Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Couple Sejati


__ADS_3

"Udah, lepasin tangan istri gue," suara bariton Rehan menyadarkan Alvian dari lamunan nya. "Sorry bro, gue enggak bermaksud kurang ajar, hanya saja..." sejenak Alvian menjeda ucapan nya, dia merasa bingung dengan perasaan nya sendiri.


"Kenapa bang?" Tanya Rehan, berharap Alvian merasakan sesuatu melihat istrinya.


"Gue merasa kayak deket banget sama istri lu Rey,, padahal gue sudah coba untuk mengingat-ingat dan kami memang belum pernah bertemu sebelum nya, benar kan nona? Eh, nyonya muda?" Alvian memastikan pada Nabila.


"Mungkin di kehidupan yang lalu kalian berdua adalah pasangan kekasih,,," ucap Alex asal seraya terkekeh.


Rehan meninju pelan lengan kanan Alex dan secara bersamaan Alvian juga melakukan hal yang sama di lengan kiri nya.


"Aw,,, " teriak Alex pura-pura kesakitan, "kalian berdua telah melakukan KDRT sama Asisten yang tampan ini, dan gue akan laporin kalian pada kak Seto.


Dan semua yang mendengar kekonyolan Asisten Alex pun tergelak, kecuali Kevin yang sedari tadi asyik dengan mainan di tangan nya dan duduk di kursi Susan.


" Bang, sebenarnya ada yang mau gue sampein,, tapi karena bentar lagi kita meeting, gimana kalau nanti selesai meeting gue minta waktu bang Vian sebentar, bisa kah?"


"Siap bro,, nanti sekalian kita makan siang," jawab Alvian mengiyakan permintaan bos RPA Group itu. "Oh ya, gue pinjem sekretaris lu bentar,,, cuma ngobrol disini aja kok, enggak gue culik," lanjut nya sambil melirik Susan dengan penuh cinta.


"Jangan kelamaan di gantung, masak kalah sama Alex,,, dia aja dah tunangan, dan bulan depan udah mau kawin dia," ucap Rehan sambil nyengir kearah Asisten Pribadi nya.


"Masak sih,, beneran Lex?" Tanya Alvian tak percaya.


Buru-buru Alex mengangkat tubuh kecil Kevin dan menggendong nya dan kemudian segera berjalan menuju ruangan Rehan, "bentar lagi rapat, buruan kalau mau ngobrol... waktu kalian lima menit," ucap nya kepada Alvian dan Susan sambil berlalu.


Rehan dan Nabila hanya menggelengkan kepala dan berjalan mengekor di belakang Alex menuju ruangan khusus Presiden Direktur RPA Group.


*****


Di sebuah restoran mewah di pusat kota yang berada tak jauh dari kantor nya Rehan dan juga butik Putri Alamsyah milik Fatima, Alex telah memesan sebuah ruangan khusus untuk acara makan siang.


Dan di sinilah mereka sekarang, menikmati makan siang bersama pasangan masing-masing. Keluarga kecil bos RPA Group, Alex dan Nisa serta Alvian dan Susan.


Mereka menikmati makan siang sambil ngobrol tentang banyak hal, dan Alvian yang nampak mendominasi dengan berbagai macam pertanyaan yang dia ajukan, baik kepada Rehan maupun kepada Alex. Pasal nya sebagai abang angkatan sekaligus partner bisnis, dia merasa sudah di langkahi oleh kedua nya.


Rehan yang terkenal sangat dingin dengan lawan jenis dan di matanya tak pernah dekat dengan seorang wanita, tiba-tiba saja sudah menikah tanpa memberinya kabar. "Oh ya Rey, gue belum pernah lihat lu deket sama wanita manapun termasuk nyonya lu ini, tapi kok tiba-tiba sudah menikah aja? Boleh dong bagi kisah nya?" Alvian mulai penasaran.


"No,, no,, kisah cinta gue bukan untuk dikonsumsi publik, biar ini jadi kisah spesial buat kami berdua," tolak Rehan dengan diplomatis sambil tersenyum penuh kemenangan.


Nabila yang mendengar perkataan sang suami tersenyum lebar.

__ADS_1


"Ya, ya, gue ngerti... bos mah bebas mau ngapain aja, nanti kalau tiba-tiba kisah cinta nya pengin di publish tinggal menjentikkan jari dan berita nya akan langsung menyebar layak nya virus," ucap Alvian asal seraya terkekeh.


"Dan yang direpotkan pasti gue lagi!" Alex menimpali.


"Hahaha,,," Alvian terkekeh, "sudah jadi nasib lu Lex,,, bukannya dari dulu emang kalian terkenal sebagai couple sejati?!"


"Cih,,, couple? Emang nya gue cowok apaan? Paling juga si Rehan yang ngarep... gue mah ogah!" Sarkas Alex.


Rehan hanya menggelengkan kepala menanggapi obrolan absurd kedua sahabat nya itu.


"Jadi beneran dik Nisa ini tunangan lu Lex?" Tanya Alvian kemudian, sesaat setelah mereka sejenak terdiam.


"Yap, betul banget bang,,, gue gak salah pilih kan?" Jawab Alex dengan bangganya.


