Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Pengasuh Teletubbies


__ADS_3

Mereka tiba di Bandara tepat pukul 09.00 pagi, Alex langsung bergerak cepat menemui petugas yang akan mengurus pemberangkatan Rehan, Nabila dan Kevin. Setelah memastikan atasannya itu check in dan masuk ke lounge dengan dipandu oleh petugas, barulah Alex mengurus keberangkatannya ke Bali.


Rehan memutuskan untuk menggunakan pesawat komersial dengan tiket first class, dan menyuruh Alex untuk menggunakan jet pribadi karena menurutnya Alex lebih membutuhkan akomodasi yang lebih cepat agar bisa menghandle semua pekerjaannya dalam waktu yang singkat.


Alex menaiki jet pribadi milik keluarga Rehan, yang terdapat lambang RPA Group di badan pesawat. Pesawat jenis Embraer Lineage 1000E, terdapat lima ruang kabin mewah dan besar di dalam layaknya sebuah rumah yang luas. Pesawat ini juga dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas lainnya, seperti kamar mandi modern yang luas layaknya di hotel bintang lima dan juga terdapat sofa mewah serta home teather.


Bukan hanya itu, pesawat jet milik Bos RPA Group ini juga memiliki kamar tidur khusus dengan kamar mandi pribadi yang tak kalah mewah di dalamnya. Pemilihan yang tepat karena sang pemilik sering mengadakan perjalanan bisnis baik ke luar kota maupun keluar negeri dengan perjalanan yang cukup panjang.


*****


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam 35 menit, pesawat yang ditumpangi Rehan, Nabila dan Kevin mendarat cantik di Bandara internasional Changi.


Di terminal kedatangan nampak Fatima sudah menjemput, dia melambai-lambaikan tangan nya kearah mereka.


"Daddy, itu Bunda," teriak Kevin dan segera berlari menghambur kearah Fatima.


"Sayang nya bunda," sambut Fatima memeluk sang keponakan dengan penuh rasa sayang, "capek ya, di perjalanan," tanya Fatima pada Kevin.


"Iya bunda, daddy gak mau pakai jet seperti biasanya, malah deddy nyuruh om Alex untuk menggunakannya," rajuk Kevin manja.


"Assalamu:alaikum kak," ucap Rehan dan Nabila bersamaan.


"Wa'alaikumsalam,,," jawab Fatima seraya melerai pelukannya pada Kevin dan kemudian memeluk Rehan dan Nabila bergantian.


"Kenapa gak pakai pesawat sendiri dik?" Selidik Fatima penasaran, mendengar cerita dari Kevin.


Rehan yang tadi tertinggal di belakang Kevin dan mendengar aduan putra kecilnya kepada Fatima hanya bisa menarik nafas panjang, dan menghembusnya dengan kasar.


"Sayang, tolong kamu jalan duluan sama Kevin dan ikut Pak sopir ke mobil ya?" Pinta Rehan dengan berbisik pada kekasihnya, "ada yang mau aku obrolin sebentar sama kakak," lanjutnya memberi pengertian.


"Baik bang," jawab Nabila mengangguk. "Yuk sayang, kita jalan duluan," sambil menggandeng tangan mungil Kevin untuk mengikuti sopir keluarga Fatima.


Setelah Nabila dan Kevin terlihat menjauh, "Alex lagi mengurus perusahaan yang di Bali kak," sejenak Rehan menghentikan ucapannya, "Vincent berulah, dia memaksa mengambil alih perusahaan itu lagi sebelum Kevin dewasa," lanjutnya dengan suara berat.

__ADS_1


Fatima yang mengerti arah pembicaraan adik nya pun menjadi geram, "apa sih maunya dia! Enak aja datang-datang ingin berkuasa setelah apa yang dia perbuat dengan Keyla dan bayinya!" Ucap Fatima dengan kemarahan yang tertahan, "pokoknya kakak tidak setuju kalau dia yang pegang kendali di sana," lanjutnya masih dengan emosi.


"Iya kak, Rey juga sependapat sama kakak," ucap Rehan tak bersemangat, "masalahnya, dia mengancam akan mengambil Kevin dari Rey dan dia memiliki bukti surat nikah," lanjut Rehan sendu. "Secara hukum mungkin kita akan menang jika memperebutkan Kevin, tapi Rey takut dengan dampak psikologis yang ditimbulkan bagi Kevin nanti," Rehan mendesah kasar mencoba menghilangkan gundah di hatinya.


"Dik, kamu pasti lelah... kita bahas lagi nanti," ucap Fatima bijak mencoba mendinginkan suasana.


"Iya kak, lagian tujuan Rey kemari untuk mengenalkan Nabila sama papa dan mama," Rehan teringat dengan tujuan awalnya dan tersenyum tipis," dan untuk masalah Vincent jangan sampai papa mama tahu ya kak,,," pintanya pada sang kakak.


Dan mereka pun segera menyusul Nabila dan Kevin yang sudah terlebih dahulu menuju mobil.


*****


Setelah beberapa waktu mereka tiba di salah satu perumahan elite di kawasan Core Central Region (CCR), tempat dimana Fatima dan keluarga kecilnya tinggal.


Begitu turun dari mobil, Kevin segera berlari menghambur ke dalam pelukan sang oma yang sudah menunggu di halaman. "Oma,,, Kevin kangen banget sama oma," anak kecil itu merajuk dan menenggelamkan tubuh mungil nya di pelukan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya.


