Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Sahabat Mempelai Wanita


__ADS_3

"Billa pernah ketemu sama Devan, tapi apa iya orang yang sama?" Nabila menatap sang suami dengan ragu, "apa sahabat kalian yang mau nikahan bernama Devan? Sahabat Billa yang nanti malam nikahan itu suaminya bernama Devan, Billa bertemu mereka di butik kak Fatima saat mereka ngambil baju pengantin," Nabila menjelaskan pertemuan nya dengan orang yang bernama Devan.


"Siapa nama calon istri nya mbak?" Tanya Alex penasaran.


"Lusi Damayanti,,, dia sahabat mbak Billa waktu masih kerja di perusahaan garmen milik pak Yuda, Lusi di bagian resepsionis," jawab Nabila panjang lebar.


Begitulah akhirnya Alex memanggil Nabila seperti tunangan nya yang memanggil sang kakak dengan sebutan mbak Billa dan Nabila pun membiasakan diri nya dengan sebutan itu.


"Enggak salah lagi, orang nya sama. Jadi calon mempelai si kutu ku**** itu sahabat nya mbak Billa," ucap Alex menyimpulkan.


"Jadi, sahabat kalian yang di sebut kutu ku**** itu bang Devano Permana?" Tanya Nabila sambil menatap sang suami, Alvian dan Alex bergantian.


"Ya yang, kamu benar," Rehan mengangguk membenarkan.


"Ih,, kok pada jahat banget sih, sama sahabat sendiri manggilnya enggak enak gitu?" Protes Nabila.


"Orang nya nyebelin bin ngeselin dik,,, dan dia enjoy aja kok kita panggil seperti itu," Alvian membela diri. "Oh ya dik, sahabat kamu itu orang nya kayak gimana?" Tanya Alvian penasaran.


"Maksud om?" Nabila mengernyit...


Nabila sekarang memanggil Alvian dengan sebutan om sesuai permintaan Alvian sendiri. Sedangkan Rehan tetap dia minta untuk memanggil diri nya bang, biar tetap enak di dengar karena sudah merasa nyaman dengan panggilan tersebut.


"Secara si Devan itu kan orang nya pemilih,, harus yang cantik, tajir, famous,,," ucap Alvian menggambarkan kriteria sahabat nya.

__ADS_1


"Kalau untuk kriteria istri, si Devan pernah bilang,, yang penting baik dan keibuan," tukas Rehan.


"Lusi cantik kok, dia juga baik dan orang nya humble. Dulu kami selalu bersama, dan setiap pulang kerja kalau dia enggak di jemput pacar nya, Lusi selalu nganter Billa sampai tempat kos," jawab Nabila menjelaskan sosok sahabat yang sering membantu nya itu.


Alvian, Alex dan Rehan mengangguk-angguk.


Persahabatan mereka berempat memang sangat dekat, bahkan dengan keluarga sahabat masing-masing mereka juga dekat. Namun untuk urusan asmara, mereka jarang membicarakan nya. Mereka sepakat untuk menjalani kehidupan pribadi masing-masing, hanya sesekali saja jika tanpa sengaja salah satu diantara mereka ada yang kepergok sedang jalan bareng dengan wanita, ataupun saat sedang ngumpul salah satu ada yang menerima panggilan dari sang pacar, barulah mereka cerita.


Seperti Asisten Alex yang sering kepergok jalan dengan wanita, dan selalu berganti orang setiap kali bertemu,, entah itu dengan Rehan, Alvian ataupun Devan, sehingga sahabat-sahabat nya itu menjuluki dia sebagai pemain wanita. Pasal nya Alex memang enggak pernah serius menjalin hubungan, paling lama hanya bertahan tiga bulan. Dan aneh nya wanita-wanita yang diputusin pun tak ada yang sakit hati ataupun menuntut nya, karena dari awal Alex selalu mengatakan jika hubungan yang mereka jalani itu adalah penjajakan,,, so, jika cocok lanjut, kalau tidak cocok ya bubar.


Berbeda dengan Devan, yang sering banget menerima panggilan telpon bahkan tak jarang video call dari pacar-pacar nya jika mereka sedang berkumpul. Dan Devan dengan bangganya memamerkan cewek nya yang cantik dan tajir, putri dari pengusaha terkenal. Dan di lain kesempatan dia akan memamerkan gadis nya yang baru, gadis imut dan manja putri pejabat penting di negeri ini.


Begitulah kehidupan pribadi Alex Dan Devan yang suka bermain wanita, namun mereka mengakui tetap menjaga etika dan memegang teguh budaya timur dalam berpacaran.


Alvian yang merasa paling dewasa diantara ketiga sahabat nya, cenderung diam dan hampir tak pernah membicarakan tentang wanita. Dia tipe orang yang serius dalam menjalin kedekatan dengan lawan jenis, dan akan setia dengan pilihan hatinya.


Jadi tak heran, jika Alvian ataupun Devan sampai tidak mengetahui jika Rehan telah menikah secara diam-diam dan Alex juga sudah bertunangan. Apalagi hubungan Rehan dan Nabila memang sangat singkat,, dari awal pertemuan hingga akhir nya memutuskan untuk menikah, hanya sekitar dua bulan.


