
Sepanjang perjalanan menuju kantor, Rehan terlihat sangat posesif. Tangannya tak pernah henti mengusap pucuk kepala ataupun punggung gadis pujaan hatinya, hingga Nabila salah tingkah dan malu dibuatnya.
"Hem,,, iya, gue tahu diri Bos,,, kalau dunia ini milik kalian berdua," ucap Alex sedikit keki melihat sahabat nya yang over protektif itu dari balik pantulan kaca spion.
"Kenapa lu? Ngiri?" Ketus Rehan yang melihat sikap absurd Asisten nya, tanpa menghentikan aksi nya yang terus saja pengin nempel dengan gadis di sampingnya.
"Buruan nikahin,,, entar gue rebut nangis darah deh lu!" Omel Alex yang masih merasa gemas dengan sikap atasannya yang super lebay menurutnya.
"Awas saja kalau lu berani," Seru Rehan sambil melotot kearah Alex, dan menghadiahkan sebuah sentilan keras di kening Asisten Pribadinya itu.
"Aw,,, sakit tahu!" Teriak Alex pura-pura kesakitan.
"Abang,,, enggak boleh gitu dong,,," sambil menarik tangan Rehan yang terlihat ingin memberikan sentilan lagi untuk Alex.
Alex terlihat mencibir kepada Rehan, begitu mendapat pembelaan dari kekasih Bos nya itu.
"Ini tuh enggak sakit sayang, cuma pelan kok... dianya nya saja yang lebay," kilah Rehan membela diri.
Ciiit,,,,
Tiba-tiba Alex mengerem mobilnya secara mendadak, Rehan dan Nabila yang tidak fokus dengan kondisi jalanan menjadi terhuyung ke depan karena terkejut.
"Ada apa Lex!" Seru Rehan sambil membetulkan posisi duduknya.
"Huh,,," Alex membuang kasar nafasnya, "untung saja, gue sempat lihat tadi," gumamnya lirih.
"Lihat apaan?" Tanya Rehan yang semakin penasaran, karena pertanyaannya tadi tak kunjung dijawab oleh Asistennya itu.
'Itu Bos, tadi tiba-tiba ada kucing nyeberang," jawab Alex seraya melajukan kembali mobilnya.
Sedangkan Nabila terlihat masih mengatur nafasnya akibat kejadian barusan.
Kini ketiganya sama-sama terdiam, hingga Alex mengarahkan laju mobilnya memasuki kawasan gedung perusahaan yang menjulang tinggi milik Rehan.
Alex menghentikan mobilnya tepat di depan lobi, satpam yang bertugas dan sudah mengenali kuda besi milik atasannya itu terlihat mendekat dan ingin membukakan pintu untuk Rehan seperti biasa. Namun Rehan dengan cepat sudah turun terlebih dahulu dan diikuti oleh Nabila di pintu yang lain.
Rehan berlari kecil mengitari mobil untuk menghampiri Nabila, segera menggenggam tangan gadisnya itu dan mengajaknya untuk masuk kedalam kantor.
Nabila hanya menurut, terlihat dia berjalan lebih cepat untuk mensejajarkan langkahnya dengan laki-laki di sampingnya yang langkahnya lebar-lebar.
Di sepanjang lobi Rehan nampak selalu menyunggingkan senyum hangatnya kepada semua karyawan yang menyapa, begitu pula dengan Nabila yang memang pembawaannya ramah.
Alex yang mengekor di belakang mereka hanya geleng-geleng kepala melihat perubahan sikap Bosnya itu, seorang Rehan Putra Alamsyah yang terkenal dingin dan serius tiba-tiba saja berubah menjadi murah senyum gara-gara gadis manis berhijab, begitu kira-kira yang difikirkan oleh Alex.
__ADS_1
Hingga ketiganya tiba di depan lift khusus Presdir, Alex menekan tombol angka dua satu dan setelah pintu lift terbuka ketiganya segera masuk, "kenapa lihatin gue kayak gitu Lex?" Selidik Rehan yang merasa aneh dengan sikap Asisten Pribadinya.
"Gue suka dengan lu yang sekarang Rey,,," ucap Alex sambil tersenyum menggoda atasannya.
Rehan menanggapi godaan Alex dengan memutar bola matanya malas.
Nabila yang sedari tadi mengamati kedua laki-laki itu mengerutkan keningnya tak mengerti.
Tak berapa lama pintu lift terbuka, mereka keluar dan berjalan menuju ruangan milik Rehan. Mereka melewati meja sekretaris, dan di sana nampak seorang wanita tengah duduk dan terlihat sibuk dengan berkas di tangannya.
Menyadari kehadiran atasannya, sang sekretaris segera berdiri dan menunduk hormat kepada Bos nya itu, "selamat pagi tuan muda," sapa nya dengan sangat sopan, "pagi tuan Asisten," lanjutnya menyapa Asisten Alex, "pagi nona,,," lanjutnya dan sejenak menghentikan sapaan nya.
Nabila yang mengerti segera mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan sekretaris itu, "saya Nabila," ucapnya ramah dan tersenyum hangat memperkenalkan dirinya.
"Oh, iya Nona, saya Susan," jawab sekretaris itu dengan memandang kagum pada Nabila.
"Nabila calon istri saya," Rehan menyela dengan cepat memperkenalkan Nabila pada sekretaris nya sambil menatap hangat pujaan hatinya.
