Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Ghibah di Tengah Pesta


__ADS_3

Seusai menjalankan sholat maghrib, Nabila ditangani oleh MUA terkenal ibukota. Dengan sangat terampil, jemari lentik sang MUA menari-nari dan melukis wajah ayu Nabila dengan sapuan make up mahal koleksi pribadi sang pengantin.


Tak butuh waktu lama, sang MUA telah berhasil merubah nyonya Rehan Putra Alamsyah CEO dari RPA Group, menjelma menjadi bidadari yang sangat cantik.


Ibu Lin dan mama Sekar yang terus mendampingi putri dan menantu kesayangan nya itu tak henti berdecak kagum. "Kamu cantik sekali nak,," puji mama Sekar dengan tulus.


Mama Sekar sendiri, malam ini juga tampil sangat memukau. Memakai kebaya modern koleksi dari butik Putri Alamsyah milik Fatima, dipadukan dengan hijab warna senada menambah kesan anggun wanita yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang sudah lebih dari setengah abad itu.


Sedangkan ibu Lin yang memakai kebaya senada dengan milik besan nya, nampak menitikkan air mata. Ibu Lin merasa sangat bahagia, melihat kebahagiaan putri sulung nya.


Setelah selesai di rias, sang MUA membantu Nabila berganti pakaian.


Ceklek,, terdengar suara pintu dibuka dari luar, nampak sosok Rehan yang selalu terlihat gagah di setiap penampilan nya itu, muncul dari balik pintu.


"Sudah siap sayang?" Tanya Rehan pada sang istri dan menatap istri nya dengan penuh takjub.


"Nak,, kami keluar dulu ya, kami akan tunggu kalian di luar," ucap mama Sekar kepada menantu nya sambil menarik pelan tangan ibu Lin dan sang MUA, sengaja memberikan ruang kepada putra nya yang nampak terpesona pada kekasih halal nya itu.


Nabila mengangguk dan melempar senyum hangat kepada ibu dan juga mertua nya sebelum mereka keluar dari kamar.


Sedangkan Rehan sama sekali tak menyadari keadaan sekeliling nya, karena perhatian nya terfokus hanya pada satu sosok cantik yang berdiri tepat di hadapan nya.


Nabila tampil sangat cantik dan anggun dalam balutan gaun pengantin berwarna gold yang bertabur kristal swarovski, hasil kolaborasi desainer handal di butik Putri Alamsyah, Nina dan Tiwi. Gaun tersebut melekat dengan sempurna, di tubuh indah sang pengantin.


Mengenakan hijab simpel warna senada dengan gaun nya dan menggunakan mahkota di atas kepala, Nabila benar-benar terlihat sangat cantik bak putri raja dalam negeri dongeng.


"Bang,, abang,, hai.. kok malah bengong?" Tanya Nabila seraya mengibaskan tangan nya di depan wajah sang suami.


Rehan tergagap,, dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Billa sudah siap bang,, ayo,," ajak Nabila seraya menggandeng lengan sang suami.


"Tunggu yang,," Rehan masih betah berdiri di depan cermin, dan menatap pantulan wajah sang istri yang berada di cermin. "Rasa nya abang enggak rela mengajak kamu keluar," ucap nya dengan malas.


Nabila mengernyit,,

__ADS_1


"Kamu pasti akan jadi pusat perhatian yang,, abang enggak rela sayang,," ucap Rehan dengan wajah putus asa.


"Ya udah, Billa enggak usah keluar juga enggak apa-apa. Toh bukan Billa yang minta acara resepsi ini kan? Bagi Billa, menikah dengan restu dari semua keluarga sudah cukup," ucap Nabila santai.


Rehan menatap intens netra bening sang istri dari pantulan cermin.


"Abang pikir, Billa rela.. suami tampan Billa ini jadi konsumsi publik? Yang ketampanan nya dikagumi oleh wanita-wanita di luar sana? Enggak bang,,, Billa juga enggak rela, jika milik Billa disukai oleh wanita lain?!" Ucap Nabila penuh penekanan sambil menatap netra kebiruan milik suami tampan nya.


Ya, malam ini Rehan nampak semakin gagah dan tampan dengan balutan tuxedo yang mewah warna senada dengan gaun yang dikenakan sang istri.


"Jadi biar adil, kita berdua sama-sama enggak usah keluar,, oke? Dan mari kita lanjut kan kembali kegiatan tadi sore,,," bisik Nabila di telinga sang suami seraya tersenyum menggoda pada suami bucin nya.


Rehan segera menoleh kearah sang istri dan mulai mendekatkan wajah nya, sedangkan tangan nya langsung memeluk mesra pinggang sang istri.


Wajah Rehan terus mendekat... sedangkan Nabila, nampak pasrah saja.


Tok,, tok,, tok,, terdengar suara pintu diketuk seseorang.


Nabila segera mendorong pelan tubuh kekar suami nya, "buka dulu pintu nya, siapa tahu penting.." lirih Nabila.


"Ck,, ganggu aja," gumam Rehan dengan kesal, sambil berjalan menuju pintu.


