
Di apartemen Rehan, terlihat bi Ani sedang membereskan mainan Kevin di kamar bocah kecil itu. Sedangkan bi Surti tengah bersiap untuk memasak hidangan makan malam untuk keluarga kecil tuan mudanya di dapur.
Nampak Rehan dan Nabila baru saja masuk tanpa Kevin bersama nya, karena bocah kecil menggemaskan itu lebih memilih untuk tetap tinggal bersama kakek nenek serta om ganteng nya.
Rehan yang sudah paham dengan kegiatan juru masak di apartemen nya di waktu menjelang sore seperti ini, langsung saja menuju dapur, "bi Surti," Rehan memanggil juru masak nya dari meja makan, "bibi sore ini enggak perlu masak untuk kami, nanti malam kami makan di tempat ibu. Jadi silahkan bibi bantu-bantu di sana saja," titah nya pada bi Surti.
Nabila yang mendengar keinginan suaminya tersenyum senang.
"Baik tuan muda," jawab bi Surti dengan patuh, dan langsung membereskan kembali semua bahan-bahan yang sudah sempat di keluarkan nya tadi kedalam almari penyimpanan.
"Bi Ani dimana?" Tanya Rehan.
"Di atas tuan, di kamar den Kevin," jawab bi Surti sambil menghentikan sejenak pekerjaan nya.
"Baiklah kami ke atas dulu," ucap Rehan dan langsung berlalu sambil menggandeng tangan sang istri menuju lantai dua.
"Abang kenapa jalan nya buru-buru?" Tanya Nabila yang kewalahan mengikuti langkah sang suami.
Rehan tersenyum dan menghentikan langkah nya di tengah tangga, "mau abang gendong?" Ucap nya dengan mengerling nakal.
Nabila cemberut, "abang apaan sih, malu tahu kalau dilihat bibi?" Protes nya merajuk.
"Berarti kalau enggak ada mereka boleh dong abang minta sesuatu?" Tanya Rehan dengan senyuman menggoda.
"Apa aja yang abang minta, Billa akan penuhi,,, asal jangan pernah meminta untuk menikah lagi!" Ucap Nabila dengan tegas.
Rehan tersenyum lebar, "tidak akan sayang,,, kamu lah segala nya buat abang, mau bukti?" Tanya Rehan masih dengan mengulum senyum.
"Bukti apa?" Nabila balik bertanya.
__ADS_1
"Bukti kalau cinta abang hanya untuk kamu seorang,,," ucap nya lembut di telinga sang istri dan kemudian meneruskan langkah nya kembali menuju kamar Kevin.
Hati Nabila menghangat, senyuman manis terbit di sudut bibir tipis nya.
Bi Surti yang masih berada di dapur, dan dapat melihat keromantisan kedua majikan nya pun turut berbahagia.
Rehan dan Nabila telah sampai di depan kamar Kevin yang terbuka lebar, dan bersamaan dengan bi Ani yang baru saja selesai merapikan pekerjaan nya hendak keluar dari kamar anak asuhannya. "Eh, tuan muda,,, sudah pulang?" Tanya bi Ani sopan.
"Iya bi," jawab Nabila mewakili sang suami.
"Maaf, nona Billa... apa den Kevin tidak bersama,,," bi Ani menghentikan sejenak ucapan nya.
"Kevin di tempat nenek nya," jawab Rehan cepat, "sebaik nya bibi susul saja ke sana, dan bawakan dia beberapa baju ganti. Kalau sudah selesai, tolong kunci kembali pintunya," titah nya pada pengasuh Kevin, dan segera berlalu menuju kamar nya dengan masih menggandeng mesra tangan sang istri.
"Bibi makasih ya,,," ucap Nabila seraya mengikuti langkah sang suami.
Bi Ani hanya tersenyum simpul menyaksikan pemandangan yang membahagiakan itu, "aku harus cepat mengambilkan baju den Kevin dan buru-buru keluar dari sini," lirih bi Ani pada dirinya sendiri.
Sedangkan Nabila segera menyiapkan baju koko untuk sang suami, dan kemudian dia menuju meja rias dan duduk di sana untuk melepaskan hijab nya sambil menunggu sang suami selesai berwudhu.
