Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Belah Duren


__ADS_3

"Ting,,," ada bunyi pesan masuk di ponsel Fatima, segera dia mengambil nya dari dalam tas dan membuka ponsel nya. "Kita harus segera berangkat ke bandara yah, tim dokter yang mengawal om Johan sudah bersiap,"


"Oke," ucap Yusuf segera beranjak menuntun sang istri.


"Kami pamit dulu ya semua,,," ucap Fatima pada adik dan sahabat-sahabat nya, "Dev, ajak istri lu liburan ke Singapura, gue siap memfasilitasi," lanjut Fatima menatap hangat pada Lusi.


"Siap Fa,,," jawab Devan dengan penuh semangat, sedangkan Lusi hanya tersenyum dan mengangguk.


"Sory ya, gue gak bisa nganter ke bandara," ucap Alvian penuh penyesalan.


"Tak mengapa bro, kalau kalian ikut mengawal justru akan mengundang kecurigaan orang-orang nya Sisca dan mama nya yang sudah ditugaskan untuk memata-matai om Johan." Ucap Yusuf, "lebih baik kalian tetap di sini, Devan lebih membutuhkan kehadiran kalian... kalau perlu, kawal dia sampai pagi biar enggak ada malam pertama," lanjut nya seraya tersenyum seringai.


"Ck,,," Devan berdecak kesal, "suami lu tuh Fa, ngeselin!" Ucap Devan pura-pura ngambek.


"Dah, pengantin gak boleh ngambek," ucap Fatima menyudahi drama Devan dan sang suami.


"Hati-hati kak, salam buat papa mama," ucap Rehan sembari memeluk sang kakak sekilas, dan kemudian berganti memeluk abang ipar nya.


Nabila pun melakukan hal yang sama, memeluk kakak ipar nya. Dan setelah melerai pelukan dengan Fatima, Nabila kemudian menyalami Yusuf.


Yusuf dan Fatima segera berlalu dari hadapan mereka, dengan diikuti Devan dan Lusi yang mengekor di belakang nya hendak mengantar sampai pintu keluar dan sekaligus untuk menemui beberapa tamu yang nampak baru hadir.


"Gue mau makan dulu ya,,, tadi belum jadi makan soalnya," pamit Rehan pada Alvian dan Alex seraya menggandeng tangan sang istri.


Baru saja selangkah, muncul seorang gadis memakai dress panjang dengan belahan tinggi sampai paha, dan bagian atas terbuka mengekspose belahan dada dan punggung nya. Make up nya sangat tebal, lengkap dengan warna lipstick yang merah merona. "Selamat malam tuan muda Alamsyah," sapa nya dengan suara yang mendayu, dan hendak mencium pipi suami Nabila.


Nabila yang sudah bersiap sejak pertama menyadari kehadiran gadis itu, dengan secepat kilat menutup wajah sang suami dengan hand bag di tangan nya. "Cup,,," alhasil, gadis itu mencium tas tangan Nabila yang menghalangi wajah tampan sang suami dari sentuhan bibir gadis penggoda.


"Segitu ingin nya kamu dengan tas tangan ku Selly, sampai kamu cium segala?" Ucap Nabila tanpa dosa.


Sedangkan Rehan dan Alex yang mengenali gadis itu, tersenyum puas dengan sikap tegas Nabila.


Mengetahui bahwa yang dicium nya ternyata adalah sebuah hand bag, wajah Selly menjadi merah padam, antara malu dan marah bercampur jadi satu. "Cih,, kalau cuma hand bag seperti itu, selusin juga gue mampu beli!" Ketus Selly yang tak terima diremehkan Nabila.


"Oh ya,,, kalau selusin, itu artinya kamu harus merogoh kocek sebesar dua Em lebih loh, yakin mampu?!" Cibir Nabila dengan sangat santai.

__ADS_1


"Ck,,," Selly berdecak kesal, "lagian tadi gue kan cuma ngucapin greating dan cipika cipiki seperti biasa dalam pergaulan, tapi lu yang baru jadi tunangan nya aja sudah over protektif!" Ucap nya masih dengan amarah.


"Bang Rehan suamiku, jadi wajar dong sebagai seorang istri aku menjaga milikku sendiri dari godaan pelakor yang terkutuk!" Ucap Nabila seraya tersenyum puas.


Selly nampak kaget, dan dia kemudian buru-buru pergi dengan menghentakkan langkah kaki nya.


Susan dan Nisa menggeleng-gelengkan kepala menyaksikan tingkah konyol gadis menor itu.


Alvian dan Alex tertawa puas, "ada ya, pelakor terang-terangan macam itu?" Ucap Alvian tak habis pikir.


"Banyak kak Al,, maka nya jadi seorang suami itu harus jaga iman, dan selalu pupuk rasa cinta hanya kepada istri," ucap Susan seraya melirik tajam sang kekasih.


Alvian hanya bisa tersenyum kecut, namun dalam hati berbisik, "gue enggak akan msngobral janji untuk setia, tapi gue akan membuktikan nya."


Rehan yang sedari tadi menyimak setiap perkataan sang istri, menjadi senyum-senyum sendiri.


"Abang mikirin apa? Kok senyum-senyum gitu? Jangan bilang abang suka di godain gadis lain? Atau, abang lagi ngebayangin dicium sama Selly ya?" Cecar Nabila melirik tajam sang suami.


