
Meski hatinya telah yakin dengan perasaannya saat ini, namun Nabila masih terdiam, dia mengalihkan pandangan matanya jauh menerawang ke depan sana. Sesekali dia menghembus kasar nafasnya, sekedar untuk membuang jauh rasa ragu dan gundah di hatinya. Kedua tangan mereka masih saling bertaut, "Jujur Billa juga merasa nyaman saat bersama abang,,," akhirnya Nabila berhasil mengungkapkan isi hatinya, sambil menatap lembut mata Rehan, "tapi Billa,,," seakan ragu mengatakan, Nabila pun menghentikan ucapannya.
"Kenapa? Apa kamu punya syarat untuk ku penuhi?" Selidik Rehan, "atau kamu masih meragukan ucapan ku? Apa perlu saat ini juga kita pulang ke rumah mu agar aku bisa melamar secara langsung kepada kedua orang tuamu?" Ucap Rehan dengan sungguh-sungguh.
"Bukan gitu bang, Billa percaya kok sama abang," tukas Nabila buru-buru, "Billa juga seneng kalau abang lamar,,," dengan tatapan menggoda pada Rehan, "tapi nanti kalau Billa sudah kembali bekerja, jadikan kalau Bapak sama Ibu nanyain tentang pekerjaan, Billa bisa jawab dengan jujur," ucapnya dengan sendu.
"Oh, jadi itu alasannya,,, abang pikir kamu nolak abang," ucap Rehan lega, "tapi beneran kan kamu terima cinta abang?" Tanya Rehan memastikan.
Dengan cepat Nabila menganggukkan kepalanya, sebagai tanda mengiyakan.
Rehan pun tersenyum lega,,, "Bill, kalau kerja di kantor abang mau gak?" Tanya Rehan pada gadisnya itu. Ya, Rehan telah yakin untuk menyebut Nabila sebagai gadisnya sekarang.
"Abang bilang gak ada lowongan kemarin,,," ucap Nabila sambil menautkan kedua alisnya tanda tak mengerti.
"Hehehe,,, itu kan kemarin, kalau sekarang pasti ada kok," jawab Rehan sekenanya, "nanti biar aku tanyain ke bagian HRD deh untuk memastikan," lanjutnya dengan menatap lembut kekasih hatinya.
"Gak usah deh bang, Billa nunggu panggilan yang kemarin aja via online," ucap Nabila menolak tawaran Rehan. "Udah sore nih, pulang yuk bang," ajak Nabila sambil melepas genggaman tangan mereka.
"Oke sayang,,," sambil tersenyum manis kepada gadis berhijab yang baru saja resmi menjadi miliknya dan segera menghidupkan kembali perahu motornya.
Nabila terlihat malu-malu mendengar panggilan sayang untuknya, yang keluar dari bibir laki-laki tampan yang beberapa hari ini selalu mencuri perhatiannya.
*****
Sang surya mulai tenggelam di batas cakrawala, siang berganti dan malam pun hadir menyapa makhluk bumi. Nabila dan rombongan memutuskan untuk kembali ke ibukota malam ini, dan mereka kini tengah bersiap-siap untuk segera berangkat.
"Sudah siap kah?" Tanya Rehan lembut pada kekasih barunya sesaat setelah dia melihat Nabila keluar dari kamarnya, sambil menenteng travel bag mini berwarna biru laut miliknya.
Nabila menganggukkan kepala, kemudian bola matanya nampak berkeliling melihat di sekitar, "bang Alex dan Pak Rudi mana?" Nabila bertanya saat dia hanya melihat Rehan sendirian saja di lorong tempat kamar mereka berada.
"Mereka sudah menunggu di mobil," jawab Rehan, dan segera mengambil alih travel bag milik Nabila untuk dibawakannya. Kemudian Rehan mengajak Nabila untuk keluar dari penginapan, dengan menggandeng tangan gadisnya itu.
__ADS_1
Nabila hanya menurut tanpa banyak kata, dan segera berjalan mensejajarkan langkah kakinya dengan laki-laki perebut hatinya.
Sesampainya di parkiran, Pak Rudi dengan setia sudah menunggu tuan muda nya di samping mobil. Pak Rudi segera mengambil alih travel bag dari tangan Rehan dan memasukkannya ke dalam bagasi.
Rehan terlihat membukakan pintu mobil untuk Nabila, setelah gadis itu duduk di tempat nya Rehan segera menutup pintu dengan perlahan dan segera berlari kecil memutari mobil untuk segera masuk dan duduk tepat di samping Nabila.
Alex yang menyaksikan semua itu hanya senyum-senyum gak jelas, "dunia serasa milik berdua,,," ucapnya ambigu sambil melihat kearah Bos nya dari pantulan kaca spion.
