukan nya masing-masing. Bi Asih yang di daulat untuk mengawasi para pegawai memberikan instruksi, agar semua bekerja dengan maksimal.


Karena kebanyakan pegawai adalah orang-orang lama di rumah mewah Alvian yang terdahulu, sehingga mereka semua langsung kompak dan telah mengerti tugas nya masing-masing.


Tepat pukul sepuluh pagi rombongan keluarga besar pak Ilyas tiba, dan mereka langsung menuju ke belakang rumah utama dan memilih duduk santai di gazebo gazebo yang terdapat di sepanjang pinggiran kolam renang atau tepat nya di hadapan tujuh paviliun yang berderet membentuk huruf U.


"Ibu suka?" Tanya Nabila tersenyum lebar, melihat sang ibu nampak bahagia.


"Iya, ibu menyukai nya." Jawab ibu Lin dengan mata berbinar.


"Bi, letakkan aja di depan pintu kamar, nanti biar saya sendiri yang menata nya di dalam kamar," titah ibu Lin kepada pegawai yang membawakan barang-barang nya.


Setelah pegawai tersebut keluar dari paviliun milik ibu Lin, ibu Lin pun mengajak kedua putri nya untuk bergabung bersama yang lain di luar.


Sesampainya di luar, ternyata Devan dan sang istri juga sudah hadir. Susan bersama nenek dan bibi nya juga sudah berada di sana, Susan dan keluarga datang bersama Devan.


Tadinya, Alvian yang akan sekalian menjemput calon istri dan keluarga nya. Namun Devan melarang, dan dia yang akan mengajak Susan bareng bersama nya sekalian karena kebetulan Lusi ada keperluan dahulu pagi tadi di sekitar apartemen yang dihuni Susan.


"Eh ibu mertua, sama adik-adik ipar... darimana aja bu, dicariin dari tadi?" Tanya Devan pada ibu Lin sambil menyalami ibu dari Nabila itu dan mencium punggung tangan nya.


Lusi pun juga ikut menghampiri ibu dari sahabat nya itu dan melakukan hal yang sama seperti yang suami nya lakukan.

__ADS_1


"Barusan lu bilang apa Dev? Ibu mertua?" Tanya Alvian pada sahabat nya.


"Kenapa bang? Kok kaget gitu? Jangan bilang abang amnesia dan melupakan kalau istriku adalah putri pertama ibu," jawab Devan sok serius.


"Ya,,ya,,ya,, putri yang terbuang," timpal Alex dengan bercanda.


"Enak aja ngatain istri cantik gue putri yang terbuang," balas Devan tak terima, sambil memeluk mesra pinggang sang istri.


"Cih,, pamer!" Cibir Alex pada Devan.


Ibu Lin hanya geleng-geleng kepala dan kemudian berlalu dari hadapan anak-anak muda itu dan ikut bergabung bersama para orang tua yang lain nya. Bersama sang suami, papa Johan, nenek dan bibi nya Susan, serta bi Asih yang juga berada di sana.


"Ayo Rey, kita panas-panasin asisten jomblo ini," pinta Devan melirik Rehan.


"Kalau si Rey, pamer nya sudah setiap saat setiap waktu," jawab Alvian.


Nabila hanya senyum-senyum saja.


"Bro, mana kalau minggu depan kita bertiga bulan madu bareng?" Pinta Devan kepada Alvian dan Rehan, bermaksud memanas-manasi sang Asisten Pribadi nya Rehan.


"Kemana?" Tanya Alvian.


"Kamu mau kemana yang?" Tanya Rehan pada sang istri.


"Emm,, kalau ke negeri di atas awan gimana bang?" Pinta Nabila.


"Wah, asyik tuh tempat nya.. dingin banget," timpal Nisa.


"Dik, kalau gitu, kita nikah nya di percepat dan bareng sama bang Vian ya?" Pinta Alex memohon kepada calon istri nya.


Nisa mengernyit,


"Waktu itu bilang nya ogah!" Sahut Devan.


"Habis nya kalian bikin mood gue rusak aja! Mulai minggu depan, gue enggak mau ngumpul lagi sama kalian sampai hari pernikahan gue bulan depan tiba!" Ancam Alex sambil cemberut.


"Yaelah,, kayak anak perawan aja, ngambek! Ya udah, kita bulan madu nya nunggu Alex sama Nisa aja sekalian.. kasihan dia, ngenes gitu wajah nya," ledek Alvian pada calon keponakan nya.

__ADS_1


Dan obrolan hangat para orang dewasa di gazebo yang diiringi canda tawa itu pun terus berlanjut, sedangkan di lantai atas rumah utama tepat nya di area bermain anak, Ilham sedang bermain bersama Kevin sambil menunggu teman gadis nya yang akan datang di acara selamatan hunian baru itu sebentar lagi.


__ADS_2