"Enggak akan ada lagi yang berani godain abang, karena abang sudah punya body guard yang cantik seperti kamu yang,,," Ucap Rehan lirih di telinga sang istri, "dan mengenai ciuman, abang rasa tidak akan ada yang bisa mengalahkan kelihaian istri abang. Ah,,, abang jadi ingat betapa agresif nya istri manis abang ini saat di ranjang," goda Rehan pada sang istri.


Wajah Nabila langsung merona, "ish,, abang, kenapa bahas yang gituan?!" Ucap nya malu tapi mau.


"Cup,,," tiba-tiba Nabila mencium sekilas bibir sang suami, "ayo kita makan, Billa lapar," sambil bergegas meninggalkan sang suami yang diam terpaku. "Jujur aku malu banget ngelakuin hal konyol seperti yang barusan, tapi mau gimana lagi... bang Rehan enggak akan berhenti bicara kalau enggak segera di tutup mulut nya, lagian kami kan sudah menikah. Ah, bodoh amat dengan apa yang dipikirkan orang lain dengan sikap ku tadi, toh yang aku cium suamiku sendiri." Dalam hati Nabila bermonolog, sambil terus berjalan menuju stand makanan.


Rehan menggeleng-gelengkan kepala dan tersenyum penuh arti. "Istri gue memang nakal, dan itu yang membuat gue setiap saat jatuh cinta sama dia, " gumam Rehan dalam hati, senyuman kebahagiaan terbit di sudut bibir nya.


Sedangkan pasangan Alvian-Susan dan pasangan Alex-Nisa, terperanjat kaget melihat aksi sekilas istri dari bos RPA Group itu.


"Pantesan si bos pengin nya berduaan terus sama istri, sebahagia itu ternyata di godain sama orang yang dicintai," ucap Alex seraya tersenyum, melihat bos sekaligus sahabat nya yang terus tersenyum sambil berjalan menyusul langkah Nabila.


*****


Semua tamu undangan sudah pulang, begitu pun keluarga dan kerabat dari kedua mempelai. Keluarga inti pengantin yang malam ini menginap di hotel sudah memasuki kamar masing-masing, kini tersisa pasangan pengantin baru dan sahabat dekat Devan yang masih setia berada di ruangan itu.


Di luar gedung, hujan mengguyur bumi dengan begitu deras nya sejak beberapa menit yang lalu."Di luar hujan nya sangat lebat," ucap Devan yang baru gabung kembali setelah mengantar sanak saudara nya sampai pintu keluar, bersama sang istri yang dengan setia menemani.

__ADS_1


"Nginap sini aja Lex, lagian masih ada yang mau gue bahas dulu sebelum gue pulang ke rumah dan menjalankan rencana." Titah Alvian pada calon keponakan nya itu.


"Gue sih terserah dik Nisa aja," jawab Alex datar


"Nisa gak berani minta ijin ayah," ucap Nisa merasa khawatir, lagian Nisa gak bawa baju ganti," lanjut nya memberi alasan.


"Pakai punya mbak enggak apa-apa dik, mbak bawa lebih kok," ucap Nabila menenangkan.


"Kalau gitu, om akan telpon ayah dan ibu kamu," ucap Alvian meyakinkan, dan kemudian dia segera menghubungi kakak nya.


"Gimana om?" Tanya Nisa penasaran, setelah beberapa saat Alvian menelpon.


"Siip,,," jawab Alvian dengan singkat.


"Yuk ah, kita balik ke kamar," ucap Rehan nampak tak sabar dan segera beranjak menuntun sang istri.


"Gak sabaran banget lu Rey!" Ketus Devan, "gue aja yang mau belah duren santai aja,," lanjut nya dengan senyum kemenangan. "Kalian bertiga jangan ngiri ya,,, nanti gue kasih tahu rasa nya," ucap nya seraya menatap ketiga sahabat nya bergantian dengan tatapan mengejek.


Alex dan Alvian saling pandang, dan menggelengkan kepala.


Sementara para wanita hanya menundukkan pandangan, merasa malu.


"Belum belah duren aja udah sombong lu Dev,, gue yang udah professional, kalem aja," ucap Rehan dingin.


Devan mengusap tengkuk nya, dan tersenyum kecut. "Gue lupa kalau lu udah duluan married, tadi nya gue udah bangga karena bisa jadi yang pertama. Tapi lagi-lagi tuan muda Alamsyah telah membuktikan keunggulan nya," ucap Devan mengakui kekalahan nya.


"Udah, sana pada ngamar," usir Alvian pada Rehan dan Devan.


Mereka pun kemudian berlalu menuju kamar masing-masing.


*****


Di dalam kamar pengantin,,, Setelah membersihkan diri, Devan dengan telaten membantu sang istri melepaskan aksesoris di kepala Lusi.


Setelah semua terlepas, Lusi bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, "abang mandiin ya honey,,," ucap Devan lirih yang mengikuti langkah Lusi.

__ADS_1


"Enggak ah, Lusi malu... lagian bang Dev kan sudah mandi," ucap nya dengan wajah merona, dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


Devan teringat kapsul pemberian dari sahabat nya, kemudian dia mengambil nya dari saku jas dan mengamati nya. Devan mengambil ponsel dan mulai mengetik di mesin pencarian, setelah menemukan artikel tentang kapsul itu Devan pun membaca nya. Tak berapa lama, sebuah senyuman terbit di sudut bibir nya, "gue akan buktiin setelah ronde pertama selesai, seberapa hebat kapsul ini bekerja," gumam nya lirih.


__ADS_2