Rehan yang menyadari keusilan Asisten sekaligus sahabatnya itu hanya senyum-senyum, tidak seperti biasanya yang selalu saja melawan ataupun membalas ulah Alex. Dan itu semua dikarenakan hatinya yang sedang berbunga-bunga, lantaran cinta kasih nya kepada sang pujaan hati tidak bertepuk sebelah tangan.
"Pak Rudi, nanti di kota pertama yang kita lalui mampir dulu di pusat perbelanjaan ya?" Titahnya pada sopir kantor nya itu.
"Siap tuan muda," jawab Pak Rudi dengan patuh.
"Mau ngapain Rey? Bukannya kita sudah makan malam tadi?" Selidik Alex yang merasa aneh dengan permintaan sahabatnya.
"Kepo,,," jawab Rehan asal, sambil terkekeh pelan.
"Kenapa tuh bibir? Minta di cium sama Pak Rudi?" Goda Rehan yang bisa melihat wajah sahabatnya itu dari pantulan kaca spion.
"Idih,,, amit-amit deh," tukas Alex cepat, "masak jeruk makan jeruk, ya kan pak?" sambil menatap kearah Pak Rudi yang duduk di sampingnya.
Pak Rudi hanya tersenyum menanggapi candaan Bos dan Asisten Bos nya itu, sedangkan pandangannya tetap fokus di jalan raya.
"Emang kalau lu ke mall mau ngapain Lex?" Rehan menjawab pertanyaan Alex dengan sebuah pertanyaan.
"Ya belanja lah, mau ngapain lagi? Palingan selain belanja, ya nonton atau makan-makan..." jawab Alex polos.
"Nah itu lu tahu,,," ucap Rehan sambil menoyor kepala Alex yang duduk di depannya itu dengan pelan, "nanti lu boleh belanja sesuka hati lu, gue yang traktir," lanjut Rehan santai.
"Serius lu?" Seru Alex untuk meyakinkan kalau dia tidak salah dengar.
__ADS_1
"Iya, Pak Rudi juga," jawab Rehan sungguh-sungguh.
"Terimakasih tuan muda," ucap Pak Rudi dengan sangat senang mendengar dirinya juga dapat jatah traktiran.
"Berapa budget nya bro," selidik Alex penasaran sambil menengok ke belakang, ingin memastikan kepada sahabatnya itu.
"Ngapain sih pakai nengok kesini? Awas lu cari-cari kesempatan," ancam Rehan.
"Yaelah,,, posesif amat sih bang," ledek Asisten jahil itu sambil mengerlingkan matanya kearah Nabila.
Nabila yang sedari tadi memperhatikan obrolan Bos dan Asistennya itu hanya menggelengkan kepala, "benar-benar hubungan yang aneh," bisik nya lirih sambil tersenyum merasa lucu.
Namun meski diucapkan dengan lirih, Rehan yang duduk di dekatnya dapat mendengar dengan jelas, "ih,,, siapa juga yang sudi berhubungan dengan dia beib?" sanggah Rehan ketus.
"Eit,,, gue juga ogah kali!" Timpal Alex tak kalah ketus.
Mendengar mereka saling melempar kata pedas, Nabila menautkan kedua alisnya...
Rehan yang dapat menangkap kesalahan pahaman Nabila, buru-buru menjelaskan, "kita cuma bercanda kok sayang, daripada sepi," dan kemudian dia terkekeh disusul Alex yang terkekeh dengan suara lebih kencang.
Pak Rudi yang terlihat fokus mengemudi pun ikutan terkekeh, "ternyata tuan muda bisa juga bercanda dan bersikap hangat, aku pikir dia pribadi yang selalu serius dan tampangnya selalu dingin," gumam Pak Rudi dalam hati.
Nabila pun akhirnya ikut terkekeh, melihat kekompakan Bos dan Asistennya itu dalam bertindak konyol.
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah mengarah ke sebuah pusat perbelanjaan, Pak Rudi segera memarkir mobilnya ditempat yang telah tersedia.
Rehan segera turun dan diikuti oleh Nabila yang turun dari pintu yang lain, dia berlari kecil memutari mobil untuk menghampiri Nabila. "Yuk sayang kita masuk," ajak Rehan sambil menggenggam tangan Nabila berjalan memasuki pusat perbelanjaan.
"Tunggu bro,,," pinta Alex menghentikan langkah sepasang kekasih itu.
Rehan menautkan kedua alisnya, "ada apa?"
__ADS_1
"Jatah traktiran nya berapa?" Tanya Alex tanpa malu-malu.