
Siang hari di apartemen Fatima, nampak keluarga besar Nabila tengah berkumpul di ruang keluarga setelah makan siang bareng. Rehan dan sang Asisten yang baru meninjau lokasi proyek juga bisa menyempatkan waktunya untuk bergabung, begitupun dengan Nisa yang mengambil kesempatan istirahat makan siang untuk pulang ke apartemen agar bisa ngumpul dan makan bareng keluarga nya.
Tak ketinggalan, adik laki-laki satu-satu nya yang ibu Lin miliki, Alvian dan sang kekasih juga turut meramaikan acara makan siang sederhana ala keluarga pak Ilyas itu.
Celoteh riang dan lucu Kevin yang sering mencari perhatian sama semua orang, seringkali membuat orang-orang dewasa yang hadir di sana merasa gemas dibuat nya.
"Ayo Kevin bobok siang dulu sama nenek di kamar bawah," ajak ibu Lin pada sang cucu.
"Tidak mau nek,, Kevin masih mau main sama om Ilham di sini," tolak Kevin dengan nada lucunya yang bikin gemes.
"Kevin kan belum bobok siang nak? Atau mau mommy temani bobok?" Bujuk Nabila.
"Enggak mau mommy,, Kevin kalau siang kan bobok sendiri,," Kevin masih kekeh dengan pendiriannya.
Kevin memang sudah terbiasa tidur siang sendiri, bi Ani pengasuh nya biasanya hanya membuat kan susu dan menemaninya menghabiskan susu di gelas dan kemudian akan meninggalkan Kevin seorang diri di kamar nya. Baru setelah beberapa saat, pengasuh itu akan kembali ke kamar Kevin untuk memastikan bahwa anak asuh nya telah benar-benar tidur dan kemudian menyelimuti nya. Kecuali jika weekend, sang daddy akan menemani putra kecil nya itu untuk tidur siang dan tak jarang daddy tampan itupun akan ikut terlelap sambil mendekap sang putra.
"Biarkan dulu aja mom, nanti kalau sudah ngantuk juga dia akan minta tidur sendiri," ucap Rehan pelan.
"Kalau begitu kakek sama nenek tidur siang dulu ya,,, nanti kalau Kevin pengin bobok sama kakek nenek, tinggal nyusul aja ke kamar," ucap pak Ilyas pada sang cucu.
"Siap kakek," jawab Kevin sembari memberi hormat, hingga mengundang gelak tawa dari orang-orang yang melihat nya.
"Kami permisi turun dulu ya semua,," pamit ibu Lin dan segera berlalu, yang diikuti oleh pak Ilyas yang mengekor di belakang nya.
"Lex, tolong lu pesan satu kamar di hotel XX tempat resepsi si kutu ku****," titah Rehan sama Asisten Pribadi nya.
"Buat siapa bro?" Selidik Alex penasaran.
"Ya buat gue sama istri lah... masak buat lu sama bang Vian? Mau lu, jeruk makan jeruk?" Ledek Rehan pada kedua sahabat nya.
"Idih,, ogah!" Sergah Alex buru-buru, "mending gue sama dik Nisa aja,, kita nanti malam nginap ya dik?" Pinta nya dengan tersenyum manis.
"Mau lu di gorok sama ayah,,," Rehan memperingatkan.
Alex hanya bisa nyengir kuda.
Sedang kan Alvian dan yang lain nya hanya geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Jadi lu nanti malam gak bisa berangkat bareng kita Rey?" Tanya Alvian kemudian.
"Gak bisa bang, acaranya barengan sama nikahan sahabat nya Billa," jawab Rehan nampak tak bersemangat.
"Oh ya,, ada yang sudah pernah ketemu belum sama calon istri si kutu ku****?" Tanya Alex pada Rehan dan Alvian.
Kedua nya menggeleng,, "sejak insaf dari dunia play boy nya setahun lalu, dia kan sama sekali gak pernah dekat dengan cewek manapun? Gimana bisa tiba-tiba dia memutuskan menikah? Siapa calon istri nya?" Tanya Alvian menyelidik.
"Beberapa bulan yang lalu sih dia pernah bilang ke gue dan Rehan, kalau dia lagi deket ma cewek,,, dan dia mengatakan kalau si cewek itu dari kalangan biasa. Ya kami pikir dia hanya bercanda? Secara tuh anak kan selalu pilih-pilih kalau soal cewek, harus dari kalangan pengusaha atau kalau enggak ya anak pejabat?"
Alvian nampak mengangguk membenarkan.
Kevin yang tengah asyik bermain dengan Ilham tiba-tiba mendekati Nabila, "mommy,, Kevin main di kamar om ganteng ya? Kevin mau bobok siang di kamar om ganteng, boleh?" Pinta nya manja.
"Tentu boleh sayang,, mommy anterin ya,,," Nabila segera beranjak dari tempat duduk nya.
"Tunggu bentar sayang," cegah Rehan, "nak, nanti sore daddy sama mommy mau keluar ada urusan. Kevin nanti malam enggak apa-apa ya bobok sama om ganteng lagi, mau kan?" Titah Rehan pada sang putra.
"Urusan apa dad?" Tanya Kevin polos.