"Ada apa? Katakan!" Titah Rehan masih dengan wajah yang ditekuk.


"Sebagian besar tamu undangan sudah hadir bos, mereka nanyain keberadaan lu? Lu mau keluar atau mau ngamar?" Tanya Alex yang tak habis mengerti dengan sikap bos nya, "tadi siang juga udah ngamar sampai sore, masih mau ngamar lagi,,," gerutu Alex yang masih bisa di dengar oleh Rehan.


"Lu belum pernah ngerasain,, gue jamin, jika lu udah nikah nanti pasti lu enggak akan pernah rela ninggalin kamar!" Rehan menyumpahi sahabat sekaligus Asisten Pribadi nya itu.


Alex hanya mengedikkan bahu, "buruan turun!" Ucap Alex ketus seraya melenggang meninggalkan atasan sekaligus sahabat baik nya yang masih betah berdiri mematung di depan pintu.


Nabila menghampiri sang suami, "ada apa bang?"


"Kita ke sana yang, sudah di tungguin," ucap Rehan menatap istri nya, sedetik kemudian Rehan menutup pintu kamar dan menggandeng mesra sang istri menuju tempat acara berlangsung.


Dan disinilah kini Rehan dan Nabila berada, di tengah-tengah ratusan tamu undangan yang hadir untuk memberikan ucapan selamat dan mengirimkan do'a-do'a tulus untuk kebahagiaan rumah tangga mereka berdua.

__ADS_1


Mereka berdiri di atas pelaminan yang megah, dengan dekorasi yang sangat indah. Rehan terlihat tampan seperti pangeran berkuda putih dalam negeri dongeng, tamu undangan khusus nya wanita-wanita singgel memandang takjub bos RPA Group tersebut dan merasa iri pada wanita yang berdiri dengan anggun di samping sang pangeran.


Dari kejauhan, nampak seorang wanita seksi bersama seorang teman baru saja memasuki ballroom hotel tempat berlangsung nya acara. Selly memakai gaun dengan belahan tinggi mempertontonkan paha nya yang mulus dan belahan dada nya sangat rendah hingga menampakkan gundukan kembar milik nya.


Netra nya menatap tak suka pada pengantin wanita yang terlihat mempesona bak putri raja yang berdiri di pelaminan, "lihatlah pengantin wanita nya,, sangat biasa bukan? Beruntung banget ya dia, gadis sederhana dari kampung seperti dia dipersunting pangeran dari keluarga Alamsyah?" Ucap Selly sengaja dikeraskan suara nya agar di dengar oleh tamu-tamu terhormat yang lain.


Nampak sebagian tamu yang mendengar cuek, namun sebagian yang lain penasaran dan mulai mengorek cerita dari gadis menor tersebut. "Benarkah nyonya Rehan dari kampung?" Tanya seorang wanita dewasa yang nampak berkelas penasaran.


"Benar nyonya, bahkan dia pernah dipecat dari pekerjaan nya di perusahaan kecil karena menggoda bos nya." Jawab Selly meyakinkan.


"Maksud anda, nyonya Rehan hanya buruh perusahaan kecil?!" Tanya wanita lain yang kebetulan juga mendengar pembicaraan Selly.


"Benar, dia buruh yang tinggal di kontrakan kecil. Entah cara licik apa yang dia gunakan, sampai-sampai tuan muda Alamsyah mau menjadikan nya sebagai istri," Selly mulai menyebarkan fitnah dan menjatuhkan harga diri pengantin wanita, yang bahkan tak menyadari bahwa dirinya kini mulai jadi bahan gunjingan sebagian tamu undangan.


"Dengar-dengar dia dekat sekali dengan putra kecil tuan muda," ucap salah seorang tamu yang ikut bergabung dalam ghibah di tengah pesta tersebut.


"Oh,, pantesan tuan muda mau sama gadis udik seperti dia? Tuan muda kan sayang banget sama putra nya, bisa jadi dia tahu kelemahan tuan muda dan kemudian mengambil hati putra nya terlebih dahulu?!" Timpal yang lain nya ikut menjelekkan Nabila.


Kasak kusuk tentang Nabila terus menyebar, hingga membuat sebagian besar tamu undangan ikut membicarakan keburukan nya.


Mereka yang tadinya terpukau dan memandang takjub pada pengantin wanita, kini mulai tak lagi bersimpati dan beralih menjadi tatapan penuh kebencian.


Nisa yang sempat mendengar kasak kusuk tersebut, dibuat meradang.. dengan segera dia menelpon calon suami nya yang tengah sibuk menyapa beberapa tamu undangan dari negara tetangga, dan menceritakan semua yang dia dengar.


Alex segera menghampiri Nisa yang tengah duduk bersama keluarga besar nya, "dik, jangan khawatir.. ini hanya kekacauan kecil dan akan segera mas bereskan," ucap nya lirih di dekat telinga Nisa.




Kisah mbak Billa dan bang Rehan, di otak ku selangkah menuju ending,, 😄😄



Gimana menurut kalian? Aku tunggu komen nya...☺🙏

__ADS_1



Makasih atas dukungan luar biasa dari kalian semua 😍😘😘


__ADS_2