Nabila hanya tersipu malu, sambil menundukkan pandangannya.
"Wah,,, pasangan yang serasi, tampan dan imut," ucap Susan dengan wajah terpukau kepada pasangan yang terus mengembangkan senyuman yang berbeda di bibir mereka masing-masing. Rehan dengan senyuman bahagianya dan Nabila yang masih malu-malu.
"Apa semua file nya sudah kamu siapkan Susan?" Tanya Alex membuyarkan suasana bahagia itu.
"Yuk sayang, kita keruangan abang," Rehan menarik pelan tangan Nabila yang masih dalam genggamannya untuk segera masuk kedalam ruangannya.
"Kalau begitu bawa segera ke ruangan tuan muda Rehan," titahnya sambil berlalu mengikuti langkah Rehan dan Nabila yang sudah terlebih dahulu meninggalkan meja sekretaris itu.
"Baik tuan Asisten," jawab Susan tersenyum dan melihat kearah sepasang kekasih yang berjalan memasuki ruangan Presdir. "Pantesan selama beberapa minggu belakangan tuan muda tampak lebih bersemangat dan murah senyum," gumamnya dalam hati.
Susan segera membereskan file-file yang hendak diserahkan kepada atasannya itu, dan dengan segera melangkah menuju ruang Presdir untuk menyerahkan file nya.
Sesampainya di ruangan miliknya, "duduk sini sayang," titah Rehan sambil menuntun gadisnya untuk duduk di sofa yang terletak di sudut ruangan miliknya.
Setelah Nabila duduk, Rehan pun ikut mendudukkan dirinya tepat di sebelah gadis pujaan hatinya.
Alex yang mengekor di belakang nya ikut duduk di salah satu sofa yang masih kosong.
Tok,, tok,, tok,,
Susan mengetuk pintu yang masih terbuka itu dan bergegas masuk tanpa menunggu di persilahkan, karena tahu bahwa kedatangannya telah di tunggu. "Ini file yang harus tuan muda tandatangani," ucap Susan dengan sopan, seraya menaruh file-file itu di meja dihadapan Rehan, "sedangkan ini materi untuk meeting pagi ini, di dalamnya ada proposal penawaran dari klien," Susan memberikan map berwarna merah kepada Alex.
"Apa klien kita sudah mengkonfirmasi kehadiran mereka?" Tanya Alex kepada Susan.
__ADS_1
"Iya tuan Asisten, mereka sekarang sudah berada dibawah dan akan segera naik menuju ruang meeting," jawab Susan
"Baiklah, kalian sambutlah mereka terlebih dahulu," titah Rehan kepada Asisten dan sekretaris nya. "Lima menit lagi saya nyusul," lanjut Rehan kemudian dengan melirik kearah Nabila.
"Baik tuan muda," Susan mengiyakan perintah atasannya, "permisi," ucapnya dengan sedikit membungkukkan badan dan segera berlalu dari ruangan Presdir untuk melaksanakan tugasnya.
"Ehm,,," Alex yang mengerti maksud dari Bos nya itu berdeham, dan melirik malas kearah Rehan. Alex kemudian segera berlalu menyusul langkah Susan yang sudah keluar dari ruangan Bos nya terlebih dahulu.
Sebelum Alex sempat menutup rapat pintunya, "tunggu Lex" seru Rehan dari dalam ruangan miliknya.
Alex kembali membuka lebar pintu, "iya, ada apa Bos?" Alex bertanya dengan tetap berdiri ditempatnya.
"Tunggu gue di meja Susan," titahnya pada Alex sambil memberi isyarat bahwa ada sesuatu yang akan dibicarakan hanya berdua dengan Asisten nya itu.
"Siap Bos," ucap Alex dan segera menutup pintu dengan perlahan.
"Sayang, kamu tunggu disini sebentar gak apa-apa ya?" Pinta Rehan pada kekasihnya.
Nabila hanya mengangguk mengiyakan permintaan laki-laki pengisi hatinya kini.
"Makasih sayang," ucap Rehan lembut dan tersenyum hangat seraya mengusap pucuk kepala Nabila. Rehan bangkit dari duduk nya dan segera keluar dari ruangan nya.
"Lex,,," Rehan terlihat menghampiri Asisten yang sudah menunggunya di meja Susan. "Beberapa waktu lalu Pak Budi mengirimkan bukti rekaman yang dia dapatkan ini ke nomor gue, " ucap Rehan tatkala jarak mereka sudah dekat, sambil menyodorkan ponselnya yang berisi bukti rekaman tersebut, "tapi gue bilang ke Pak Budi agar menahannya dulu," lanjutnya penuh rencana.
Alex menerima ponsel Rehan, dan mulai menyetel bukti rekaman itu serta mendengarkannya dengan seksama.
"Gue rasa ini saat yang tepat untuk Pak Budi menunjukkan bukti rekaman kepada Bos nya," ucap Rehan dengan senyuman yang terbit di sudut bibirnya. "Lu tahu apa yang harus lu lakukan bukan?" Titahnya pada Asisten Pribadi nya dan segera berlalu menuju ruang meeting.
"Siap Bos,,," seraya bergegas mengekor langkah Rehan.
Double up khusus untuk readers kesayangan... π
Terimakasih atas support luar biasa yang telah kalian berikan, tetap lah setia menunggu kehadiran Nabila Dan Rehan ππ
Tunggu undangan pernikahan merely ya... π€
__ADS_1