"Cucu oma yang tampan,,, oma juga kangen sama kamu," ucapnya lembut seraya mengelus kepala cucu kesayangannya.


Hingga beberapa saat Kevin masih memeluk erat sang oma, dan kemudian buru-buru melerainya. "Oma, Kevin mau ngenalin oma sama tante mommy Kevin," serunya dengan penuh semangat sambil melambaikan tangan kepada Rehan dan Nabila yang sedang berjalan menghampirinya.


"Assalamu'alaikum ma,,," Nabila mengucapkan salam seraya mengulurkan tangan untuk mencium punggung tangan mama nya Rehan.


"Wa'alaikumsalam nak,," sambut mama Sekar dan segera memeluk hangat Nabila, "mama senang akhirnya anak bandel itu membawamu kemari," ucapnya lembut sambil melirik tajam kepada putra kesayangannya.


Mama Sekar melerai pelukannya, "yuk kita masuk nak, jangan sungkan,,, anggap rumah sendiri," titahnya lembut hendak menuntun Nabila masuk ke dalam.


"Mama,," seru Rehan sambil menarik tangan sang mama, "anak sendiri dilupakan!" Rajuk nya dengan mengerucutkan bibir, sejenak kemudian menghambur ke dalam pelukan mama nya, "Rey juga kangen tahu sama mama," ucapnya manja seraya melerai pelukannya.


"Aduh abang,,, kelakuan ya, bener-bener nih anak," ucap mama Sekar sambil memukul lengan Rehan perlahan, "sudah mau nikah juga masih aleman, gak malu sama calon istri?" Mama Sekar masih ngomel melihat kelakuan putra nya.


Fatima hanya menggelengkan kepala, "bisa berlanjut lama nih pertunjukannya," gumamnya lirih sambil melirik Nabila. "Yuk dik kita masuk," dan segera masuk ke dalam menuntun calon adik iparnya, yang diikuti oleh Kevin yang menggandeng tangan tante mommy nya.


Sesampainya di ruang keluarga, "duduk dulu dik, dibawa enak aja ya... jangan sungkan," ucap Fatima ramah dan hangat. "Sebentar kakak ke belakang dulu," pamit Fatima, "tante mommy nya ditemenin dulu ya..." ucapnya lembut pada Kevin.

__ADS_1


Tak lama kemudian mama Sekar dan Rehan masuk keruang keluarga tersebut, "papa mana ma?" Tanya Rehan pada sang mama sesaat setelah dia duduk di samping Nabila.


"Tadi selesai minum obat terus tidur, bentar mama lihat ke kamar barangkali sudah bangun," sambil berlalu menuju kamar yang berada di ujung.


Tiba-tiba terdengar suara riuh dari belakang, nampak seorang anak laki-laki berusia enam tahun dan anak perempuan berumur empat tahun tengah berlari berebut untuk menjadi yang paling depan menuju ruang keluarga.


"Adik,,," seru mereka berdua dan segera menghampiri Kevin.


Kevin langsung loncat dari sofa dan menghambur kearah keduanya, "bang Zaki, kak Fira..." seru Kevin riang, dan mereka pun berpelukan.


Fatima yang mengekor di belakang kedua anak nya, tersenyum bahagia melihat kehangatan putra putri dan keponakan nya. Dan kemudian mengambil posisi duduk di sebelah Rehan.


"Bang Zaki, kak Fira, sini adik kenalin sama tante mommy," ajak Kevin pada kedua kakak sepupunya sesaat setelah mereka melerai pelukan, dan ketiganya segera menghampiri Nabila.


"Tante mommy cantik ya,, pakai jilbab kayak bunda," ucap Fira polos, seraya menyalami Nabila dan mencium punggung tangannya.


"Kamu juga cantik,,, siapa nama nya?" Tanya Nabila dengan gemas sambil mencubit pipi gembul Fira.


"Namaku Safira Azzahra Putri Yusuf, tante," jawab nya dengan menyebutkan nama panjang nya, "dan ini abang nya Fira," sambil menunjuk abangnya yang berdiri malu-malu.


Zaki kemudian menyalami Nabila sama seperti adik nya, "kalau yang ganteng ini siapa?" Tanya Nabila.


"Namaku Zaki tante," jawab nya singkat.


"Namanya Muhammad Zakki Mubarrok Putra Yusuf, tante," Fira menjelaskan nama panjang abangnya.


"Wow,,, nama nya panjang-panjang dan bagus ya," puji Nabila, "tante boleh peluk gak?" Pintanya dengan gaya imut.


"Boleh tante,,, abang Zaki sini, sama adik juga," ajak Fira dengan lucunya, "kita pelukan kayak teletubbies ya,,," dan mereka bertiga memeluk Nabila seraya tertawa senang.


"Daddy Rehan gak diajak pelukan nih," Rehan yang merasa dicuekin sama keponakan nya merajuk.


"Gak boleh," seru Fira, "teletubbies kan empat, bukan lima."

__ADS_1


"Daddy jadi pengasuhnya teletubbies gak apa-apa deh," bujuknya.


"Hmmm,,, mulai deh, modus," cibir Fatima seraya memukul lengan Rehan.


__ADS_2