Bukan hendak menyembunyikan dari sahabat-sahabat nya, tapi Rehan akan memberi tahukan jika hari H resepsi pernikahan nya sudah dekat. Namun kenyataan berkata lain, sahabat nya Alvian ternyata adalah om dari istri nya, sedangkan calon istri Devan adalah sahabat Nabila.


Setelah lama mengobrol, mereka berenam kemudian membubarkan diri menuju tempat masing-masing. Susan mengekor Nisa menuju kamar tunangan Alex itu, dan Alvian menuju kamar Ilham. Sedangkan Rehan dan Nabila kembali ke apartemen milik nya, begitu juga dengan Alex,,, mereka segera bersiap untuk menuju hotel XX tempat resepsi pernikahan sahabat mereka akan berlangsung.


*****

__ADS_1


Bakda sholat ashar, mereka berenam menuju hotel XX di daerah Jakarta Barat. Mereka mengendarai mobil sendiri-sendiri bersama pasangan masing-masing, pasal nya Rehan dan Nabila akan menginap, sedangkan arah pulang Alvian dan Susan, Alex dan Nisa berbeda.


Mereka tiba di hotel tepat pukul empat sore, dan langsung menuju ball room dimana Devan telah menunggu kehadiran mereka.


"Tuh, si Devan,,," Alex menunjuk sosok pria tampan dengan stelan T-shirt dan celana jeans pendek, tengah duduk santai di salah satu sofa singgel yang berjajar di sudut ball room tempat resepsi nanti malam akan di gelar.


Kesibukan dari para pegawai WO masih nampak terlihat, meski hanya untuk finishing dan memastikan bahwa persiapan pesta untuk nanti malam benar-benar sudah final dan perfek.


"Apa kabar bro,,," sapa Alvian yang mendahului berjalan mendekati Devan.


"Thanks sudah bersedia hadir sebelum acara di mulai," ucap Devan sambil memeluk sahabat nya. "Wow,, bawa calon istri rupanya," ucap nya ramah pada Susan setelah melerai pelukan nya dengan Alvian, dan kemudian menyalami Susan. "Silahkan duduk," lanjut nya mempersilahkan kedua nya untuk duduk di sofa yang telah tersedia.


Sedetik kemudian, tatapan nya terpaku pada kedua sahabat nya yang datang bersama pasangan masing-masing. Alex yang dengan romantis menggandeng tangan sang tunangan, sedangkan Rehan seperti biasa yang selalu posesif memeluk pinggang sang istri. "Apa kabar bro?" Ucap Rehan dan Alex bersamaan seraya tersenyum seringai.


Bukan nya menjawab sapaan kedua sahabat nya, Devan justru terdiam,,, netra nya fokus tertuju pada sosok gadis manis nan anggun yang berada dalam pelukan Rehan. "Kamu, Nabila kan? Sahabat nya Lusi? Bagaimana bisa kalian berdua..." Devan menghentikan ucapan nya, dia bingung dengan apa yang dilihat nya saat ini.


Sosok Rehan, sahabat yang dikenal nya itu tak pernah dekat dengan gadis mana pun. Melihat gadis-gadis yang sering kali menginginkan diri nya pun Rehan malas, tapi apa yang dilihat nya saat ini sungguh sangat berbeda,,, Rehan dengan sangat posesif dan begitu mesra merangkul seorang gadis dalam pelukan nya.


Dan gadis itu,, Devan ingat betul. Ya, Nabila adalah sahabat dari mempelai wanita nya yang sempat ditemuinya di butik kakak nya Rehan. Dan menurut cerita Lusi, gadis itu sudah memiliki tunangan di kota nya. Namun sekarang, apa yang dilihat nya benar-benar membuat Devan sangat terkejut...


"Kejutan apa yang akan anda katakan pada saya tuan muda Alamsyah? Tuan Alexander Jeje?" Tanya Devan dengan sangat formil dan penuh selidik kepada kedua sahabat nya, ada semburat kekecewaan pada wajah tampan nya.


"Cool man,,, wajah lu yang sudah tampan itu jangan di tekuk, bentar lagi lu akad nikah, mau lu pas lagi akad wajah lu terlihat kucel kayak baju enggak di seterika?" Goda Rehan pada sahabat nya yang sedang dalam mode ngambek tersebut.

__ADS_1


"Sialan lu,,," gerutu Devan seraya terkekeh, dan lupa akan kemarahan nya pada kedua sahabat nya.


Mereka bertiga kemudian saling memeluk, "silahkan duduk dulu," Devan mempersilahkan sahabat-sahabat nya untuk duduk sesaat setelah saling melerai pelukan. "Gue telpon adik gue bentar untuk ambilkan minuman,, dan kalian berdua, hutang penjelasan sama gue!" Ucap nya menatap tajam kearah Rehan dan Alex bergantian,,, kemudian Devan segera melakukan panggilan ke nomor sang adik.


__ADS_2