
Sudah beberapa hari ini Rehan merasa kan mual yang luar biasa jika mencium aroma bunga-bungaan, meskipun perut nya mual dan bergejolak namun tak sedikitpun isi di dalam perut nya dapat dikeluarkan.
Hal itu sungguh membuat dirinya sangat tersiksa, tapi aneh nya rasa mual itu akan segera hilang begitu dia menyentuh istri nya. Benar-benar si baby yang masih bersembunyi dalam perut mommy Billa, nampak sayang banget dan memihak daddy nya.
Kejadian seperti itu membuat Nabila geleng-geleng kepala, bagaimana tidak,,, bahkan di tengah rapat ketika ada salah satu peserta rapat yang memakai perfume dengan aroma bunga, rasa mual yang menyiksa itu langsung saja hadir tanpa dapat di tolak hingga Rehan akan langsung meluncur pulang dan mencari sosok sang istri. Dan begitu berada dalam pelukan istri nya, perlahan rasa mual itu akan segera hilang.
Dan hal tersebut membuat Asisten Alex, menyuruh kepala OB untuk mengganti semua wewangian di ruangan dan tempat-tempat yang biasa dilewati dan dikunjungi bos RPA Group dengan aroma yang lain.
Asisten Alex juga menginstruksikan kepada semua karyawan nya, agar tidak memakai wewangian yang beraroma bunga jika ke kantor. Karena dia tidak mau terus-terusan di repot kan dengan kepulangan Rehan yang tiba-tiba dan meninggalkan banyak pekerjaan untuk nya.
Dan siang ini, Rehan kembali merasa kan mual dan perut nya serasa bergejolak tatkala dia sedang menemani istri dan putra kecil nya di apartemen Fatima.
Ya, keluarga pak Ilyas tengah bersiap untuk ke Yogya, hendak menghadiri wisuda nya Nisa esok hari. Dan Nabila yang tak bisa ikut karena kondisi sang suami seperti itu, bermaksud membantu ibu dan adik-adik nya mempersiapkan segala sesuatu yang hendak di bawa.
Namun, Nisa yang baru datang bersama Alex ternyata membawa buket bunga pemberian dari Nina dan Tiwi sebagai ucapan selamat atas di wisuda nya dirinya esok.
"Yang,, perut abang mual," ucap Rehan lirih seraya memegangi perut nya, sedangkan wajah putih nya nampak sangat pucat.
"Abang,, kenapa tiba-tiba mual?" Tanya Nabila panik melihat wajah suami nya yang tiba-tiba saja pucat, dan tak menyadari kedatangan Nisa yang membawa bunga.
Ibu Lin yang melihat pun ikut panik, "Nisa,, kenapa kamu bawa-bawa bunga segala nduk?" Protes ibu Lin yang melihat putri kedua nya membawa buket bunga.
"Nisa kan enggak tahu kalau bang Rehan ada di sini bu,," balas Nisa yang nampak merasa bersalah, dan langsung membawa bunga nya naik ke atas menuju kamar nya.
Ya, mereka semua telah mengetahui bahwa akhir-akhir ini, Rehan sangat sensitif dengan aroma bunga.
"Udah, sana cepetan kalian pulang dan biar Kevin gue yang urus," titah Alex pada sahabat nya dan melirik kearah Nabila.
"Daddy perut nya sakit lagi ya om?" Tanya Kevin yang baru saja turun bersama Ilham.
"Iya nak, Kevin main di sini dulu ya sama nenek dan om Ilham. Biar mommy nya Kevin ngobatin daddy dulu,," bujuk ibu Lin pada cucu nya.
Kevin mengangguk, "tapi Kevin mau bicara dulu sama daddy dan mommy, boleh?" Pinta nya dengan memainkan netra birunya yang nampak lucu.
__ADS_1
"Apa nak?" Tanya Nabila yang telah berdiri sambil memapah tubuh besar suami nya.
"Kita nanti sore ikut pergi ke Yogya ya?" Pinta nya memohon.
"Tapi nak,,,"
"Nak, kita bahas nanti lagi ya?" Pinta Rehan memotong pembicaraan Nabila, karena sudah tak tahan dengan gejolak di dalam perut nya.
Kembali Kevin mengangguk, dan kemudian Nabila segera membawa sang suami pulang ke apartemen nya.
Sesampainya di kamar utama milik mereka berdua, Nabila membiarkan suami nya merajai dirinya. Di atas pembaringan, Rehan tak henti menciumi ceruk sang istri dan mengendus aroma tubuh istri nya yang bisa membuat nya merasa nyaman.
