
"Bang Rahmat, apa kabar?" Sapa Nabila sopan.
"Baik nona Billa, Alhamdulillah..." jawab Rahmat sambil mengangguk dan tersenyum sopan, "selamat malam tuan muda," sapa manager keuangan itu pada Rehan.
"Malam tuan manager," balas Rehan datar.
"Bill,,,? Apa beliau,,,?" Tanya Saskia sedikit ragu.
"Bang Rehan, suami ku Sas. Maaf, belum sempat kasih kabar tentang pernikahan kami. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan menggelar resepsi nya, datang yah? Oh ya,, seperti nya kalian..." Nabila mencoba menebak.
"Benar nona, Saskia calon tunangan saya." Jawab Rahmat cepat.
"Alhamdulillah,,," ucap Rehan bersyukur, "selamat ya tuan manager," lanjut Rehan merasa lega.
Nabila hanya tersenyum dan kemudian memeluk sahabat nya, "baru juga hitungan hari kerja di sana, langsung dapet gebetan aja,," bisik Nabila seraya terkekeh pelan.
"Ish,, Billa, apaan sih," ucap Saskia sambil cemberut, dan melerai pelukan nya.
"Ayo, dik Saski,,, kita temui mempelai nya dulu," ajak Rahmat dengan lembut.
"Bill,, lu hutang penjelasan sama gue! Seperti nya suami lu bukan tunangan lu yang pernah lu ceritain itu bukan?!" Ucap Saskia berbisik lirih.
Nabila hanya tersenyum,
"Oke Bill,, sampai ketemu lagi," ucap Saskia.
"Mari tuan muda, nona Billa," pamit Rahmat pada Rehan dan Nabila, dan kemudian segera berlalu menuju ke pelaminan untuk menemui kedua pengantin.
Rehan dan Nabila kemudian bergabung bersama pak Yani dan sahabat-sahabat nya.
Dari kejauhan, nampak Fatima dan Yusuf memasuki ballroom tempat resepsi Devan dan Lusi di gelar. Seperti biasa, pasangan yang selalu terlihat romantis itu berjalan beriringan dengan Yusuf? memeluk pinggang sang istri. Di sepanjang perjalanan tak henti bibir mereka menyunggingkan senyuman hangat dan sesekali menyapa kolega yang juga hadir di sana.
Tepat berada di hadapan Devan, Yusuf memberikan ucapan selamat dan memeluk sahabat dari istri dan juga adik ipar nya itu. "Selamat Dev, moga bahagia selalu," do'a nya tulus seraya melerai pelukan nya.
"Makasih bang Yusuf, sudah jauh-jauh datang kemari," ucap Devan tersenyum bahagia.
Kini giliran Fatima yang menyalami Devan, "selamat Dev, gue seneng akhirnya lu insaf," ucap Fatima seraya terkekeh pelan.
"Ck,,," Devan berdecak, "jika saja saat itu lu terima gue, gue pasti sudah lama insaf," ucap Devan menjawab gurauan Fatima. "Lu bawa kado apa buat gue?" Tanya Devan to the poin.
"Huh,, dasar, cowok matre,,," ucap Fatima pura-pura kesal, "duit lu kan udah banyak? Emang nya lu mau kado apa dari kami?" Tantang Fatima.
__ADS_1
"Tiket liburan ke Maldives,,," jawab Devan seraya tersenyum tengil.
"Gampang, lu tentuin aja tanggal nya dan segera infoin ke nomor gue," jawab Fatima enteng. "Udah ah, gue mau ketemu adik gue yang paling tampan," ucap Fatima.
Yusuf hanya tersenyum mendengar obrolan istri dan sahabat Fatima sewaktu kuliah dahulu.
Setelah menyalami mempelai wanita, Fatima dan Yusuf segera mencari keberadaan sang adik and the gang. Saat menuruni pelaminan Fatima mengedarkan pandangan nya, dan dari tempat nya berdiri dia melihat keberadaan sang adik bersama adik ipar dan yang lain nya.
Fatima langsung mengajak sang suami menuju tempat dimana sang adik berada, Nabila yang terlebih dahulu melihat kehadiran kakak ipar nya langsung berdiri menyambut. "Kak, kapan sampai?" Tanya Nabila seraya memeluk Fatima.
"Tadi sore, satu jam setelah kalian semua keluar dari apartemen," jawab Fatima sambil melerai pelukan.
Nabila kemudian menyalami Yusuf dan mencium punggung tangan kakak ipar dari suami nya itu dengan takdzim, "silahkan duduk bang," ucap nya ramah.
Sedangkan Rehan yang ikut berdiri, kemudian memeluk kakak nya, "papa sama mama sehat kak?" Tanya nya pada sang kakak.
"Alhamdulillah,, kondisi papa semakin membaik," ucap Fatima seraya melerai pelukan. Dan kemudian Fatima mendudukkan diri nya di samping sang suami. "Eh, ada om Yani, apa kabar om?" Kemudian Fatima kembali berdiri menyalami pria party baya itu, dan mencium punggung tangan nya.
"Alhamdulillah, om baik Fatima, bagaiman kabar bang Sultan dan kak Sekar?" Tanya pak Yani pada putri sulung dari sahabat kakak nya itu.
"Alhamdulillah papa sama mama sehat, dan papa kondisi nya juga semakin membaik... semoga bisa secepat nya lepas dari obat-obatan," jawab Fatima seraya kembali mendudukkan diri nya di samping sang suami.
