
Sementara di salah satu meja, nampak Jessica bermuka masam seraya menekuk wajah nya, "lama sekali sih mereka berdua!" Terdengar suaranya yang meninggi dan terlihat sangat kesal.
Jessica kemudian mengambil bedak dari dalam tas mahal nya, nampak dia mulai touch up untuk menyempurnakan make up nya kembali. "Gue yakin, Rehan gak bakalan nolak gue malam ini," ucapnya penuh keyakinan.
Alex yang duduk di depan Jessica sedari tadi, semakin muak dengan sikap wanita itu, "pede banget lu!" Ucap Alex mencibir kearah Jessica.
"Kenapa sih lu Lex, dari tadi bawaannya nyolot aja sama gue! Awas ya, gue adukan nanti sama Rehan dan gue pastikan mulai besok nama lu akan di coret dari Asisten Pribadinya!" Ancam Jessica dengan penuh emosi.
"Kita buktikan saja," jawab Alex dengan memutar bola mata malas.
"Lu gak lihat gimana sikap dia yang manis tadi ke gue? Itu jelas membuktikan kalau Rehan emang enggak bisa move on dari gue,,, belasan tahun kami selalu bersama-sama dan gue yakin gak akan semudah itu Rehan melupakan kenangan manis tentang kami," ucap Jessica dengan sangat yakin. "Apalagi gue memiliki postur tubuh yang didamba oleh banyak kaum laki-laki, dan wajah gue cantik paripurna," lanjutnya penuh percaya diri.
"Serah deh apa kata lu,,, gue akui Jes lu emang cantik, tapi sayang di obral!" Seru Alex seraya terkekeh.
"Brengsek lu,,," Jessica menggerutu mendengar ejekan Alex.
Dari kejauhan Jessica melihat Vincent keluar dari private room dan berjalan menghampiri mejanya, buru-buru Jessica berdiri, "dimana Rehan?" Tanya Jessica dengan tidak sabar.
"Masih di dalam," jawab Vincent datar.
Jessica segera bergegas berjalan dengan sedikit tergesa menuju private room tanpa memperdulikan Vincent, dan dengan diam-diam Alex mengekor di belakang Jessica.
*****
Setelah Vincent keluar dari ruangan, Rehan mendudukkan dirinya kembali, "Huh,,,," terdengar dia membuang kasar nafas nya.
"Sejujurnya gue sudah pengin nonjok wajah nya dan memaki laki-laki brengsek itu! Ucap Rehan dengan sangat geram, dia mengepalkan tangannya Dan terlihat jelas kemarahan diwajahnya.
Rehan mengatur kembali nafasnya, menarik nafas sebanyak-banyaknya untuk memenuhi rongga paru-parunya dan kemudian menghembusnya perlahan.
"Tapi apa bedanya gue sama dia kalau gue tadi bersikap kasar pada Vincent? Bukankah kekerasan harus dilawan dengan kelembutan, emosi harus dilawan dengan kelembutan hati,,, dan menyadarkan orang yang salah musti dengan kebijaksanaan?" Rehan bermonolog.
"Gue yakin langkah yang tadi gue ambil sudah benar,,, meski dalam hati ada ketidak relaan tapi Vincent tetaplah ayah kandung Kevin. Gue tidak boleh egois dengan menyembunyikan kebenarannya, apalagi sampai menanamkan kebencian di hati Kevin terhadap ayah nya," lirih nya dengan suara bergetar. "Seburuk apapun perilaku orang tua, dia tetap lah orang tua yang harus dihormati oleh anak nya, dan gue enggak mau Kevin menjadi anak yang durhaka."
"Sayang,,," terdengar suara mendayu seorang wanita mengagetkan Rehan yang tengah asyik dengan pikirannya. Terlihat Jessica tengah berjalan menghampiri nya, dan kemudian duduk tepat di sebelah Rehan.
"Kenapa lama sekali sih tadi?" Tanya Jessica merajuk seraya bergelayut manja di lengan Rehan.
Tiba-tiba Alex muncul dan mengambil posisi duduk tak jauh dari Rehan dan Jessica.
__ADS_1
Jessica melotot kearah Alex, "ngapain lu ikut kemari!" Bentak Jessica merasa tidak suka dengan kehadiran Alex.
Alex hanya mencebik,,, dan nampak tidak peduli.
"Biarin aja,,, anggap dia tidak ada," ucap Rehan pelan seraya melirik kearah Asisten Pribadinya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Untuk beberapa saat semua terdiam,,,
"Sayang,,, aku punya kabar baik untukmu," ucap Jessica dengan sangat lembut.
"Oh ya,, kabar apa?" Tanya Rehan ingin tahu.
"Dua bulan lagi kontrak gue dengan stasiun TV di New York akan berakhir, dan gue sudah memutuskan untuk berhenti dari dunia keartisan dan juga modelling," ucap Jessica antusias. "Gak apa-apa gue korbankan karir dan impian masa kecil gue, ini semua demi tambang emas gue," gumam nya dalam hati.
"Really?" Rehan seakan tak percaya.
"Benar sayang, dan gue mau kita segera menikah,,, gue janji akan jadi ibu yang baik untuk Kevin dan anak-anak kita kelak," ucap Jessica dengan percaya diri.
"Kamu benar-benar sudah yakin dengan keputusan itu?" Selidik Rehan masih tak percaya. "Bukankah menjadi model dan aktris internasional adalah impian kamu sejak kecil?"
