Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
END : Semua nya Happy


__ADS_3

Kedua keluarga besar kini tengah berkumpul di Lounge yang terdapat dilantai teratas bangunan hotel tersebut, mereka menikmati kebersamaan dengan minum kopi hangat dan camilan ringan.


Obrolan ringan disertai canda tawa dari para anak muda, membuat rasa lelah yang mendera para orang tua karena mengikuti prosesi panjang resepsi tadi pun lenyap begitu saja.


Papa Johan yang baru saja sehat dan papa Sultan yang masih terus menjalani terapi, nampak sangat sehat dan ikut larut dalam kebahagian tersebut.


Meskipun malam telah semakin larut, tapi anggota keluarga besar itu masih saja enjoy menikmati kebersamaan yang hangat itu. Hanya anak-anak dengan ditemani Ilham dan Vincent, yang sudah masuk kedalam kamar nya untuk beristirahat.


"Mas, tadi itu hukuman untuk si Selly apa enggak kelewatan ya?" Tanya Nisa pada Alex dengan tiba-tiba, hingga semua perhatian tertuju pada diri nya.


"Maksud nya gimana dik?" Alex mengernyit.


"Ya kan, dia dipecat di tempat keramaian seperti tadi dan pastinya berita tentang nya akan tersebar kan?" Jawab Nisa.


"Nduk, menurut cerita dari mbak mu.. dia itu dulu telah memfitnah mbak Billa hingga mbak mu itu di pecat dari perusahaan nya, dan saat itu mbak mu sudah memaafkan nya bukan?"


"Dan tadi waktu di pesta, dia kembali menyebarkan fitnah kepada mbak mu.. dan kamu juga bisa mendengar sendiri tho, orang-orang mulai terpancing dan ikut-ikutan menjelekkan mbak mu, padahal mereka tak saling mengenal?!"


"Itulah dahsyat nya efek dari fitnah nduk, fitnah dapat membunuh karakter seseorang, dapat pula mematikan jalan rizqi seseorang, dan bahkan dampak dari fitnah itu bukan hanya dirasakan oleh korban tapi juga semua anggota keluarga nya."


"Itu sebab nya kenapa fitnah dikatakan sebagai tindakan yang lebih kejam dari pembunuhan, karena sejatinya fitnah itu membunuh dengan cara perlahan-lahan dan tentu nya hal itu lebih menyakitkan bukan?"


"Kenapa pula kemudian ada ungkapan, bahwa lidah lebih tajam daripada silet." Ucap pak Ilyas menjelaskan secara panjang lebar tentang fitnah dan akibat yang ditimbulkan nya kepada putri kedua nya itu. "Jadi apa yang di terima gadis tersebut tadi saat di pesta, memang lah sudah semestinya. Tujuan nya adalah untuk memberikan pelajaran berharga dan juga efek jera, agar dia tidak mengulangi perbuatan tercela itu," lanjut pak Ilyas.


Nampak yang lain mengangguk-angguk.


"Dan di era sekarang ini, dimana semua orang menggunakan ponsel pintar dan semua berita dapat di akses dengan cepat dan mudah,,, bukan hanya lidah saja yang tajam, tapi jempol pun bisa lebih tajam daripada pedang," timpal papa Sultan.

__ADS_1


"Oleh karena itu, untuk kalian semua anak-anak papa,,, bijaklah kalian dalam menyikapi semua berita yang beredar di sosial media, dan jangan biarkan jempol kalian menyakiti orang lain atau bahkan sampai membunuh karakter nya." Nasehat papa Sultan kepada semua nya.


Semua nya terdiam, merenungi setiap kata yang diucapkan pak Ilyas dan papa Sultan.


Dari kejauhan, nampak Nabila dan Rehan baru saja datang dan bergabung,,, setelah terlebih dahulu membersihkan diri dan berganti pakaian dikamar presidential suite tempat nya menginap.


"Lu masih di sini Dev?" Tanya Rehan melihat


Devan dan Lusi masih berada di sana.


"Nih anak pura-pura lupa! Gue sama Lusi kan udah resmi jadi bagian dari keluarga besar kalian? Lusi sekarang jadi kakak pertama Nabila, Nisa dan Ilham." Jawab Devan dengan santai, "so gue dan bini gue akan selalu terlibat di setiap acara keluarga kalian," lanjut nya percaya diri.


"Mau nya,, nebeng mulu!" Cibir Rehan pada sahabat nya.


"Benar Rey, sampai paviliun aja dia minta jatah juga kan?" Alex membenarkan ucapan Rehan.


"Tinggal finishing, dan minggu depan sudah siap di tempati. Gue sama kak Bintang juga sudah membicarakan nya, dan kami berencana untuk pindah ke sana minggu depan." Jawab Alvian menjelaskan progres dari hunian impian nya.


"Gue akan isi perabotan nya bang, biar Billa, mbak Susan dan dik Nisa yang belanja sesuai keinginan mereka," pinta Rehan.


"Bini gue diajak serta ya Bill?" Pinta Devan.


Nabila mengangguk, "jangan khawatir bang, kami kan sahabat dan kami akan selalu bersama-sama," balas Nabila tersenyum kearah Lusi.


"Oh ya,, lusa gue akan menjemput nenek dan bibi nya Susan, karena dua minggu lagi kami berencana untuk menikah," Ucap Alvian memberitahu kan pada semua.


"Kok tiba-tiba bang?" Protes Devan.

__ADS_1


"Enggak tiba-tiba,, sudah di persiapkan sejak dua minggu lalu, pihak WO juga sudah di hubungi kok!" Jawab Fatima mewakili Alvian.


"Yusuf dan Fatima yang menghandle semuanya Dev,,," Alvian menimpali.


"Berarti di hotel ini juga dong?" Tanya Devan.


Alvian menggeleng, "rencananya di hunian kita yang baru," jawab Alvian.


"Lu, enggak sekalian bareng aja Lex? Seru kan kalau ada dua pelaminan dalam satu pesta?!" Ucap Devan sambil membayangkan keseruan pesta.


"Ogah,, nanti lu ngasih kado nya separo-separo, separo gue, separo nya lagi bang Vian," jawab Alex asal, yang disambut gelak tawa oleh semua anggota keluarga.


Begitulah keseruan mereka jika sudah berkumpul, semua nya happy dan sudah menemukan kebahagiaan nya masing-masing.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ TAMAT πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Loh,, kok TAMAT sih? Alvian ma Alex kan belum nikah?


Tenang yah,, nanti aku buat cerita nya di ekstra part..☺☺


Aku ucapin terima kasih atas dukungan luar biasa yang telah kalian berikan pada "Ketulusan Cinta Nabila" πŸ˜πŸ€—πŸ€—


Tanpa kalian, cerita ini tak berarti apa-apa β˜ΊπŸ™


Lope You so much 😘😘


Sekarang, kita fokus di kisah Didi dan kak Angga, yang belum mampir... yuk intip di sini πŸ‘‡

__ADS_1



__ADS_2