
Sambil berjalan menuntun sang tamu, Ferry memberi kode pada rekannya untuk menghubungi tuan Asisten. Sedangkan gadis tersebut, mengikuti langkah Ferry tanpa rasa curiga.
Alex yang tengah duduk dekat rombongan mempelai, segera mengangkat panggilan yang masuk dari ponsel nya begitu terdengar bunyi getaran ponsel digenggaman tangannya. Nampak dia mengangguk-angguk dan segera menutup ponsel nya kembali.
Alex berdiri mendekati tuan muda nya dan terlihat membisikkan sesuatu, "bos sorry, gue gak bisa ikut menyaksikan prosesi ijab qabul,,, ada yang harus gue beresin di rumah sebelah."
"Ada masalah apa?" Rehan mengernyit.
"Santai aja bos, bukan masalah besar. Setelah selesai di eksekusi, gue akan segera balik kesini. Lu fokus saja dengan ijab qabul ini, jangan sampai lu salah ucap! Malu-maluin...!" Ledeknya mengakhiri obrolan pendeknya dengan calon mempelai laki-laki.
Rehan tersenyum masam,,,
Alex kemudian segera berlalu meninggalkan lokasi ijab qabul menuju rumah sebelah.
Sedangkan pak Burhan, langsung mulai membuka acarnya dengan diawali lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan dengan merdu oleh Qori terkenal di kota kelahiran Nabila. Dan akan dilanjutkan dengan khutbah nikah yang akan disampaikan sendiri oleh pak Ilyas selaku wali dari mempelai wanita.
*****
Di rumah sebelah, gadis yang mengaku sebagai tamu undangan Nabila itu nampak terkejut ketika dia tidak mendapati tamu-tamu lain seperti yang disebutkan oleh Ferry tadi, hanya ada dirinya dan orang yang membawanya.
Di tengah keterkejutannya tiba-tiba muncul Asisten Alex yang langsung memberondongnya dengan berbagai macam pertanyaan, "Siapa kamu? Apa alasanmu datang kemari? Siapa yang sudah membayar mu?" Seru Alex dengan suara mengintimidasi.
"Apa maksud anda mas?" Tanya gadis itu pura-pura bingung, "saya temannya Nabila, dan saya kemari karena di undang langsung sama dia,,," lanjut nya sedikit gugup.
"Nona muda Nabila tidak mengundang teman-temannya di acara ini!" Gertak Alex dengan sorot mata tajam menatap gadis asing itu.
"Tapi sa,, saya,, saya sahabat dekat nya mas?" Jawab gadis itu masih mencoba meyakinkan.
"Sedekat apa? Sedekat rumah sakit atau kuburan?" Alex mencoba lebih menggertak gadis asing itu lagi.
Sontak tubuh gadis itu gemetar,,, keringat dingin mengucur deras membanjiri keningnya dan mengalir membasahi pipinya bersamaan dengan bulir bening yang jatuh dari sudut mata nya.
Tiba-tiba muncul orang kepercayaan Alex yang lain seraya menyeret seorang laki-laki, "tuan Asisten, laki-laki ini datang bersama gadis itu, dan dia tadi menunggu di dalam mobil," laporan dari orang kepercayaan Alex.
"Oke, ambil alih laki-laki itu Fer," titahnya pada Ferry, dan lu, kembali lah ke pos, pastikan semua berjalan dengan aman dan terkendali."
__ADS_1
"Siap bos," membungkuk hormat, dan segera berlalu meninggalkan rumah sebelah untuk melanjutkan tugasnya.
"Geledah saku celana laki-laki itu, juga tas gadis ini Fer,,, cari identitasnya," titahnya pada Ferry.
"Baik bos," ucap Ferry dan langsung melaksanakan tugasnya.
Alex berdiri dengan tegap dengan memasukkan kedua tangannya ke kantung celana nya, tatapannya tajam dan mengintimidasi dua orang asing yang mencoba mengganggu acara pernikahan atasannya.
Beberapa saat kemudian, "ini dia bos," ucap Ferry seraya menyodorkan dua identitas milik orang asing itu.
"Hem,, Sony dan Juwita,,," gumam Alex membaca tanda pengenal milik kedua orang itu.