Tak berapa lama nampak Rehan sudah keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, dan hanya membalut tubuhnya dengan handuk yang dililitkan di pinggang. "Udah yang, buruan ya,,," pinta nya dengan lembut.
Nabila hanya mengangguk dan tersenyum sambil berjalan menuju kamar mandi untuk bersuci, sebentar kemudian Nabila sudah keluar dari kamar mandi dengan sudah berganti pakaian yang bersih. Dia kemudian segera mengenakan mukena nya, ketika melihat sang suami sudah rapi dengan pakaian sholat lengkap.
Mereka berdua menjalankan sholat ashar dengan berjamaah, dan keduanya nampak khusyuk menjalankan ibadah wajib empat rakaat itu.
Beberapa menit kemudian mereka berdua telah selesai dengan ritual ibadah nya dan seperti biasa, selesai berdo'a Nabila dengan takdzim mencium punggung tangan sang suami dan kemudian dengan penuh kasih Rehan mencium kening sang istri.
Rehan menatap dalam bola mata sang istri sesaat setelah mencium kening Nabila, dan sedetik kemudian merengkuh tubuh sang istri kedalam pelukan nya. "I love you sayang,,," ucap nya dengan penuh perasaan.
__ADS_1
"Hemm,,," respon Nabila yang merasakan kenyamanan berada dalam pelukan hangat sang suami.
Rehan memejamkan mata nya dan merasakan kehangatan tubuh sang istri yang berada dalam dekapan nya, dada mereka yang saling menempel serta irama degup jantung keduanya yang mulai tak beraturan dapat dirasakan dengan jelas oleh Rehan.
"Yang, kenapa kamu grogi dipeluk abang?" Tanya Rehan menggoda sang istri.
"Siapa yang grogi?!" Protes Nabila cemberut, dengan masih betah berlama-lama dalam pelukan sang suami.
Rehan melepaskan pelukan nya dan menjauhkan sedikit tubuh Nabila, "kalau enggak grogi, kenapa jantung mu berdebar kencang tadi," ucap Rehan tersenyum seringai, sambil memegang dada sang istri dan meremas nya lembut.
Nabila menggigit bibir bawah nya dan menelan saliva, tatkala tangan nakal sang suami terus saja meremas dua bulatan kenyal milik nya. Nabila mulai memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan lembut dari tangan suami tampan nya yang sudah mulai bergerilya kemana-mana.
Rehan yang sudah merasakan junior nya menegang sedari tadi semakin bersemangat, ketika melihat reaksi sang istri yang sangat menikmati permainan nakal nya. Dia mulai melepaskan mukena sang istri dan menaruh nya di atas sajadah, dan dengan buru-buru membopong tubuh ramping istri nya menuju sofa.
Dan berawal dari tangan nakal Rehan yang suka bergerilya, kini keduanya terlibat dalam pertempuran seru dan panas. Meski AC di ruangan itu sangat dingin, tapi ternyata tak mampu mendinginkan tubuh keduanya yang telah sama-sama terbakar bara asmara.
*****
Celoteh riang Kevin mewarnai sore di apartemen Fatima, dia baru saja selesai mandi dengan ditemani oleh pengasuh nya.
Nampak dia berlari-lari kecil menuju kamar om ganteng nya, di lantai dua. "Nak, hati-hati," seru bi Ani memperingatkan dengan lembut.
"Baik bibi," ucap Kevin menurut dan kemudian mulai menaiki anak tangga dengan pelan.
Nampak ibu Lin baru saja keluar dari kamar nya, "biar Kevin kami saja yang mengawasi, bibi silahkan kalau mau melanjutkan aktifitas yang lain," ucap ibu Lin dengan tersenyum ramah.
"Baik nyonya, kalau begitu saya permisi kembali ke apartemen kami," ucap bi Ani dengan sopan.
"Silahkan bi," jawab ibu Lin.
__ADS_1
Baru saja bi Ani melangkah keluar nampak Alex, Alvian dan seorang wanita paruh baya melangkah masuk.