"Aku yakin sekali sayang,,, bahkan aku sudah memikirkannya jauh-jauh hari," jawab Jessica serius.
"Wow,,, aku benar-benar speechless Jessy," ucap Rehan dengan mata berbinar.
"Tapi menjadi ibu itu tidak mudah Jessy, apalagi menjadi ibu dari anak yang lahir bukan dari rahim sendiri dan tidak ada hubungan darah diantara kalian,,, apa kamu sanggup menghadapi kenakalan Kevin?" Tanya Rehan penuh selidik. "Bisakah kamu menyayangi nya dan mengurus Kevin dengan tulus dan penuh kasih?"
Sejenak Jessica terdiam,,, "kan ada baby sitter yang mengasuh Kevin," jawab Jessica datar.
"Iya kamu benar, tapi baby sitter itu hanya membantu... dan tanggung jawab untuk pengasuhan anak itu sepenuhnya adalah tanggung jawab orang tua," sejenak Rehan terdiam, "aku mungkin akan sibuk mencari nafkah, jadi sebagai istri kamu lah yang nantinya akan menemani Kevin dan anak-anak kita seharian penuh," sambil melirik Jessica mencari jawab dari kesungguhan ucapan gadis itu.
"Belum lagi kalau nanti kamu diberikan amanah sendiri, perutmu akan membuncit karena kehamilan dan berat badanmu akan bertambah,,, kamu akan menjadi gendut Jessy, apa kamu sudah siap dengan semua perubahan postur tubuhmu nanti? Dan ketika bayimu sudah lahir, kamu juga harus memberikannya ASI eksklusif... tidakkah kamu merasa sayang dengan perubahan bentuk payu**** yang akan mengendur?" Rehan masih mencoba memancing reaksi Jessica dengan segala pengorbanan yang harus dia jalani ketika memilih menjadi istrinya.
"Sayang,,, kamu kan banyak uang, dengan tekhnologi modern aku bisa dengan mudah mengembalikan bentuk tubuhku seperti yang aku mau bukan?" Ucap Jessica meyakinkan.
Gimana kalau tiba-tiba aku jatuh bangkrut, dan aku tidak memiliki uang untukmu bisa menjalani perawatan tubuh yang mahal, ,, apa kamu masih mau?" Rehan bertanya dengan tatapan serius kearah Jessica.
"Enggak mungkin sayang, aku tahu seberapa kuat RPA Group dan seberapa banyak hartamu,,, bahkan sampai tujuh turunan juga gak bakalan habis bukan?" Ucap Jessica seraya tersenyum puas.
"Jessy,,, harta yang ada padaku saat ini, itu hanyalah titipan," ucap Rehan penuh penekanan. "Jika Sang Pemilik menginginkannya, Dia bisa mengambil kapan saja tanpa bisa kita tolak... jadi apakah kamu sudah siap jika aku menjadi miskin?" Tanya Rehan dengan kedua alis bertaut.
__ADS_1
"Sudahlah sayang,,, gak perlu bicara yang tidak-tidak," tukas Jessica malas. "Aku yakin kamu gak akan jadi miskin, dan aku berani ninggalin karirku di dunia modeling karena aku tahu kamu adalah tambang emas ku," ucapnya meyakinkan.
"Jadi menurutmu aku tambang emas?" Rehan mengernyit, "dan itu artinya ketika tambang itu sudah kehabisan emas nya, kamu akan pergi dan pindah ke tambang lain?" Tanya Rehan menuntut jawaban.
"Bukan seperti itu sayang,,, ah sudahlah, muter-muter ngomong sama kamu," ucap Jessica cemberut. "Aku serius dengan keputusanku dan aku janji akan jadi istri yang baik untukmu," lanjutnya dengan tatapan penuh permohonan.
Rehan terkekeh melihat sikap Jessica,,, "oke,, oke,, sekarang apa mau kamu?" Tanya Rehan pelan.
"Bos,,," terdengar Alex memanggil Bosnya, dan menatap Rehan dengan tatapan menuntut penjelasan.
Rehan hanya menanggapinya dengan mengibaskan tangan kanannya,,
"Jadi, kapan kita akan tunangan?" Tanya Jessica dengan suara manjanya.
"Memang nya kapan kamu siap aku pinang?" Rehan bertanya balik pada Jessica.
"Secepatnya sayang,,," jawab Jessica antusias, "Aku mau, pesta pertunangan kita nanti digelar secara meriah,,, dan diliput oleh semua media," ucap Jessica penuh semangat seraya membayangkan kemewahan pesta nya nanti, "kamu setuju kan sayang?" Rajuk nya dengan manja.
Sedangkan di tempat duduk nya, terlihat Alex tengah menerima panggilan telfon dari seseorang,,,
\_\_Melawan kekerasan harus dengan kelembutan, dan menyadarkan orang yang salah harus dengan cara yang bijak\_\_ (Rehan)
\*\*\*\*\*
...Allah maha lembut,,, dan menyukai kelembutan, maka lembut kan hatimu dengan belajar menyayangi dan mencintai sesama makhluk Nya, agar kedamaian tercipta di muka bumi ini......
...❤ ❤❤...
\*\*\*\*\*
__ADS_1
Dan karena kelembutan hati Rehan,,, akankah dia luluh dengan Jessica???