"Wah, enak ya pada duduk-duduk di sini,,, nah gue dari tadi berdiri mulu, capek gue?" Ucap Devan yang tiba-tiba saja nyelonong ikut duduk diantara sahabat-sahabat nya, sedangkan Lusi yang mengekor di belakang nya memilih duduk di bangku kosong tepat di sebelah Nabila.
Fatima hanya menggeleng-gelengkan kepala, sedangkan Yusuf tersenyum simpul.
"Wih,,, gue juga mau dong?" Ucap Alvian dan Alex bersamaan.
"Yey,, maka nya punya gandengan jangan di anggurin,,, kena tikung tahu rasa lu!" Ejek Devan tersenyum puas.
"Ck,,," Alvian dan Alex berdecak kesal.
Sedangkan Rehan, dan yang lain nya hanya tersenyum.
"Semua nya, om pamit duluan ya... tidak terasa sudah cukup lama ternyata om di sini," pamit pak Yani pada semua nya.
"Kok buru-buru om?" Tanya Yusuf.
"Om sudah sejak tadi, kalau kelamaan takut nya tante kalian nyariin karena kangen," ucap pak Yani bercanda. "Kalian berdua segera lah menyusul," titah pak Yani pada Alex dan juga Alvian, "benar kata Devan, gandengan sudah ada,, nunggu apalagi?!" Pak Yani menimpali candaan Devan seraya terkekeh.
Yang lain pun ikut tertawa.
__ADS_1
"Mohon do'a nya saja om,,," pinta Alvian dengan tersenyum kecut.
"Pasti nak Vian, om akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk kalian semua. Om senang Alex memiliki sahabat-sahabat yang positif seperti kalian, sebab lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seseorang. Kalian bisa menjadi sahabat yang saling mendukung dan bukan menikung, saling menghormati bukan nya mencaci, saling melindungi bukan menghakimi, saling menjaga bukan malah mencela ataupun menghina. Om salut dengan persahabatan kalian, semoga kalian menjadi sahabat sejati untuk selamanya." Ucap pak Yani dengan bijak.
"Om, permisi ya... assalamu'alaikum," setelah mengucap salam pak Yani pun segera berlalu meninggalkan keponakan dan sahabat-sahabat nya.
Untuk sejenak suasana menjadi hening,,,
"Bang Vian, gue kayak kenal deh sama cewek yang di sebelah?" Ucap Fatima memecah kesunyian, sambil menunjuk Susan dengan dagu nya.
"Ah, lu Fa,,, mulai deh ikutan jahil! Kakak adik sebelas dua belas," ucap Alvian pura-pura kesal.
"Oh ya Fa, makasih ya.. lu dan Yusuf sudah bersedia membantu gue untuk menjaga om Johan di sana," ucap Alvian pada Fatima dan suami nya.
"Santai bro, enggak perlu sungkan seperti itu. Kita kan berteman sudah sangat lama, yah meski gue akui hubungan kita berdua enggak sedekat lu sama yang lain..." ucap Yusuf.
"Itu karena lu yang menjauh! Begitu lulus S2 dapet istri, langsung deh lu gondol dia, lu bawa pulang ke negara asal lu!" Ucap Alvian ketus.
Yusuf tergelak, "kalau enggak langsung gue bawa kabur, takut nya dia bakal berubah pikiran bro... lu tahu sendiri kan yang deketin dia banyak, dari anak pejabat sampai konglomerat, bahkan dosen-dosen muda banyak yang ngejar dia. Untung aja gue gerak cepat, begitu dapet sinyal langsung wus... gue bawa terbang, hahaha,,," Yusuf tertawa penuh kemenangan.
Sedangkan Fatima yang jadi bahan pembicaraan hanya tersenyum.
"Tapi ada baik nya juga sih bang Yusuf enggak di sini, diantara kita semua dia kan yang paling jahil. Bisa habis kita di jahilin sama dia,,," Devan menimpali.
"Huu,,, itu kan menurut lu?! Karena gue lebih milih suami gue ketimbang lu Dev..." tukas Fatima cepat.
"Maaf ya dik, jangan diambil hati... biar rame aja," ucap Fatima seraya tersenyum lembut kearah Lusi.
"Iya kak, santai aja," jawab Lusi kalem.
"Lusi sudah tahu banyak tentang gue sebelum memutuskan untuk menerima pinangan gue, jadi obrolan seperti ini tidak jadi masalah buat dia." Ucap Devan mewakili sang istri, "gue juga sudah ceritakan ke dia tentang sohib-sohib gue yang absurd semua ini, jadi ketika ngumpul seperti ini dia enggak akan kaget lagi," lanjut nya seraya melirik mesra sang istri.
"Tumben otak lu cerdas Dev,," Ucap Alex yang sedari tadi diam menyimak.
"Kalau urusan women,,, dari dulu kan dia jago nya!" Rehan mulai menyulut kompor.
"Lu benar Rey,, bahkan saat ada tantangan 'kenalan langsung jadian' yang di gelar ketika reuni akbar, dia pemenang nya kan?" Alvian menimpali
"Dia juga pemecah rekor 'putus nyambung' empat kali dalam satu bulan dengan tiga cewek sekaligus!" Alex tak mau ketinggalan.
"Woi,,, gue yang jadi raja di sini, kenapa malah di bully?!" Seru Devan dengan kesal.
__ADS_1
Sontak semua tertawa,,,
Sedangkan Lusi mengulum senyum,,,