"Kevin,, ingat janji kita bertiga," tukas Alex cepat sambil menunjuk diri nya sendiri, Nisa dan juga Kevin.
"Iya, Kevin ingat om,,," sambil berlari kecil kearah Alex.
Nampak Kevin mau membisikkan sesuatu ke telinga Asisten daddy nya, "tentang projek rahasia itu kan om?" Ucap Kevin bukan dengan bisikan tapi di ucap kan dengan suara biasa, hingga yang lain dapat ikut mendengar nya.
Sontak Alex dan Nisa terkekeh, sedang kan yang lain mengerutkan kening,, "ya nak, projek rahasia," ucap Alex kemudian masih dengan menahan tawa. "Dah, sekarang Kevin ke kamar ya,,, sama om Ilham," titah Alex pada putra kecil sang bos.
"Oke om,," ucap Kevin dengan penuh semangat. "Dad,,, nanti malam Kevin mau kok bobok di sini lagi," lanjut nya sambil menatap sang daddy.
"Anak pintar,," ucap Rehan seraya mengusap lembut pucuk kepala putra kecil nya, "sekarang bobok siang dulu ya..." titah nya pada sang putra.
"Siap bos,,," ucap Kevin dengan lucu, hingga mengundang senyuman di bibir orang yang menyaksikan tingkah nya.
Nabila segera bergegas mengantar Kevin menuju kamar adik laki-laki nya.
"Projek rahasia apaan Lex?" Tanya Alvian penasaran.
__ADS_1
Alex tersenyum,, dan kemudian menjelaskan bagaimana kronologinya hingga ide projek rahasia bisa tercetus begitu saja.
Mendengar cerita Alex Rehan dan yang lain tertawa,, "Lex, kalau begitu siap kan energi ekstra lu untuk lembur di perusahaan, karena gue akan sering-sering ngajak istri gue liburan untuk menjalankan misi projek rahasia Kevin" titah Rehan enteng.
"What,,,?!" Seru Alex protes, "gue lagi yang kena" ucap nya dengan kesal.
"Lu kan punya banyak cara untuk membujuk Kevin,," ucap Rehan seraya tersenyum puas.
Alvian dan lain nya hanya menggelengkan kepala dan tersenyum lebar.
Derrt,, derrt,, derrt,,
Terdengar dering ponsel yang bergetar dari dalam kantong celana Alex, buru-buru Asisten Pribadi sekaligus sahabat baik Rehan itu mengambil nya. "Eh, panjang umur dia... si kutu ku**** telfon, gue load speaker ya," ucap Alex setelah melihat layar ponsel nya dan tertera nama sahabat nya itu. Alex segera menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.
"Halo bro,," terdengar suara bariton dari ujung telfon menyapa, "bro, tolong lu bilang sama bos lu untuk jadi saksi di ijab qobul gue nanti. Jangan lupa bilang juga sama bang Vian untuk datang bersama kalian berdua menyaksikan akad nikah gue, gue juga udah nyiapin tiga kamar untuk kalian. Kalian nginap aja, kalian kan masih jomblo semua dan pastinya datang sendiri dong? Eh, gue lupa,, bang Vian udah punya gebetan ding, sekretaris di perusahaan lu. Tapi ini rahasia kita berdua dulu bro, bang Vian sudah mewanti-wanti sama gue untuk enggak cerita dulu. Gue tunggu di hotel sore ini, oke bro," cerocos suara di seberang sana tanpa jeda dan tanpa memberikan kesempatan sama Alex untuk berbicara, dan langsung menutup panggilan telpon nya.
"Dih, benar-benar si kutu ku**** dia, main perintah seenak nya," Alex menggerutu.
Sedang kan Rehan dan Alvian tertawa terbahak-bahak, sudah paham dengan kelakuan sahabat nya yang satu itu.
Nabila baru saja bergabung, setelah mengantar putra nya ke kamar Ilham, "pada seneng banget ketawa sampai segitunya,,, ada apa bang?" Nabila bertanya dengan penasaran
"Itu, tadi sahabat abang yang nanti sore mau nikahan telpon, dan gaya nya itu lucu yang,,," Rehan masih tersenyum geli.
"Bang, jadi Devan sudah tahu kalau kalian jalan bareng?" Alex bertanya pada Alvian sambil melirik Susan yang sedari tadi menyimak obrolan ke tiga sahabat itu sambil tersenyum.
Alvian hanya mengangguk,,, "kalian curang," seru Alex merasa kecewa.
"Bukan begitu Lex, gue hanya gak enak aja jika nantinya berimbas pada pekerjaan Susan,,, gue hanya ingin dia bisa tetap professional" jawab Alvian seraya melirik mesra sang tunangan.
Susan hanya tersenyum tersipu malu.
"Kalian juga curang,,, si Rehan tahu-tahu dah nikah, dan lu juga sudah tunangan,,, dan enggak ngasih kabar sama kami!" Seru Alvian membalikkan tuduhan Alex. "Dan sekarang si Devan, sama aja kayak kalian..." Alvian masih menggerutu.
"Tunggu-tunggu,, kok kalian menyebut-nyebut nama Devan?" Nabila mengernyit, merasa tak asing dengan nama itu.
"Kamu kenal yang?" Selidik Rehan dengan tatapan curiga.
__ADS_1