"Ya, lu benar Lex,,, lu emang gak salah pilih, tapi,,," sejenak Alvian menjeda ucapan nya, "dik Nisa yang salah pilih!" Lanjut Alvian seraya tersenyum seringai dan melirik kearah Nisa.


"Ya enggak mungkin lah bang,,, secara gue kan tampan, baik, sudah mapan pula?!" Tukas Alex menyangkal.


"Mungkin lu emang tampan sih, baik iya,,, mapan jelas.. tapi sama setiap wanita yang lu gandeng, lu selalu memperkenalkan mereka sebagai tunangan lu bukan?" Alvian mulai menyulut api.


"Benar itu bang,, bahkan ada yang diperkenalkan sebagai istri nya pula!" Rehan membumbui perkataan Alvian.


Susan menatap kekasih nya, Alvian yang terus menyunggingkan senyuman.


Sedangkan Nabila menatap tajam sang suami dengan tatapan penuh selidik. Sadar mendapat tatapan seperti itu dari sang istri, Rehan berbisik lirih di telinga Nabila, "sorry yang, hanya untuk ngetes mental Alex dan juga perasaan adik kamu, peace..." seraya tersenyum manis kepada sang istri.


Nabila hanya menggelengkan kepala nya,, dan kemudian mengedipkan matanya pada sang adik.


Nisa yang mengerti kode dari sang kakak hanya bisa menarik nafas panjang...


"Dik, apa yang mereka katakan itu semua tidak benar. Mas akui, dulu memang mas banyak menjalin hubungan dengan wanita... tapi seperti yang mas pernah bilang sama kamu, satu pun diantara mereka gak ada yang benar-benar serius sama mas, begitupun sebalik nya. Yah, hanya just fun aja lah.." Alex mencoba meyakinkan Nisa.


"Kita lihat bagaimana ke depan nya aja ya mas,, " ucap Nisa datar.


"Ayolah dik, percaya lah sama mas,,, mereka hanya bercanda?"


"Bang Rehan gak serius tadi dik,," ucap Rehan akhir nya meluruskan keisengan nya, "habis nya bang Rehan sebel sama mas mu ini, tadi waktu di butik kan dia udah ngerjain bang Rehan dan mbak kamu?!"


"Lu jadi korban kejahilan nya juga Rey?" Tanya Alvian tak percaya.

__ADS_1


"Hm,, begitulah bang," jawab Rehan pendek.


"Dasar Asisten som**** lu,,," ucap Alvian sambil melempar sedotan kearah Alex.


Dan ketiga laki-laki dewasa itu pun tergelak...


Nisa dan Susan hanya mengulum senyum melihat keakraban laki-laki yang mereka sayangi dengan sahabat-sahabat nya.


Sedangkan Nabila memilih untuk fokus bercanda dengan putra kecil nya.


"Eh, si kutu ku**** apa kabar nya ya... apa gue telfon aja dia, biar merapat?" Alex mengeluarkan ponsel dari kantong baju nya.


"Jangan,, jangan Lex," cegah Alvian. "Dia kan sekarang lagi sibuk ngurus pernikahan nya, undangan nya besok lusa kan?" Alvian mengingatkan sahabat-sahabat nya.


"Oh iya,, gue hampir aja lupa," Rehan menepuk jidat nya. "Undangan nya lu simpan dimana Lex?"


"Ada kok, di meja kerja lu.. ketumpuk sama dokumen lain mungkin?"


Hening menyapa ruangan VVIP itu untuk sesaat.


"Oh ya Rey,, katanya mau ada yang lu obrolin ma gue?" Tanya Alvian mengingat tujuan mereka makan siang bareng.


"Iya bang,," sejenak Rehan terdiam. "Om Johan apa kabar? Gue denger beliau sedang sakit?" Tanya Rehan menyelidik.


"Iya, dan kemarin papa sempat tak sadar kan diri lagi," jawab Alvian dengan suara berat.


"Terus sekarang kondisinya gimana bang? Kalau misal nya gue berkunjung dan menemui nya,, apakah boleh?" Rehan menuntut jawab.


Alvian menggeleng pelan, "papa koma Rey, dan dokter tidak bisa memastikan entah sampai kapan papa bisa kembali sadar?" Ucap Alvian sendu.


"Kami turut prihatin bang,,," ucap Alex dan Rehan bersamaan.


"Sebenar nya ada seseorang yang ingin bertemu dengan om Johan,,," Rehan menatap netra Alvian.


"Siapa dia Rey?" Tanya Alvian nampak sangat penasaran.


"Apa abang bisa meluangkan waktu sebentar untuk menemui beliau?" Kembali Rehan menatap Alvian, "sebenar nya gue ragu jika hanya abang yang menemui beliau tanpa ada om Johan bersama bang Vian, sebab beliau adalah seseorang di masa lalu kalian berdua dan saat itu bang Vian masih sangat kecil," lanjut Rehan dengan menghela nafas kasar.


"Gue akan menemui nya Rey, siapa tahu dia,,," Alvian nampak kebingungan untuk mengungkapkan sesuatu yang dia pendam beberapa hari ini, sesuatu yang juga menyebabkan papa nya menjadi koma.

__ADS_1


__ADS_2