"Saya tidak akan tanya macam-macam pada kalian berdua, tapi dengan identitas kalian yang ada di tangan saya, dengan mudah saya bisa menjebloskan kalian berdua ke penjara!" Seru nya dengan terus mengintimidasi.
Gadis asing yang ternyata bernama Juwita itu mulai terisak, tubuh nya menjadi lemas dan dia jatuh terduduk. "Maafkan saya, saya hanya disuruh sama dia," ucap nya terbata seraya menunjuk laki-laki asing bernama Sony yang berdiri di sebelah nya.
Alex menatap tajam Sony, "Siapa bos mu?!"
"Saya tidak akan mengatakannya, meskipun anda mengancam akan menjebloskan saya ke penjara!" Jawab Sony ketus.
"Tidak akan Wit,,, biar saja aku di penjara, yang penting kakak dan kedua adikku masih bisa bekerja." Ucap Sony lirih.
"Apa kamu diancam?!" Selidik Alex.
Sony tidak menjawab, dan tetap bungkam.
"Kerja apa kakak dan adik-adikmu?" Tanya Alex sedikit lembut.
"Mereka kerja di perusahaan," jawab Sony pelan.
"Perusahaan apa?" Tanya Alex terus mendesak.
"PT. Tunggal Putri," jawab Sony pendek.
"Oh, bukankah perusahaan itu milik Gunawan Prakoso?" Alex mengernyit.
__ADS_1
"Anda mengenalnya? Dia orang terkaya di kota kami, dan sangat berpengaruh,,, tidak ada yang berani melawannya," ucap Sony dengan khawatir.
Alex yang sudah mengetahui bahwa Saras adalah putri dari Gunawan pun mulai mencerna,, "Apa kamu disuruh oleh putri nya Gunawan?"
Sony lagi-lagi bungkam.
"Oh,, baiklah.. saya akan hubungi bos kamu itu," ucap Alex dengan senyum seringai.
Alex langsung melakukan panggilan telfon kepada Gunawan, dan sengaja di loud speaker agar Sony mendengar pembicaraan nya, "Selamat sore tuan Asisten, ada hal apa hingga tuan Asisten menghubungi saya?" Sapa seseorang yang tak lain adalah Gunawan dari sebrang sana.
"Iya pak Gunawan, disini ada orang suruhan putri bapak yang punya maksud tidak baik terhadap tuan muda Alamsyah,,, bisa bapak datang kemari bersama putri bapak?" Titah Alex dengan suara tegas.
"Apa maksud anda tuan Asisten? Putri saya, Saras... berani membuat masalah dengan tuan muda?" Tanya Gunawan penuh kekhawatiran.
"Benar, saya tunggu sore ini juga. Jika pak Gunawan dan putri bapak tidak datang, saya pastikan akan menarik semua saham RPA Group dari perusahaan bapak!" Tanpa menunggu jawaban Alex langsung mematikan panggilan telponnya.
Alex menatap dua orang itu bergantian, "tunggu lah disini, sampai bos kalian datang," titah nya.
"Fer, suruh mereka duduk, dan suruh temanmu untuk membawakan makanan buat mereka," Alex memberi titah pada orang kepercayaan nya dan kemudian bergegas meninggalkan rumah sebelah.
*****
Saat Alex kembali tiba di rumah Nabila, prosesi ijab qabul baru akan di mulai,,
"Nak Rehan, sudah siap?" Tanya pak Burhan selaku penghulu yang bertugas.
"Insyaallah siap pak," jawab Rehan mantap.
Baik kalau begitu langsung bisa dimulai ya,, karena pak Ilyas sendiri yang akan menikahkan putri nya, jadi monggo silahkan pak Ilyas menjabat tangan calon menantunya," ucap pak Burhan memberi pengarahan.
Dan kemudian pak Ilyas membacakan ijab, "Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Rehan Putra Alamsyah bin Muhammad Sultan Alamsyah dengan anak saya yang bernama Nabila Ayunda dengan maskawin nya berupa seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan berlian, tunai."
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nabila Ayunda binti Ahmad Ilyas dengan maskawin nya yang tersebut, tunai." Rehan membacakan qabul nya hanya dengan satu tarikan nafas.
Bagaimana saksi? Sah?
__ADS_1