Dan setelah beberapa saat menciumi aroma wangi tubuh sang istri dan gejolak di dalam perut nya mereda, ciuman Rehan berubah menjadi kecupan kecupan kecil yang menuntut.
"Abang,, jangan lakuin itu dulu, kita harus segera kembali ketempat ibu. Kasihan putra kita jika lama menunggu?!" Tolak Nabila dengan halus.
"Bentar aja yang,,," ucap Rehan dengan suara menahan hasrat.
"Yang,, investor ingin menjenguk si baby yang.. lihatlah," pinta Rehan merajuk, sambil menuntun tangan sang istri untuk menyentuh milik nya.
"Hah,,," Nabila mendesah pelan, "selalu saja berakhir begini," balas nya sambil mengerucutkan bibir, yang langsung disambar oleh sang suami dan di bawa nya terbang ke awang-awang.
*****
Setelah beberapa lama bergelut dan berakhir dengan kenikmatan dan ******* yang panjang, kini kedua nya sudah kembali berada di apartemen Fatima.
"Daddy udah sembuh? Diapain sama mommy? Boleh dong, Kevin diajarin cara ngobatin daddy? Jadi, kalau daddy sakit perut lagi dan mommy lagi pergi... Kevin bisa bantuin ngobatin sakit perut nya daddy?" Tanya bocah itu dengan polos.
Rehan dan Nabila saling pandang, sementara Nisa dan Alex tertawa cekikikan.
"Cara nya gimana mommy?" Kevin kembali bertanya setelah cukup lama menunggu tapi tak ads jawaban.
"Nak, beneran Kevin mau ikut ke Yogya?" Tanya Rehan mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Abang,, kok nanyanya gitu? Abang yakin mau ikut?" Protes Nabila.
"Mau gimana lagi yang? Anak nya udah merajuk gitu?" Jawab Rehan lirih, yang merasa tak tega menolak permintaan putra nya.
"Mau,, mau,, kita berempat ikut ya dad, biar seru!" Balas Kevin dengan antusias.
"Berempat? Kevin mau ajak bi Ani juga?" Tanya Alex.
"Bukan om,, berempat itu, Kevin, daddy, mommy sama si baby," jawab Kevin dengan riang.
Dan mereka pun kemudian bersiap untuk segera terbang menuju kota pelajar dengan pesawat pribadi milik bos RPA Group.
*****
Mereka menginap di hotel berbintang yang dekat dengan kawasan Malioboro sesuai request dari Ilham dan Kevin, Alex juga sudah reservasi kamar khusus dengan aroma terapy yang menenangkan untuk Rehan dan Nabila sesuai permintaan sahabat nya itu.
Sesaat setelah mereka melepas penat, Ilham yang berada satu kamar dengan Kevin dan Alex, membujuk Kevin agar merengek meminta diajak jalan-jalan ke Malioboro.
Akhir nya Alex dan Nisa mengalah, dan menuruti permintaan bocah yang selalu menggemaskan itu. Dalam hati Ilham bersorak, "enggak sia-sia tadi aku bujuk Kevin untuk ikut."
Alex mengetuk pintu kamar Rehan, setelah cukup lama menunggu... daddy tampan itu muncul dari balik pintu hanya dengan mengenakan celana pendek dan kaos singlet dan rambut yang acak-acakan. "Habis ngapain lu Rey? Bergelut? Rambut sampai acak-acakan gitu!" Goda Alex sambil tertawa, yang sebenar nya sudah tahu apa yang dilakukan sahabat nya itu di dalam.
"Langsung saja, ada apa?" Tanya Rehan ketus.
"Gue mau ajak Kevin jalan-jalan, kalian ikut enggak?" Tanya Alex yang sudah tahu pasti jawaban Rehan.
Rehan menggeleng, "gue enggak mau ambil resiko, kalau nanti mencium aroma bunga. Lagian Nabila juga enggak boleh terlalu capek, kandungan nya masih rentan," tolak Rehan dengan halus.
"Bukan nya lu suka ya kalau nyium aroma bunga? Obat mual nya kan istimewa?"
"Ck,,," Rehan berdecak, "dah sana, buruan pergi," usir Rehan dengan tak sabar.
Alex mencebik, "oke,, selamat menikmati baby moon tuan muda," ucap nya formil dan segera berlalu dari hadapan atasan nya itu.
__ADS_1